
Kisah Putri Lan Sing yang harus memilih pasangan hidupnya antara anak Tetua Hui dan Pangeran Buruk Rupa.
_______________________
14 tahun telah berlalu semenjak pertemuan mereka di Istana Bunga. Kini Putri Lan Sing tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, tegas dan pemberani yang diwarisi oleh Ibundanya dan juga Ayahnya. Putri Lan Sing di usia masih muda, ia mewarisi tingkatan Kultivasi Lan Hua dan memiliki satu hewan Legenda yaitu Red sang Burung Phoenix
Dan Pangeran Jixiang ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan diseluruh Kekaisaran Feng memiliki sifat dingin, tegas dan pemberani. Ia juga mewarisi Kultivasi Lan Hua dan memiliki hewan Legenda yaitu Dragon.
Karna usia Lan Hua yang tidak lagi muda,ia memberikan kedua hewan Legenda itu pada Putra dan Putrinya.
sementara Pangeran Jixiang menjadi tuan Rexi.
sebelum memberikan kedua Hewan Legenda itu Lan Hua menyeleksi Putra dan Putrinya dengan ketat. Karna bukan sembarangan orang yang akan menjadi tuan mereka tentunya tingkatan Kultivasi harus tinggi.
Sementara 14 tahun ini terdapat Dua Kekaisaran baru yaitu Kekaisaran Zing Juan dan Kekaisaran Xio Xuwen.
Kekaisaran Zing Juan kekaisaran yang di duduki oleh Kaisar Zing anak dari Tetua Hui, yang masih muda dan juga terkenal ketampananya. Kekaisaran ini berteman baik dengan semua Kekaisaran yang lainnya.tapi Kekaisaran Zing memiliki maksud terselubung.
Kekaisaran Xio Xuwen Kekaisaran yang dipimpin oleh Kaisar Xio yang hanya memiliki satu Istri dan memiliki Dua putra dan Dua putri. Kekaisaran Xio juga memiliki hubungan baik dengan semua Kekaisaran...
Pavilium Melati.
Sang matahari menjemput pagi,sang burung pun bernyayi dengan riangnya di dahan pohon Mei Hua.
terlihat seorang gadis yang masih asik dengan tidurnya.
"Nona, Nona bangun, ini sudah pagi." ucap pelayan Hee Jia mengguncangkan tubuh Lan Sing.
Lan Sing menganggap Hee Jia adalah temennya karna sedari kecil Lan Hua menjadikan pelayan putrinya sekaligus teman Putrinya.
Hee Jia seorang anak yatim piatu,ia di bawa oleh Lan Hua ketika Hee Jia menangis di jalanan. Karna merasa iba Lan Hua membawanya ke Istana.
"His, aku masih ngantuk." ucap Lan Sing menarik selimutnya, menutupi semua tubuhnya.
"Nona cepat bangun, bagaimana jika Putra Mahkota datang kesini? Nona tidak mau kan sampai disiram." ucap Hee Jia terkekeh ketika mengingat Lan Sing yang sulit dibangunkan. Karna kesal Putra Mahkota mengambil air dan memercikkan ke wajah Lan Sing.
mendengar perkataan Hee Jia, Lan Sing lansung turun.
"Baiklah siap kan aku air." ucap Lan Sing bergegas mandi.
__ADS_1
Hee Jia hanya terkekeh dan melaksanakan perintah Lan Sing.
selesai mandi Lan Sing langsung menuju ke ruang makan. Ia melihat Ayahanda dan Ibundanya serta Gegenya.
huft untung tidak terlambat batin Lan Sing
Ia duduk di samping Ibundanya.
Kaisar Feng memecahkan keheningan.
"Besok kita akan kedatangan tamu dari Kekaisaran Zing Juan dan Kekaisaran Xio Xuwen, mereka datang kesini untuk membahas tentang hubungan kerja sama antar kerajaan." ucap Kaisar Feng.
"Emm Ayah bolehkan aku keluar." ucap Lan Sing.
"Lan'er kenapa kau selalu keluar Istana?apa perlu Ibunda mengikat mu?" tanya Lan Hua melotot tajam pada putrinya.
"Hua'er biarkan saja." ucap Kaisar Feng menatap Lan Sing tersenyum.
"Yang Mulia kenapa kau selalu memanjakannya?" tanya Lan Hua menatap Kaisar Feng yang tersenyum.
"Biarkan saja, dia putriku." ucap Kaisar Feng terkekeh melihat Lan Hua yang menahan amarahnya.
"Apa!" ucap Lan Hua terkejut. Ia tidak menyangka jika ke dua putranya mendukung Kaisar Feng.
"baiklah terserah kalian, tapi kalian harus menjaga diri kalian baik baik jika diluar Istana." ucap Lan Hua pasrah.
selesai makan Putri Lan Sing dan ke Dua Gegenya menuju pasar.tak lupa juga mereka menyamar menjadi rakyat biasa.
sampai di pasar.
Putri Lan Sing di ikuti pelayannya langsung ketempat para pedagang yang menjual berbagai macam kue. Sudah berapa banyak tempat makan ia kunjungi hanya mencicipi berbagai macam kue.
Sementara ke dua Gegenya sibuk dengan urusan masing masing.
Tanpa di sadari Putri Lan Sing menabrak seorang pemuda.
Brukk..
"Ah maaf, aku tidak sengaja." ucap Putri Lan Sing.
__ADS_1
"Pemuda itu melirik di bawah tudung bambungnya."
"Nona ayo cepat, hari mulai sore kita harus bertemu dengan ke dua Gege nona." ucap Hee Jia.
"Aduh hampir lupa." ucap Putri Lan Sing meninggalkan pemuda itu.
Setelah kepergian Putri Lan Sing pemuda itu menatap punggung Putri Lan sing dari kejauhan.
cantik batin pemuda itu
"Pangeran, apa pangeran tidak apa apa?" ucap pengawalnya.
"Aku tidak apa apa." ucap seorang pemuda berlalu pergi.
Beberapa menit kemudia Lan Sing bertemu dengan ke dua Gegenya. Putri Lan Sing langsung menggeliat manja ke lengan Pangeran Jixiang.
Pangeran Jixiang hanya tersenyum.
"Gege aku ingin kue." ucap Lan Sing menatap Pangeran Jixiang.
"Itu tempat makan kita kesana." ucap Pangeran Jixiang mengacak pucuk kepala Lan Sing.
Lan Sing dengan mata berbinar langsung masuk ke tempat makan, sementara Pangeran Yuan me
Putri Lan Sing dan ke Dua Gegenya memasuki tempat makan.
"Gege kapan menikah?" tanya Putri Lan Sing.
"Kenapa kau menanyakan pada kami?sebaiknya kau saja yang menikah." ucap Pangeran Yuan dengan nada kesalnya.
"Ah siapa juga yang akan menikah dengan Gege, bisa saja wanita yang menikah dengan Gege mati membeku." ucap Lan Hua terkekeh.
Pangeran Jixiang ikut tertawa mendengarkan ejekan Lan Sing.
"Kau!" ucap Pangeran Yuan berdecih sebal.
"Kenapa kalian tidak pernah akur?ada saja yang harus jadi pertengkaran kalian." ucap Pangeran Jixiang terkekeh.
"Dan selesaikan makan kalian, kita harus secepatnya kembali ke Istana." ucap Pangeran Jixiang.
__ADS_1