
*K**eesokan Paginya di Kekaisaran Feng*..
Kaisar Feng, Pangeran Jixiang dan Jendral Chu seluruh pasukannya telah bersiap menuju perbatasan Hutan Kematian..
Sampai di perbatasan Hutan Kematian ia melihat ketiga kaisar dan seluruh putranya telah siap dengan gagah dan beraninya ini adalah peperangan kedua kalinya..
Tetua Klan darah tersenyum sinis ke arah mereka mengepalkan tangannya mengingat kedua keponakannya terbunuh di tangan kaisar..
tetua Klan menoleh pada Jenderalnya dan seraaaangg .. !!!
Suara dentingan pedang beradu kini tanah yang bersih telah berubah warna menjadi merah.
Jumlah dari semua pasukan kaisar 6 ribu pasukan. Sementara Klan Darah tiga ribu pasukan.
Kaisar Feng melawan Tetua Klan Darah.
"Yang Mulia, menyerahlah anda tidak akan menang melawan hamba. Jika anda mati anda tidak akan bertemu dengan permaisuri anda lagi." Ucap Tetua Klan darah tersenyum sinis..
"Berhentilah berbicara aku tidak akan mati semudah itu." Bentak Kaisar Feng.
Trang.
Kaisar Feng menangkis serangan tetua klan darah yang bertubi tubi. Tetua Klan darah berhenti menyerang dan tertawa.
Membacakan mantra. Langit yang cerah berubah menjadi mendung. Kilatan petir menggema dimana mana. Angin berhembus menerpa mereka semua..
Di atas langit terlihat sebuah Naga hitam bermata hijau...
Semua Kaisar dan seluruh pasukannya terkejut,,
"Bagaimana peliharaan ku sangat menakjubkan bukan?" tanya Tetua Klan darah tersenyum sinis.
Kaisar Feng dan Kaisar lainnya bingung harus melakukan apa dengan sekali naga hitam itu mengeluarkan hembusan asap hitam separuh pasukannya mati. Kini mereka pasrah akan kematian meraka.
Mereka berusaha sekuat tenaga dengan sisa energi mereka.
Para kaisar melihat pasukannya sudah tersisa sedikit ..
"*K***alian matilah** !!!" Teriak Tetua Hui Klan Darah sambil tertawa.
__ADS_1
Di atas naga hitam itu mengeluarkan asap hitam ke arah mereka. Para kaisar dan pangeran memejamkan matanya mungkin inilah terakhir hidupnya.
Namun mereka tidak merasakan apa-apa.
Mereka sedikit membuka mata. Alangkah terkejutnya mereka melihat dua Naga saling beradu kekuatan.
Mereka melihat Naga hijau menghalangi Naga hitam melukai mereka...
"Sial, siapa yang ikut campur,, keluar !!" teriak Tetua Hui.
Terlihat dari Hutan Kematian sebuah pasukan berpakaian biru menggunakan cadar mereka diketuai oleh seorang gadis berhanfu biru. Memiliki tato api biru diantara kedua alisnya dan bermata biru menggenggam sebuah pedang menggunakan cadar serta disampingnya dua orang berpakaian seorang Jendral..
Ke empat Saudara mengangguki pasukan mereka untuk turun ke medan perang..
"Meili." Ucap Kaisar Zhang.
Sementara Kaisar Feng menatap wanita bermata biru. Ia sudah tau jika wanita itu adalah Hua'ernya.
"Hua'er," ucap Kaisar Feng yang masih menatap Lan Hua..
Tanpa sadar Tetua Klan Hui menghumuskan pedang ke arah Kaisar Feng yang menatap Lan Hua..
Lan Hua yang melihatnya dengan menggunakan jurusnya menghalangi pedang Tetua Klan Hui.
Kaisar Feng terkejut lagi lagi ia di tolong oleh istrinya.
Sementara Jenderal Fangyin, Jenderal Liue mengikuti Lan Hua turun kemedan perang mereka menolong para kaisar yang sudah kwalahan.
"Cepat suruh pasukan anda mundur Yang Mulia." Ucap Jenderal Fang Yin dengan nada tinggi pada Kaisar Xiang.
"Ta,, tapi." Kaisar Xiang terbata.
"Cepat tidak ada waktu lagi biar kami menghadapi mereka semua." Ucap Jendral Fang Yin.
Merekapun menurut dan memerintahkan semua pasukannya mundur digantikan oleh pasukan Lan Hua.
Pangeran Jixiang yang mendengarkan teriakan Jendral Fang Yin menyuruh pasukannya juga mundur..
"Ayah." kita harus mundur teriak Pangeran Jixiang.
__ADS_1
"Pergilah,, Ayah akan membantu Hua'er." Ucap Kaisar Feng ia berlari ke arah Lan Hua yang sudah menjauh melawan Tetua Klan Darah.
"Hua'er." Ucap Kaisar Feng.
Lan Hua mendengarkan Kaisar Feng terkejut.
bagaiman ia bisa tau batin Lan Hua..
Namun Lan Hua menghiraukan ucapan Kaisar Feng.
"Apakah Yang Mulia ingin menyerahkan tubuh anda pada orang brengsek seperti Dia. Cepat pergilah." Ucap Lan Hua dengan tegas.
"Heh gadis kecil kau ingin melawan orang kuat sepertiku. Hanya karna ada pedang iblis. Hah, sudah lama aku mencari pedang iblis ternyata jatuh pada gadis kecil sepertimu." Ucap Tetua Klan Darah tersenyum meremehkan
"Cih, aku tidak akan takut pada orang brengsek seperti anda." Ucap Lan Hua melotot tajam..
Lan Hua dan Tetua Klan saling beradu kekuatan. Sesekali Lan Hua menangkis pedang Tetua Hui.
Tanpa di sadari sebuah anak panah menuju ke arah Lan Hua.
Kaisar Feng melihat itu ia segera memeluk Lan Hua dari belakang. Ia jadikan tubuhnya sebagai tameng panah yang akan menancap di tubuh Lan Hua..
Lan Hua terkejut mendapat pelukan dari Kaisar Feng,,
"Hua'er maaf, apa kau tidak apa-apa?" tanya Kaisar Feng lemah.
"Ya, Yang Mulia." Ucap Lan Hua.
"Maaf, maafkan semua sikap ku." Lirih Kaisar Feng terbata-bata dengan suara lemahnya.
Lan Hua yang masih dalam pelukan Kaisar Feng dengan sigap ia memblokir pedang Tetua Hui dan menendang perutnya hingga terpental jauh.
Lan Hua membalikkan badannya ia menahan agar tubuh Kaisar Feng yang sudah melemas tidak terjatuh ke tanah dan berada di pangkuaanya..
Kaisar Feng menatap Lan Hua tersenyum ia memegang pipi Lan Hua.
"Hua'er maaf." Ucap Kaisar dengan mata berkaca kaca.
"Yang mulia kenapa anda melakukan ini?"
__ADS_1
"Ya aku men, cin, tai mu." Ucap Kaisar Feng. Kemudian ia tidak sadarkan diri.