Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Surat Dari Sang Kaisar.


__ADS_3

Lan Hua dan Yoona berhenti tertawa ketika ada seorang pelayan menghampirinya..


"Hormat hamba, Yang Mulia Permaisuri." Ucap sang Kasim. "Ada surat dari Yang Mulia Kaisar."


"Oooo, apa Selir Mei juga mendapatkan surat dari yang mulia Kaisar?" tanya Lan Hua memastikan.


"Benar, Yang Mulia Permaisuri, Selir Mei juga mendapatkan surat." Jawab sang Kasim.


Lan Hua mengambil gulungan yang diberikan oleh Kasim tersebut. Ia baca surat itu dengan sangat teliti, lalu seulas senyum keluar dari bibir mungilnya.


Yoona menaikkan alisnya, ia penasaran melihat Lan Hua tersenyum..


"Meimei apakah itu surat cinta dari Yang Mulia?" tanya Yoona.


"Bukan hal tentang cinta Jiejie yang membuat aku bahagia,, Yang Mulia membutuhkan Tiga Bulan di Gunung Wu." Ucap Lan Hua. Ia kembali menggulung surat di tangannya. Rasa bahagianya tidak bisa ia ucapkan dengan sebuah kata-kata. Ini lah yang ia tunggu, sebuah kebebasan.


"Tidak biasanya yang mulia meninggalkan istana lebih lama. Biasanya hanya sebentar, apalagi yang mulia sangat cepat Berkultivasi." Ucap Yoona keheranan.


"Biarkan saja Jiejie itu bukan urusan kita." Ucap Lan Hua seraya mengetuk mejanya dengan jarinya.


"Apa Permaisuri tidak ingin membalas surat Kaisar?" tanya Yoona.


"Tidak perlu,, sudah ada Selir Mei yang membalasnya." Ucap Lan Hua.


Sementara Yoona mendengarkan jawaban Lan Hua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia semakin penasaran, langkah apa saja yang akan Kaisar Feng lakukan demi membuka hati junjungannya yang sudah tertutup itu.

__ADS_1


"Selama tiga Bulan itu aku harus memanfaatkannya dengan baik."


"Aku berencana malam ini akan pergi ke Hutan Surgawi." Ucap Lan Hua.


"Tapi Hutan Surgawi berada di Kekaisaran Zhang. Kau harus berhati hati di sana." Seru Yoona.


"Tenang saja Jiejie aku akan baik-baik saja. Hua'er kan Ratu Hutan Kematian." Ucap Lan Hua sambil tertawa dengan membanggakan dirinya.


"Apakah harus secepat itu Hua'er?" tanya Yoona mengelus kepala Lan Hua.


"Lebih cepat lebih baik Jiejie."


"Baiklah tapi bisakah Jiejie ikut dengan mu."


"Jika Jiejie ikut siapa yang akan menghalangi mereka jika bertemu dengan ku? mereka akan curiga Jiejie. Jiejie tenang saja aku bisa menjaga diri dengan baik, apalagi ada Red." Ucap Lan Hua meyakinkan Yoona.


"Terima kasih Jiejie." Ucap Lan Hua menghapus air mata Yoona dan memeluknya dengan erat.


Malam harinya, sesuai perkayaannya. Lan Hua sudah bersiap siap dengan memakai baju hitam serta cadarnya.


"Hua'er jaga dirimu." Ucap Yoona memeluk Lan Hua.


"Iya Jiejie." Lan Hua melepaskan pelukan Yoona.


Setelah selesai semua berpelukan. Lan Hua langsung menuju ke Hutan Kematian. Dari Hutan Kematian ia berpamitan pada bawahannya untuk pergi ke Hutan Surgawi.

__ADS_1


"Ingat kalian harus menjaga diri baik baik, kalian tidak boleh membuat kekacawan, kalian adalah keluarga." Ucap Lan Hua dengan tegas.


"Baik, Yang Mulia." Ucap mereka serempak


(Raja Singa, Raja Serigala, Raja Elang dan Raja Kalajengking).


"Apa Yang Mulia tidak ingin mengajak salah satu dari kami?" tanya Raja Singa.


"Tidak, sudah ada Red yang menjaga ku, kalian cukup menjaga Hutan Kematian dari kekacawan." jawab Lan Hua datar.


Lan Hua berjalan mendekati Red,


Red mengepakkan sayapnya. Hingga hembusan angin panas keluar dari sayap Red yang indah itu. Sebelum Lan Hua menaiki punggung Red, ia menoleh kebelakang dan tersenyum pada mereka.


Dua hari kemudian.


Lan Hua sudah sampai di Hutan Surgawi. Perjalanan yang ia tempuh cukup jauh. Meskipun begitu, ia senang bisa menikmati keindahan bumi dari atas langit.


"Red bahkan kita belum masuk kedalam Hutan Surgawi, tapi kita sudah di sambut dengan banyak Tanaman Herbal yang langka." ucap Lan Hua dengan antusiasnya.


"Benar tuan, banyak orang ingin pergi ke Hutan Surgawi, tapi mereka tidak pernah menemukannya tuan." Ujar Red seraya melihat sekelilingnya.


"Apa kau bisa menemukan dimana letak pintunya Red?"


"Tenang saja tuan,, tuan lihatlah pohon itu apa tuan tidak curiga." Ujar Red melihat ke arah pohon yang lumayan besar.

__ADS_1


"Benar Red sepertinya mengeluarkan cahaya."


Red mendarat tepat di depan pohon yang rindang itu. Lan Hua pun turun lalu mendekati pohon tersebut.


__ADS_2