Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Dua Penguasa Hutan


__ADS_3

"Red masuklah ke dalam ruang dimensi ku, aku akan memanggilmu ketika aku butuh bantuan." Ujar Lan Hua.


"Baiklah tuan." Lan Hua mendekati ke arah pohon itu dan memegang pohon tersebut.


Sring ..


Munculah cahaya yang mengeluarkan tulisan.


Tidak punya kaki,, tidak punya tangan,, tidak punya sayap tapi bisa terbang...


Lan Hua dengan mata berbinar tau jawaban dari teka teki itu menjawabnya dengan cepat, lagi lagi sebuah cahaya keluar menyilaukan mata...


Lan Hua celingak-celinguk kanan kiri ia terkagum-kagum dengan keindahan Hutan Surgawi pintu pertama. Pasalnya Hutan Surgawi memiliki tujuh pintu dengan sebuah teka-teki yang tak mudah di pecahkan.


"Selamat datang tuan." Sebua suara yang mengagetkan Lan Hua. Ia mengedarkan pandangannya, mencari sebuah suara itu.


"Siapa kau hah?" tanya Lan Hua dengan kewaspadaannya


Munculah seekor Kuda putih memiliki tanduk satu di kepalanya dan memiliki sayap.


"Hormat hamba tuan." Ucap sang Kuda dengan membungkukkan kepalanya, sementara kaki kanannya mundur dengan posisi menekuk.


"Apa maksudmu?" tanya Lan Hua kebingungan, tetapi tidak menurukan kewaspadaannya.


"Hamba penjaga Hutan Surgawi pintu pertama, sekian lama kami menunggu kedatangan tuan." Ujar Kuda putih dengan mata berbinar.


"Bagaimana kau yakin jika aku adalah tuan mu?" tanya Lan Hua menyelidik. Ia tidak kenal siapa pun dari Hutan Surgawi kecuali Hutan Kematian.


"Tuan anda memiliki kontrak mati dengan Burung Phoenix tentu hamba merasakannya. Bahwa andalah tuan kami yang selama ini kami tunggu." Jelas sang kuda putih.


Lan Hua terdiam mengingat cerita yang Red ceritakan padanya beberapa waktu lalu.


Apakah aku ditakdirkan menjadi kedua penguasa hutan yang misterius ini batin Lan Hua.


"Emm baiklah apa kau bisa mengantarkan ku ke Hutan Surgawi pintu ke Tujuh?" tanya Lan Hua tanpa basa-basi. Ia harus menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Sebelum Kaisar Feng kembali.

__ADS_1


"Dengan senang hati tuan, tapi tuan harus menyelesaikan teka teki yang terdapat setiap pintu dan setiap pintu terdapat penjaganya."


Seminggu kemudian Lan Hua sampai pada pintu Ketujuh. Setiap pintu memakan waktu satu hari. Beruntunglah otaknya cerdas, sehingga ia bisa memecahkan teka teki yang lumayan menguras otaknya. Seandainya tidak bisa memecahkan teka-teki itu, ia akan terjebak di dalam Hutan Surgawi tanpa kehidupan di dalamnya. Jika orang itu sudah terjebak, Hutan Surgawi akan berubah menjadi hutan yang kering.


Sementara di belakangnya sudah ada beberapa hewan penjaga Hutan Surgawi mengikutinya.


penjaga pintu Pertama dijaga Kuda putih.


penjaga pintu ke Dua dijaga Buaya putih.


penjaga pintu ke Tiga dijaga Singa putih.


penjaga pintu ke Empat dijaga Ular putih.


penjaga pintu ke Lima dijaga Rubah putih.


penjaga pintu ke Enam dijaga Elang putih.


penjaga pintu ke Tujuh dijaga Naga hijau.


Semua penjaga Hutan Surgawi memiliki tubuh atau bulu putih kecuali sang Naga memiliki tubuh berwarna hijau.


