
"Kami akan menunggunya Nona."
Lan Hua tersenyum. "Anak yang berbakti."
"Nona bolehkah aku tau nama mu." Ujar Pangeran Hongli. Ia begitu penasaran dengan wanita misterius di depannya.
"Buat apa? toh nama ku juga nama orang." Ucap Lan Hua datar.
"Kau sungguh lucu Nona." Ucap Pangeran Hongli tertawa. Wajah Lan Hua begitu menggemaskan baginya, tangannya gatal ingin mencubit hidungnya.
"Ini berikan pada mereka." Ujar Lan Hua menyodorkan ikan bakarnya.
"Terima kasih." Ucap Pangeran Hongli dengan senang hati menerimanya.
Lan Hua berdiri, ingin meninggalkan Pangeran Hongli. Namun Pangeran Hongli menghentikannya.
"Nona mau kemana?"
"Kemana saja asalkan bukan ke angkasa." ucap Lan Hua langsung pergi meninggalkan Pangeran Hongli yang ke bingungan.
Apa itu kasa batin Pangeran Hongli,,
Pangeran Hongli menggeleng, kemudian mengikuti Lan Hua meninggalkan tempat itu sambil membawa ikan bakar untuk Kaisar Zhang dan Jenderal Phan.
Di Gua
Kaisar Zhang dan Jenderal Phan tubuhnya lumayan membaik berkat ramuan yang di berikan Lan Hua bereaksi dengan sangat cepat.
"Pangeran dimana gadis itu?" tanya Kaisar Zhang menatap Pangeran Hongli yang menuju ke arahnya.
"Dia pergi Gege tidak tau kemana." Jawab Pangeran Hongli.
"Apa kau sudah tau namanya? aku ingin mengucapkan terima kasih." Ucap Kaisar Zhang.
"Entah lah, aku sudah menanyakan namanya tapi dia tidak menjawab. Gege, gadis itu tidak mudah di dekati. Tidak seperti gadis lainnya." Ucap Pangeran Hongli membayangkan wajah Lan Hua.
__ADS_1
"Emmm, Gege gadis itu juga bilang Bunga Aster putih seminggu lagi mekar." Tutur Pangeran Hongli menyodorkan ikan di tangannya pada Kaisar Zhang dan Jenderal Phan.
"Darimana gadis itu tau? apa dia hidup di hutan ini?" tanya Jenderal Phan.
"Benar, berarti gadis itu bukan orang biasa. Aku tidak bisa melihat tingkat Kultivasinya bahkan dia bisa mengalahkan pembunuh yang berasal dari Klan Iblis." Jelas Kaisar Zhang mengingat pertarungan sengit itu.
"Kita harus mencarinya." Ujar Kaisar Zhang.
"Benar aku juga ingin minta maaf atas ucapan ku yang tadi." Timpal Jenderal Phan. Hatinya menyesal sudah tidak sopan, bahkan gadis itu masih mau menolongnya.
Pangeran Hongli dan Jenderal Phan menghilangkan formalitasnya pada Kaisar Zhang ketika hanya ada mereka bertiga..
Merekapun menghabiskan ikan bakar yang Lan Hua berikan hingga ludes tidak tersisa, yang tersisa hanya tulangnya.
Kaisar Zhang tingkat Kultivasi : 53.
Jenderal Phan tingkat Kultivasi : 45.
Pangeran Hongli tingkat Kultivasi : 50.
Di GUNUNG WU.
Seminggu lebih telah berlalu, seminggu lebih pula Kaisar Feng menunggu balasan surat dari istana. Ada rasa senang di hatinya, ia akan menerima balasan dari kedua istrinya yang paling menonjol di hatinya, ia tidak sabar menunggu balasan surat dari Permaisurinya.
"Hormat hamba, Yang Mulia. Ada balasan surat dari istana." Ucap Pengawal.
Kaisar Feng langsung menghentikan aktivitasnya, dengan girangnya Kaisar Feng melihat surat itu namun ia bingung hanya ada satu surat.
"Kenapa hanya ada satu surat? bukankah seharusnya ada dua surat." tanya Kaisar Feng keheranan.
"Mohon maaf Yang Mulia, hamba tidak tau." Ucap Pengawal.
Kaisar Feng mengambil surat itu dan membacanya ternyata dari Selir Mei.
"Apa kau memberikan surat yang telah aku buat untuk Permaisuri?" tanya Kaisar Feng memastikan. Ia menatap lesu surat di tangannya.
__ADS_1
"Hamba sudah memberikannya Yang Mulia." Jawab Pengawal..
Kenapa Permaisuri tidak membalas surat ku batin Kaisar Feng.
Ia mendesah kesal karna tidak mendapatkan balasan surat dari Permaisurinya.
"Feng'er kau kenapa? terlihat murung." tanya Guru Xi menghampiri Kaisar Feng.
"Tidak ada Guru." Jawab Kaisar Feng dengan singkat.
"Jangan membohongi ku. Aku tau kau ada masalah, ceritakan saja pada Guru mu ini." Ucap Guru Xi..
hah.
"Permaisuri tidak membalas surat ku Guru." Ujar Kaisar Feng dengan wajah di tekuk.
"Maksud mu Permaisuri Lan Hua?" tanya Guru Xi memastikan. Kaisar Feng hanya menganggukinya.
"Feng bukankah dulu kau membencinya?" tanya Guru Xi.
"Hah, entahlah Guru. Aku tidak tau ada apa dengan ku." Ucap Kaisar Feng menghela nafas.
"Feng'er sepertinya kau mulai mencintai Permaisuri Lan Hua." Ucap Guru Xi.
"Entahlah Guru." Ucap Kaisar Feng seraya menatap langit.
"Berjuanglah jika kau mencintainya,, karna dulu kau terlalu menyakitinya." Ucap Guru Xi. Ia tidak merasa yakin, Permaisuri Lan Hua memaafkannya begitu saja. Yang ia khawatirkan, Kaisar Feng akan kembali menyakitinya. Maka akan sulit membuatnya menerimanya kembali.
"Aku menyesal Guru bahkan Lan Hua sempat membenciku, aku berusaha agar baikan. Seminggu aku baikan, tapi aku harus meninggalkannya. Bahkan Hua'er masih menjaga jarak dari ku Guru."
"Dia terlalu kecewa pada mu Feng. Aku sudah pernah menasehati mu jangan terlalu menyakiti wanita karna hati wanita rapuh Feng. Perbaiki kesalahan mu, aku yakin Permaisuri Lan Hua pasti memberikan mu kesempatan. Jadi jangan mengecewakannya lagi." ucap Guru Xi menepuk bahu Kaisar Feng.
"Kau harus secepatnya meningkatkan Kultivasi mu. Jika kau merindukan Permaisuri mu."
"Iya Guru aku akan berusaha,, aku akan secepatnya berangkat ke Hutan Kematian." Ucap Kaisar Feng.
__ADS_1
"Jika kau ke Hutan Kematian tingkat Kultivasi mu harus 90 ke atas, berusahalah Feng." ucap Guru Xi meninggalkan Kaisar Feng.