Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 3 : Hanya lumayan


__ADS_3

Ke esokan paginya,


Terlihat hadis cantik dengan penuh keringat dan kerja keras. Sesekali pelayan setianya menyeka keringat di dahinya itu. Bahkan para pelayan dapur tidak di perbolehkan untuk membantunya. Kali ini ia akan masak dengan tangan sendiri.


"Putri Mahkota, biar hamba dan yang lainnya melanjutkan hidangan ini," ucap pelayan setia di sampingnya itu, ia tidak tega melihat junjungannya.


"Sudahlah, diam saja. Ini adalah tugas ku. Lagi pula aku senang melakukannya," jawab wanita itu di iringi senyuman yang mengembang.


Satu jam ia berkutik di dapur, membuat para pelayan menahan nafsu makannya. Melihat hidangan tertera di meja. Jiwa laparnya pun meronta-ronta. Ingin sekali para pelayan langsung menyantapnya.


"Akhirnya selesai juga," ucap Putri Mahkota Qi Luxia seraya menyeka keringat di dahinya dengan lengan kanan nya. I


Putri Mahkota mengalihkan pandangannya, melihat pelayan yang mulai ngiler. Ia terkekeh, "Jangan khawatir, aku memasak lebih. Kalian boleh memakannya." ucap Putri Mahkota Qi Luxia tersenyum.


"Tapi Putri Mahkota kami tidak pantas mendapatkannya, bahkan kami tidak ikut membantu Putri," ucap Ketua pelayan dapur merasa tidak nyaman jika menerimanya begitu saja.


"Sudahlah, sisanya untuk kalian."


"Putri Mahkota, sebaiknya kita harus cepat menghidangkannya." usul pelayan An.


"Tapi aku harus membersihkan dulu. Tubuhku bau asem." ucap Putri Mahkota Qi Luxia mencium ketiaknya.


"Hormat hamba, Putri Mahkota." ucap salah satu pelayan menunduk hormat, "Hidangan yang Putri Mahkota buat. Telah di tunggu oleh Putra Mahkota."

__ADS_1


"Baiklah, sebaiknya kalian membawanya. Aku harus membersihkan tubuhku dulu,"


"Maaf Putri Mahkota. Putra Mahkota juga menunggu kehadiran Putri Mahkota. Hamba mohon Putri Mahkota."


Putri Mahkota Qi Luxia menghela nafas, jika ia menolak sudah pasti pelayan di depannya akan mendapatkan hukuman.


"Baiklah," ucapnya pasrah.


Sesampainya di kediaman Putra Mahkota.


Putri Mahkota Qi Luxia langsung masuk di ikuti para pelayan yang membawa nampan berisi hidangan. Ia melihat seorang laki-laki memakai hanfu putih polos tengah duduk menatap ke arahnya. Sudah pasti ia di tunggu sedari tadi. Hingga menyuruh pelayannya memanggilnya di dapur istana.


Ada rasa gugup dan takut. Gugup jika ia harus berhadapan dengan orang yang ia cintai. Takut jika hidangan yang ia siapkan tidak sesuai selera do mulutnya. Tapi untungnya ia tidak membuat para pelayan membantunya, jika mereka membantu dan tidak sesuai seleranya pasti mereka juga akan mendapatkan hukuman.


"Hidangkan," ucapnya datar.


Para pelayan pun bergiliran menaruh isi nampan itu. Terlihat hidangan bebek peking, Burung puyuh yang di bakar, daging angsa, Jiozi, pangsit, daging ayam panggang, daging rusa, nian gao, dan bakpao.


glek


Wangi hidangan itu membuat perut Putra Mahkota meronta-ronta. Tanpa basa basi lagi, ia langsung mengambil sumpit dan mencicipi bebek peking.


Putra Mahkota Yuan Feng membulatkan matanya, rasanya yang pas di lidah membuatnya kembali mencoba masakan yang lainnya.

__ADS_1


"Putra Mahkota, apa hidangannya tidak enak,"


Ekhem,


Ekhem,


"Hanya lumayan," ucapnya kembali dengan wajah datar.


"Putra Mahkota jika tidak enak, hamba bisa menggantinya dengan yang lain."


"Siapa bilang tidak enak hanya lumayan, dan kau kenapa masih berdiri. Cepat temani aku makan." perintahnya dengan tegas.


"Tapi Putra Mahkota," ucap Putri Mahkota yang kelihatan ragu.


"Apa kau berani menolak perintahku?"


"Hamba akan melakukannya Putra Mahkota," ucap Putri Mahkota Qi Luxia seraya duduk di depan Putra Mahkota.


Salah satu pelayan menyiapkan nasi dan sumpit untuk Putri Mahkota. Sedangkan Putra Mahkota ia langsung kembali menyantap berbagai hidangan yang tersaji.


Apa Putra Mahkota kelaparan? melihat ia makan saja terasa tidak mengunyah dan langsung di telan batin Putri Mahkota melihat ke arah Putra Mahkota Yuan Feng yang sedang fokus menyantap hidangan itu.


Putri Mahkota mengambil sumpitnya, hidangan pertama yang ia cicipi adalah daging angsa.

__ADS_1


Sejenak ia melirik ke arah Putra Mahkota, "Makanan seperti ini, Putra Mahkota bilang hanya lumayan. Yang benar saja, memangnya lidahnya terbuat dari batu. Tidak bisa membedakan mana yang enak dan lumayan," batin Putri Mahkota Qi Luxia kesal. Lalu kembali menyantap yang lainnya.


__ADS_2