"Wah, tuan dia adalah musuh ku." Ucap Red yang berada dalam dimensi dan langsung keluar dari ruang dimensi Lan Hua.


"Hey, bocah tengik kita bertemu lagi." Teriak Red


"Sialan kau." Ucap sang Naga yang menahan geramnya. Ia tidak suka tidurnya terusik oleh siapa pun. Dan mereka hampir bertarung yang sudah melupakan keberadaan Lan Hua.


ehemmm...


Lan Hua berdehem menyadarkan perdebatan mereka berdua.


"Hormat hamba tuan, mohon maaf atas ketidaknyamananya tuan." Ucap sang Naga seraya melirik ke arah Red dengan mendengus kesal.


"Cih"

__ADS_1


Red membalasnya dengan sikap acuh tak acuh.


"Tuan terima kasih, akhirnya tuan kembali." Ujar sang Naga seraya bergerak menghampiri Lan Hua.


"Baiklah aku hanya memiliki urusan dengan mu. Aku ingin memiliki Kultivasi Legenda."


"Dengan senang hati tuan. Hamba akan mengantarkan tuan." Ucap sang Naga yang terbang menuju ke arah pohon yang dibawahnya terdapat sebuah kotak putih dengan di ikuti Lan Hua dan Red.


"Lihatlah tuan, di dalam kotak itu terdapat sebuah gulungan. Dimana gulungan itu hanya tuan lah yang bisa membacanya."


Tanpa berfikir panjang Lan Hua mengambil kotak itu dan membukanya, ia mengambil sebuah gulungan dan membacanya. Beberapa menit kemudian, Lan Hua tersenyum senang, "Akhirnya aku mendapatkan harta karun." Ucap Lan Hua sambil melompat-lompat.


"Ehem, maaf aku hanya terlalu senang." ucap Lan Hua yang tersadar dirinya sedang di perhatikan. Red dan sang Naga pun hanya menganga tanpa berkedip.


Apakah benar dia tuan ku? biasanya kan tuan ku terlihat kejam bahkan mengerikan, tapi dia hanya seorang gadis layaknya seperti anak kecil. Walaupun seperti itu aku tidak berani menyinggungnya yang ada aku malah terkurung lagi batin sang Naga.


(padahal sang Naga belum tau kekejaman Lan Hua.)


"Baiklah aku akan Kultivasi disini dan kalian semua adalah teman ku bukan bawahan ku dan kau Red hapuslah kata tuan mu itu." Ujar Lan Hua.


"Aku beruntung memiliki tuan seperti dia, tidak sombong." Ucap sang Rubah.


"Benar, kita beruntung memiliki tuan seperti dia." Timpal sang Ular yang diangguki mereka serempak.


Mereka semua berjanji akan mengabdikan hidupnya untuk Lan Hua, junjungannya yang baru. Kini mereka semua merasakan mendapatkan kasih sayang layaknya seorang Ibu kepada Anaknya.


*S*eminggu lebih Lan Hua Berkultivasi hingga ia tahap pada Kultivasi tingkat Legenda.


Lan Hua juga sudah berubah,,


kulit Lan Hua lebih putih dari yang dulu,,lebih halus,,rambutnya hitam berkilau bahkan matanya yang dulu hitam berubah menjadi warna biru. Bahkan Lan Hua dengan mata birunya ia bisa mendeteksi ribuan mil,


Setelah menjalankan semua rintangannya...


Lan Hua dinobatkan sebagai Ratu sang penguasa Hutan Surgawi dan tentunya juga Ratu di Hutan Kematian.

__ADS_1


Karena merasa bosan, Lan Hua keluar dari Hutan Surgawi menghirup aroma berbagai macam bunga. Sesekali Lan Hua mengambilnya untuk ditanam di ruang dimensinya bahkan macam macam tumbuhan obat dan berbagai pohon buah ia ambil dimasukkan ke dalam di mensinya.


(tanaman cepat tumbuh di ruang dimensi karna pengaruh danau surgawi......)


__ADS_2