
"Tidaaaakkkkkk!!!" teriak Lan Sing.
Kaisar Zing memberikan kode kepada kedua pengawalnya untuk melepaskan Lan Sing.
Seketika Lan Sing langsung lari menghampiri Pangeran Xio Han Si.ia mengangkat kepala Pangeran Xio Han Si ke pangkuannya.
"Gege bangunlah,, aku mohon bertahanlah,, bukankah Gege sudah berjanji akan menjaga ku." ucap Lan Sing menangis tersedu sedu.
Pangeran Xio Han Si membuka matanya ia mengangkat tangannya menghapus air mata Lan Sing.
"Ja,, ja,,ngan me,,,nangis Ge,,ge kuat." ucap Pangeran Xi Han Si terbata bata.
Kaisar Zing memalingkan wajahnya, ia tidak kuat melihat orang di cintainya harus berada dalam pelukan orang lain.
"Hah, aku mengaku kalah, kau hebat Pangeran Xio Han Si menaklukan hatinya." ucap Kaisar Zing mengepalkan tangannya "Sekarang pergilah, kalian bebas dan hiduplah bahagia,aku memang tau sebenarnya kalian hanya sebatas teman tapi kalian menyimpan sebuah perasaan.Permaisuri Lan Sing jika Kaisar Feng ingin menyerang Kekaisaran ku, tidak perlu menyerang aku akan mengaku kalah.memang ini semua salah ku." menghela nafas " Hari ini aku menyatakan Permaisuri Lan Sing terbebas dari tanggung jawab di Kekaisaran Zing." ucap Kaisar Zing lantang.
"Lihatlah aku su,,sudah bilang aa,,aakan membawa mu ke,,keluar." ucap Pangeran Xio Han Si kemudian tak sadarkan diri.
"Pengawal bawa Pangeran Xio Han Si dan panggilkan tabib." teriak Kaisar Zing yang melihat Pangeran Xio Han Si tak sadarkan diri.
Para pengawal pun membawa Pangeran Xio Han Si, sementara Lan Sing menurutinya dan mengikuti para pengawal yang memapah dan membawa Pangeran Xio Han Si.
__ADS_1
Sampai di sebuah ruangan para pengawal membaringkan tubuh Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing hanya bisa menangisi dan menangis.
beberapa menit kemudian..
Datanglah Tabib Istana ia langsung memeriksa denyut nadi Pangeran Xio Han Si.
selesai memeriksa Tabib Istana menumbukkan obat untuk luka Pangeran Xio Han Si.
"Kalian keluarlah" ucap Lan Sing tegas "Aku yang akan mengobatinya." ucap Lan Sing.
Para pelayan dan tabib meninggalkan Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si.
"Ada apa tuan? apa tuan membutuhkan obat? kenapa tuan menurut pada Kaisar Zing? sebenarnya aku bisa saja keluar dan menghanguskan Istana ini" ucap Red di dalam dimensi Lan Sing.
"Red, aku mengerti tapi sekarang tolong berikan aku obat untuk menyembuhkan luka Pangeran Xio Han Si." ucap Lan Sing menangis.
Kenapa tuan menjadi bodoh bukankah tuan bisa mengambilnya sendiri ternyata cinta bisa membuat orang pintar menjadi bodoh, orang bodoh menjadi pintar batin Red.
Lan Sing memegang kalungnya ia mengambil obat penyembuh luka Pangeran Xio Han Si.
__ADS_1
Lan Sing langsung membuka obatnya dan mengolesi luka di punggung Pangeran Xio Han Si lalu ia membalikkan tubuh Pangeran Xio Han Si dengan hati hati dan meminumkan obat pada Pangeran Xio Han Si.
Selesai memberikan obat Lan Sing duduk disampingnya menggenggam tangan Pangeran Xio Han Si.
"Gege sadarlah, kau berhasil membuat ku keluar dari Istana ini." ucap Lan Sing mencium tangan Pangeran Xio Han Si "kau tau aku juga mencintai mu, tolong sadarlah." ucap Lan Sing mengelus pipi kasar Pangeran Xio Han Si.
Pada Malam harinya.
Lan Sing tetap berjaga disamping Pangeran Xio Han Si hingga tertidur.
selang beberapa saat Pangeran Xio Han Si membuka matanya.ia merasakan ada tangan yang menggenggamnya kemudian ia menoleh dan tersenyum.
Tangan kanan Pangeran Xio Han Si bergerak mengelus kepala Lan Sing.
Lan Sing merasakan ada yang mengelusnya.lalu ia membuka matanya.
"Gege." ucap Lan Sing tersenyum dan menangis "syukurlah Gege sudah sadar." ucap Lan Sing menghapus air matanya sendiri.
Pangeran Xio Han Si tersenyum "tenanglah Gege tidak apa apa."
"Apa Gege tau? Gege membuatku khawatir, kenapa Gege melakukan hal yang membahayakan Gege." ucap Lan Sing cemberut.
__ADS_1
"Bukankah harus ada pengorbanan untuk orang yang dicintai." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum mengelus pipi Lan Sing.
"Ekhem Gege berhentilah menggoda ku." ucap Lan Sing, ia langsung menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.