
Pada malam harinya sesudah menghadiri acara perjamuan makan malam. Lan Sing menghabiskan waktu malamnya membaca buku ditemani Hee Jia.
Karna bosan Lan Sing keluar kediamannya menuju taman.
sampai di taman ia duduk menyendiri memandangi sang bulan yang sangat terang.
di bawah sinar Bulan wajah Lan Sing terlihat jelas kecantikan wajahnya, seakan sang Bulan cemburu akan kecantikannya.tanpa di sadari dari kejauhan Kaisar Zing memerhatikannya.
Keindahan yang langka batin Kaisar Zing.
Kaisar Zing tak mampu menahan dirinya yang mengagumkan kecantikan Lan Sing akan terpesonanya tanpa ia sadari menghampiri Lan Sing.
"Ehem."
derheman Kaisar Zing menyadarkan lamunan Lan Sing.
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Lan Sing.
"Tidak perlu seformal itu." ucap Kaisar Zing menatap Lan Sing tersenyum.
"Apakah Bulannya indah? tapi menurutku tak seindah wajah mu." ucap Kaisar Wuchen menatap Lan Sing.
Deg,,,jantung Lan Sing seakan meledak
Wajah Lan Sing memerah ia tersipu malu atas ucapan Kaisar Zing. Lan Sing memang mengagumi ketampanan Kaisar Zing walaupun tak setampan kedua Gegenya.
Selama ini Lan Sing selalu menutup hatinya entah berapa banyak lamaran ia tolak, tapi bersama dengan Kaisar Zing hatinya terasa menghangat.
"Jangan kaku anggap saja aku Gege mu." ucap Kaisar Zing.
Kau sangat cantik tapi kau adalah bidak caturku untuk membalaskan dendam ku,setelah aku mendapatkan mu.aku akan membuat mu menderita.aku akui aku kalah dalam kultivasi kaisar Feng dan Permaisuri Lan Hua tentunya aku juga yakin kau bukan gadis biasa tapi seberapa kuat seseorang terletak pada kelemahan hatinya batin Kaisar Zing.
Lan Sing dan Kaisar Zing terus berbincang diselangi canda tawa.
Sementara di Kediaman Naga.
Lan Hua dan Kaisar Feng mengadakan pertemuan dengan kedua Putranya.
__ADS_1
"Ada apa Ibunda?" ucap Pangeran Yuan menatap Ibundanya dan meminum tehnya.
"Iya Ibunda ada apa?" ucap Pangeran Jixiang.
"Ehem, sebenarnya Ayahanda dan Ibunda bermaksud ingin menjodohkan kalian." ucap Kaisar Feng menatap kedua putranya.
byurr..
Pangeran Yuan yang mendengarkan Ayahnya langsung menyemburkan tehnya.
"Pangeran Yuan." ucap Lan Hua menatap tajam.
"Apa Ayah ingin menjodohkan kita." ucap Pangeran Yuan Feng yang terkejut " tidak Ayah, aku tidak mau sebaiknya Gege saja kalau perlu nikahkan saja kedunya." ucap Pangeran Yuan Feng.
Pangeran Jixiang hanya menunduk.
"Baiklah jika memang Ayahanda dan Ibunda sudah memutuskannya, Jie'er akan berusaha membuka hati Ji'er untuk salah satu dari mereka." ucap Pangeran Jixiang menghela nafas.
"Mulai besok cobalah untuk menerima kehadiran mereka, Ibunda rasa sudah waktunya kau menikah.selama ini kau selalu menolak tentang perjodohan." ucap Lan Hua.
"Tenanglah Ibunda, setelah aku menikah, aku akan membuat cucu yang banyak untuk Ibunda." ucap Yuan Feng terkekeh.
Singkat cerita.....
Selama dua hari Pangeran Jixiang sering mengobrol dengan Putri Xio Ji Li dan Putri Xio Ji Yu.
