
Sementara di luar kediaman, Putra Mahkota Yuan Feng melirik ke arah para pelayan Putri Mahkota.
"Masuklah," perintahnya datar.
Para pelayan pun menunduk hormat dan masuk ke kediaman Putri Mahkota. Mereka langsung menyajikan hidangan di atas meja. Sementara pelayan An menuju ke arah Putri Mahkota yang hanya diam dengan tatapan kosong dan menyentuh bibirnya.
*Sepertinya Putra Mahkota telah menerima Putri, syukurlah aku merasa bahagia. Semoga kebahagiaan nya tidak terusik oleh orang lain batin pelayan An mengingat kejadian di pasar.
Jika gadis itu mengganggu Putri Mahkota dan Putra Mahkota aku tidak akan tinggal diam*
"Ekhem, Putri ..." sapa pelayan An lembut.
"Ah, iya apa?" tanya Putri Mahkota terkejut. Dirinya masih dikuasi sengatan listrik dari bibir Putra Mahkota.
"Sudah waktunya, Putri Mahkota makan malam."
Putri Mahkota mengangguk, ia segera menuju ke arah meja dan memulai makannya dengan sumpit. Namun tetap saja dirinya masih dikuasi pemandangan yang tadi.
"Apa Putra Mahkota sudah makan?" gumam Putri Mahkota Qi Luxia menatap nasinya.
Pelayan An tersenyum, "Apa Putri Mahkota ingin mengundang Putra Mahkota?"
"Ah, itu, itu tidak mungkin," ucapnya gelagapan. Rona merah mulai keluar dari wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa tidak menungguku?"
Sebuah suara berat. Namun tersimpan kelembutan membuat Putri Mahkota dan pelayan An menoleh.
"Hormat hamba, Putra Mahkota." ucap pelayan An tersenyum dalam hatinya. Pelayan An mengira jika Putra Mahkota tidak bisa menjauh dari junjungannya bahkan semenit pun.
Putra Mahkota langsung duduk di hadapan Putri Mahkota. Sebenarnya tadi ia telah sampai di kediamannya. Namun pada saat Kasim dan para pelayan telah selesai menyiapkan hidangan malam. Mulutnya terasa berat untuk makan. Otaknya mengingat ciuman tadi dan lebih parah hatinya yang tidak bisa jauh dari Putri Mahkota. Alhasil ia harus balik lagi ke kediaman Putri Mahkota yang lumayan tak jauh dari kediamannya.
"Kenapa malah diam, ayo makan." ajak Putra Mahkota tanpa merasa bersalah.
Hati Putri Mahkota merasa senang. Hari ini, malam ini adalah malam yang pernah ia tunggu. Makan bersama dengan sang Suami.
Putri Mahkota mengambil beberapa sayur. Ia menaruhnya di piring Putra Mahkota.
Merekapun makan bersama tanpa ada rasa canggung lagi. Sesekali Putra Mahkota menaruh lauk pauk dan sayur di piring Putri Mahkota. Sama halnya dengan Putri Mahkota. Bahkan mereka kadang saling menyuapi.
"Apa Putri Mahkota mengantuk?" tanya Putra Mahkota seraya meneguk airnya.
"Ti, tidak Putra Mahkota."
"Hem, baiklah. Malam ini aku akan menemani mu, Ayo." Putra Mahkota Yuan Feng menyodorkan tangannya di iringi senyuman.
Tanpa berfikir panjang, Putri Mahkota menerima tangan Putra Mahkota. Merekapun bergandengan tangan.
__ADS_1
Sesampainya di ranjang, Putra Mahkota Yuan Feng menyingkapi kelambu itu dan mendudukkan Putri Mahkota dengan lembut.
"Putri Mahkota, bolehkan aku meminta hak ku?" tanya Putra Mahkota Yuan Feng tersenyum menggoda.
Dengan malu-malu bak wajah kepiting rebus. Putri Mahkota mengangguk.
Putra Mahkota meraih dagu Putri Mahkota hingga tatapan mereka bertemu. Putra Mahkota mencium kening Putri Mahkota, Seakan tersengat aliran listrik. Bahkan hatinya langsung menghangat. Putri Mahkota memejamkan matanya.
Ciuman mulai turun ke matanya, lalu turun ke bibir lembutnya.
Putra Mahkota Yuan memperlakukannya dengan lembut. Perlahan-lahan tangannya membuka hanfu Putri Mahkota. Melihat benda kenyal di depannya. Membuat jiwa ke lakian semakin memuncak.
Putra Mahkota langsung membuka hanfunya hingga tubuh mereka tanpa sehelai benang. Masih dengan mata terpenjam, Putra Mahkota ******* bibir Putri Mahkota turun ke lehernya. Ia memberikan beberapa kiss mark di leher putih itu. Lalu turun ke benda kenyal itu dan **********.
Desahan mulai keluar dari mulut Putri Mahkota. Putra Mahkota terus ******* kedua benda kenyal itu. Sementara tangannya mulai bermain di area sensitif Putri Mahkota yang sudah basah. Lalu turun ke perutnya. Memberikan beberapa tanda disana.
Tubuh Putri Mahkota menghangat, ia membuka matanya. Lalu mengalungkan tangannya ke leher Putra Mahkota.
Kembali lagi Putra Mahkota mencium bibir ranum itu dengan lembut seraya mengangkat bokong Putri Mahkota. Dalam sekali hentak junior itu masuk.
Putri Mahkota meringis merasakan kesakitan di bawah sana. Cairan bening mulai keluar dari matanya. Putra Mahkota menghentakkan lagi, Namun masih saja sempit. Batas penghalang itu belom robek. Satu kali lagi ia menghentakkannya hingga Putri Mahkota mencengkram bahu Putra Mahkota.
Putra Mahkota Yuan Feng melajukan junior dengan irama maju mundur. Desahan itu lolos keluar dari Putri Mahkota. Keringat mulai keluar dari tubuh mereka. Mereka tidak memperdulikkannya, justru mereka saling melengkapi, mengeluarkan desahan menikmati hangatnya di bawah hingga Putra Mahkota menyemburkan benihnya di rahim Putri Mahkota.
__ADS_1
Untuk sekian kalinya Putra Mahkota melakukannya lagi dan lagi. Dan malam itu, malam yang penuh kehangatan.