Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 3 : Mengejar Cinta Pria Dingin


__ADS_3

"Maaf Ibunda. Jika perkataan hamba membuat Ibunda tidak nyaman," ucap Putri Mahkota Qi Luxia dengan nada bersalah.


"Tidak ada yang salah dengan perkataan Putri Mahkota," jawab Lan Hua tersenyum.


"Baiklah, Ibunda. Hamba permisi dulu."


Putri Mahkota Qi Luxia berkowton dan berlalu pergi. Tidak sampai di kediamannya, Putri Mahkota Qi Luxia berpapasan dengan dengan Putra Mahkota Yuan Feng.


"Hormat hamba, Putra Mahkota." ucap Putri Mahkota Qi Luxia.


Putra Mahkota Yuan Feng hanya diam saja, mengabaikanya. Ia menganggap orang di depannya hanyalah angin lewat.


Kapan Putra Mahkota akan menganggap hamba ada? batin Purtri Mahkota Qi Luxia memandang punggung Putra Mahkota Yuan Feng yang mulai menjauh.


Sementara Putra Mahkota Yuan Feng menuju ke arah gerbang istana. lalu menaiki kudanya, ia bermaksud menemui Huang Xue Na dan sesuai janjinya membawa pelayan dan seorang pengawal kepercayaannya.


Sesampainya di penginapan, Putra Mahkota Yuan Feng menuju ke arah kediaman Huang Xue Na.


"Huang," panggil Putra Mahkota Yuan Feng di luar pintu.

__ADS_1


krek


"Yuan","


Huang Xue Na yang melihat kedatangan Putra Mahkota Yuan Feng, ia langsung memeluknya dengan erat.


"Yuan, aku sangat merindukan mu." lirihnya.


Sementara Putra Mahkota Yuan Feng merasa risih, apalagi ia melihat tatapan terkejut pelayan dan pengawalnya yang ia bawa dari istana untuk melayani Huang Xue Na.


*Apa dia kekasih Putra Mahkota batin pelayan.


Putra Mahkota Yuan Feng melepaskan pelukannya, "Huang aku datang kesini sesuai janjiku, mereka adalah pengawal dan pelayan mu. Dan kalian," Putra Mahkota Yuan Feng melihat ke arah pelayan dan pengawal itu, "Jaga baik-baik Nona kalian." ucap Putra Mahkota Yuan Feng.


"Baiklah, aku harus pergi." ucap Putra Mahkota Yuan Feng hendak membalikkan badannya. Namun Huang Xue Na memegang lengannya.


"Tunggu Yuan, bisakah kamu disini, aku sangat merindukan mu dan ya, aku bosan di penginapan ini. Aku hanya ingin keluar bersama mu,"


"Hem, baiklah. Tapi hanya sebentar saja." ucap Putra Mahkota Yuan Feng.

__ADS_1


Merekapun keluar penginapan di ikuti pelayan dan pengawal tadi. Sesekali Huang Xue Na mencicipi jajaran kue yang di tawarkan para pedagang. Dan sering kali pula Huang Xue Na menyuapi Putra Mahkota Yuan Feng. Bahkan Putra Mahkota Yuan Feng tidak pernah menolaknya, justru mereka tertawa bersama.


Sementara pengawal dan pelayan yang mengikutinya hanya merasakan jijik melihat Huang Xue Na yang menempel lekat di lengan Putra Mahkota Yuan Feng.


"Aku kasihan terhadap Putri Mahkota," ucap pengawal melihat Putra Mahkota Yuan Feng dan Huang Xue Na dari jauh.


"Benar, jika bukan karna Putra Mahkota Yuan Feng. Aku juga tidak mau menjadi pelayannya. Sebenarnya Putri Mahkota itu kurang apa bagi Putra Mahkota. Sudah cantik, lemah lembut." ucap pelayan.


"Hah, kita bisa apa? kita hanya pengawal dan pelayan rendahan. Kita tidak punya kemampuan untuk menegurnya."


"Lagipula kita masih sayang dengan nyawa kita, tapi jika boleh memilih. Aku lebih mengabdikan diriku untuk Putri Mahkota."


"Benar, kita hanya perlu mengawasi wanita ini." ucap pengawal.


Sedangkan dari jauh, sepasang mata melihat Putra Mahkota Yuan Feng dan Huang Xue Na dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Permaisuri, bukankah itu Putra Mahkota. Lalu siapa gadis di sampingnya?" tanya pelayan di sampingnya dengan penuh keheranan.


Siap dia? apa hubungannya dengan Putra Mahkota?

__ADS_1


__ADS_2