Sementara Lan Sing sering menghabiskan waktunya dengan Kaisar Zing.
Seiring berjalannya waktu Kaisar Zing menyatakan lamaran pada Lan Sing dan Pangeran Jixiang akan menikahi Putri Xio Ji Li.
Kini Dua hari telah berlalu Kemeriahan berada di aula Kekaisaran Feng yang akan melaksanakan pernikahan Pangeran Jixiang dan putri Xio Ji Li.
mereka berdua berada di altar mengucapkan sumpah pernikahan.
setelah selesai acara pernikahan kini pengantin melaksanakan ritual pengantinnya di dalam kediaman Pangeran Jixiang.
Di sisi lain di aula Kaisar Zing merencanakan pernikahannya dengan Putri Lan Sing yang akan dilaksanakan dua hari lagi.
__ADS_1
Kaisar Xio menatap tajam ke arah Kaisar Zing,ia ingin menghentikan pernikahan tersebut dan memberi taukan semuanya tapi ia tidak memiliki bukti.
Kaisar Zing yang ditatap tersenyum menyeringai.
"Ehem." derheman Lan Hua menghentikan tatapan mereka.
"Baiklah aku ingin berbicara berdua dengan putriku." ucap Lan Hua " Lan'er ikutlah Ibunda." ucap Lan Hua meninggalkan mereka menuju kediamannya di ikuti Lan Sing.
Sampai di kediamanya Lan Hua menatap putrinya.
"Lan'er apa kau yakin? akan menikah dengan Kaisar Zing, kau tau, kau baru mengenalanya." ucap Lan Hua menatap Putrinya.
"Entahlah Ibunda aku merasa nyaman bersamanya." ucap Lan Sing.
"Lan'er, Ibunda tidak pernah memaksa apa yang ingin kau lakukan selama tidak membahayakan hidup mu dan Ibunda memiliki satu pesan untuk mu, jangan pernah memberikan seluruh hati mu.dia seorang Kaisar, tidak mudah menjadi seorang Kaisar, kelak kau akan bertemu dengan namanya selir." ucap Lan Hua mengelus kepala putri Lan Sing.
"Tapi Lan'er yakin Ibunda dia tidak akan mengecewakan Lan'er." ucap Lan Sing menunduk.
Lan Hua menghela nafas, entah kenapa ia merasa ragu, tapi bagaimanapun juga demi kebahagian putrinya.Lan Hua menuju riasannya mengambil sebuah kotak.
"Lan'er, ambilah suatu saat kau akan membutuhkannya." ucap Lan Hua menyodorkan sebuah kotak pada Lan Sing.
"Apa ini Ibunda?"tanya Lan Sing keheranan.
"Bukalah." ucap Lan Hua.
Lan Sing membuka kotak itu,isinya sebuah kalung yaitu ruang dimensi Lan Hua.
"Ibunda ini." ucap Lan Sing menyentuh kalung surgawi.
tanpa basa basi Lan Hua menusuk jari Lan Sing dan meneteskan darahnya pada kalung surgawi.
"Kalung ini sekarang milikmu, pergunakanlah dengan baik.jika ada sesuatu yang mendesak,mintalah bantuan Red, di dalam kalung ini ada Red, Lan'er bisa bercakap dengan Red tanpa diketahui siapa pun dan kalung ini tidak akan bisa dilihat oleh siapa pun." ucap Lan Hua mengalungkan di leher Lan Sing.
"Ingat kau tidak boleh menyerahkan seluruh hatimu pada Kaisar Zing Juan, jika suatu saat nanti ia mengecewakan mu, kau tidak akan terlalu jatuh, jika ia menyakitimu jangan pernah keluarkan air matamu, Ibunda selalu mendukung mu." ucap Lan Hua memeluk Lan Sing.
"Baik Ibunda Lan'er akan selalu mengingatnya." ucap Lan Sing disela tangisannya.
__ADS_1