Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Jatuh keperangkap sensdiri


__ADS_3

Karna bosan Selir Fu keluar kediamannya berniat ke taman.


Sampai di taman ia melihat Lan Sing sendirian tanpa para pelayan.


Selir Fu tersenyum sinis.


"Kau beritau pada Kaisar Zing bahwa aku terluka dan bawa Kaisar Zing kesini." ucap Selir Fu pada pelayan Ling, pelayan kepercayaannya.


''Baik, Yang Mulia" ucap Ling.


Selir Fu mendekati Lan Sing


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Selir Fu.


Lan Sing meliriknya dan mengabaikannya.


"Bagaimana kabar ynag mulia setelah di hukum?apakah rasanya menyenangkan?" ucap Selir Fu tersenyum sinis.


Lan Sing menatap selir Fu.


"Sangat menyenangkan apa ada masalah." ucap Lan Sing menatap Selir Fu.


"Oh benarkah, apa anda tau yang mulia tidak mencintai anda? apa anda tau yang mulia hanya mempermainkan anda? "


"Maksud mu balas dendam." ucap Lan Sing tersenyum sinis.


deg


Bagaimana ia tau batin selir Fu.


Ia terkejut ucapan Lan Sing.


"Jika Permaisuri tau kenapa anda masih disini."


"Aku hanya ingin bermain main dengan mu." ucap Lan Sing.


Selir Fu melihat pelayannya memberikan kode.

__ADS_1


ia tersenyum sinis. Ia langsung menampar pipi kirinya dan pura pura terjatuh.


hiks


hiks


hiks


"Permaisuri kenapa anda melakukan ini, apa salah hamba." ucap Selir Fu menangis tersedu sedu.


"Jika Yang Mulia Permaisuri membenci hamba, hamba akan pergi dari Istana ini." ucap Selir Fu beranjak pergi.


Lan Sing mengernyitkan dahinya ia tidak mengerti.


"Fu'er." teriak seseorang dari kejauhan yang tak lain adalah Kaisar Zing. Ia berlari menuju Selir Fu yang menangis. Kaisar Zing melihat pipi Selirnya ada bekas tamparan dan menatap tajam pada Lan Sing.


Sementara Yoon kaget mendengar teriakan Kaisar Zing dan berlari menuju Lan Sing yang ia tinggalkan sendiri karna Lan Sing memintanya .


Sampai di taman ia melihat Kaisar Zing menatap tajam pada Lan Sing.


"Ya, Yang Mulia, hamba akan pergi dari sini. Hamba tidak akan merusak kebahagian Yang Mulia." ucap Selir Fu menangis dipelukan Kaisar Zing.


"Ada apa menatap ku? apa kau kira aku yang melakukannya." ucap Lan Sing.


"Apa kau lakukan padanya? apa kau sudah gila hingga menamparnya seperti ini, kau bisa membenciku tapi jangan Selir Fu. Dia tidak tau apa apa." teriak Kaisar Zing.


"Apa kau percaya?" ucap Lan Sing tersenyum sinis sementara hatinya bagaikan kobaran api yang siap menerkam manusia di depannya.


"Jelas aku percaya, hanya ada kau disini." teriak Kaisar Zing.


Lan Sing menggeleng gelengkan kepalanya.


"Sangat cocok." ucap Lan Sing melipatkan tangan di dadanya.


"Tapi aku tidak bersalah." ucap Lan Sing tersenyum.


"Tidak bersalah apa maksud mu hah. Jelas jelas kau bersalah." ucap Kaisar Zing wajahnya mulai memerah padam.

__ADS_1


Lan Sing mengelus ngelus telapak tangannya.


"Aku bisa membuktikannya tapi akan terasa sakit." ucap Lan Sing melewati Kaisar Zing dan mendekati Selir Fu.


Plaaaakkkkkk...


Tamparan keras di pipi Selir Fu hingga ia jatuh ke tanah dan daran mulai keluar dari bibirnya.


Kaisar Zing terkejut


"Lan Sing." teriak Kaisar Zing menghampiri Selir Fu membantunya berdiri.


"Kau." ucap kaisar Zing menahan amarahnya.


"Apa mau menampar ku juga, ini tamparlah." ucap Lan Sing menujuk pada pipinya.


Kaisar Zing hanya bisa mengepalkan tangannya.


"Yang Mulia sebelum anda menyalahkan orang. Seharusnya anda menyelidiki dulu. mana yang salah dan mana yang benar.


anda bisa lihat sendiri bukan tamparan di wajah Selir Fu." ucap Lan Sing.


Kaisar Feng mendengarkan Lan Sing ia memperhatikan bekas tamaparan di wajah Selir Fu.


"Pipi kiri Selir Fu sendiri yang menamparnya dan pipi kanan, aku yang menamparnya. Anda bisa membedakan apakah telapak tangannya sama, jelas jelas telapak tangan ku lebih besar dari telapak tangan Selir Fu." ucap Lan Sing memutar bola matanya.


Kaisar Zing memperhatikannya ternyata benar ada kejanggalan.


"Fu'er." ucap Kaisar Zing menatap tajam Selir Fu.


"Yang Mulia hamba tidak berani berbohong, Yang Mulia bisa lihat sendirikan jelas jelas Permaisuri menampar hamba, Yang Mulia juga tau jika hanya ada Permaisuri disini." ucap Selir Fu menangis tersedu sedu meyakinkan Kaisar Zing.


"Yoon." teriak Lan Sing menjulurkan lengannya.


Yoon mengerti dan memberikan sapu tangan pada Lan Sing.


Ia membersihkan telapak tangannya dengan sapu tangan itu dan membuagnya ke segela arah.

__ADS_1


Kaisar Zing terkejut apa yang dilakukan Lan Sing. Sementara Selir Fu menahan amarahnya atas perlakuan Lan Sing seakan jijik menyentuh kulitnya.


"Urusan ku disini sudah selesai. Selir Fu jika ingin menjatuhkan ku gunakan otak mu agar tidak jatuh keperangkap sendiri dan yang mulia Kaisar Zing yang terhormat aku Lan Sing tidak butuh permintaan maaf mu dan juga aku sangat gila dan bodoh menerima suami seperti mu." ucap Lan Sing meninggalkan mereka menuju kediamnya.


__ADS_2