
Sementara Lan Hua.
Dia merasa jenuh, tidak ada yang membuatnya tertarik sama sekali. Sesekali dia mendengus kesal. "Hah, bosan sekali hanya muter muter di hutan ini, yang dilihat hanya ini ini saja. Sudah lama aku tidak ke pasar. Semoga saja aku bertemu dengan cogan." ucap Lan Hua sambil mengkhayal para laki-laki yang mengkedipkan matanya, menggodanya.
"Meimei apa itu cogan?" tanya Red penasaran. Kata aneh itu membuatnya tak berhenti bertanya-tanya.
"Cogan itu sama saja dengan laki-laki tampan." Jawab Lan Hua tersenyum.
"Untuk apa Meimei mencari laki-laki tampan? bukan kah Kaisar Feng juga tampan." tanya Red yang hanya di angguki oleh Dragon.
Sang Nag itu pun sudah mengetahui dari Red jika Lan Hua Permaisuri dari Kekaisaran Feng.
"Aaiiisss, kalian berdua banyak tanya sekali, iya jelas aku ingin membuat buku tentang level laki laki tampan. Level satu sampai sepuluh. " ucap Lan Hua berdecah kesal. Mana mungkin dia harus memasukkan deretan para cogan di kamusnya itu.
"Meimei aku sangat tampan." ucap Red dengan dengan tampang tak berdosanya itu.
"Aku tidak kalah tampannya." Timpal Dragon yang tak mau kalah.
"Huh, kalian berdua akan aku berikan level 10. Asalkan kalian memenuhi Kriteria ku." jawab Lan Hua yang cengengesan.
"Apa ??" teriak Red dan Dragon di ruang dimensi.
Tanpa terasa perjalan yang mereka tempuh telah sampai di pasar. Banyak sepasang mata yang melihat Lan Hua dengan menggunakan cadarnya. Ada yang mengatakan jika Lan Hua cantik dan manis jika di lihat dari pesona tubuhnya. Apa lagi melihat mata indahnya itu yang mampu menghipnotis para laki-laki.
Huh Buaya darat ini menjengkelkan saja. Rasanya aku ingin mencongkel matanya
batin Lan Hua.
Lan Hua terus melangkah kan kakinya menelusuri pasar. Dia berdecak kagum melihat pasar malam itu. Ada yang sambil bercanda dengan pasangannya, ada yang memanjakan anak-anak dan istrinya. Di pasar malam itu, dia melihat keharmonisan sebuah rumah tangga yang tak pernah dia alami dan rasakan. Ada rasa cemburu di hatinya.
Tiba-tiba sebuah suara dengan nada ketakutan, membuatnya menoleh. "Maaf tuan saya hanya ingin meminta sedekahnya." Ucap seorang Pemuda dengan berpakaian lusuh.
__ADS_1
"Dasar anak tidak tau di untung ! pergi kamu, jangan mengotori dagangan ku." Bentak pedagang itu membuat Lan Hua geram.
"Ampun tuan, saya hanya ingin memberikan sesuatu untuk Adik saya." Ujarnya dengan deraian air mata.
Sang Pedagang itu pun marah. Dia ingin memukulnya dengan balok kayu, Dengan sigap Lan Hua menggenggam balok kayu itu. Semua orang pun semakin penasaran. Semenjak kapan ada wanita cantik di depannya. Padahal mereka tidak pernah menghentikan kedipan matanya.
"Siapa kau berani ikut campur?" ucap sang Pedagang dengan nada angkuhnya.
"Siapa aku tidak perlu tau? yang jelas jangan menyiksa orang seenak jidatnya." ucap Lan Hua melotot tajam.
"Dia sudah mengacau biar aku menghukumnya." ucap sang Pedagang.
Laki-laki itu pun hanya diam, tidak seharusnya dia meminta-minta secara paksa.
"Maaf, saya akan pergi." Ujarnya seraya membalikkan tubuhnya.
"Heh, kau mau kemana? cepat ganti dagangan ku. Kau sudah membuat rusuh." Teriaknya.
"Tunggu," teriak Lan Hua menghentikan langkah kaki gontai itu. Laki-laki itu pun menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa Nyonya?" tanya laki-laki itu dengan sopan.
"Apa kamu membutuhkan sesuatu?" tawar Lan Hua. Dia merasa kasihan melihat laki-laki di depannya.
"Aku-aku tidak membutuhkan apa-apa nyonya," jawab laki-laki itu merasa tidak enak. Tiba-tiba Lan Hua mendengarkan sesuatu yang membuatnya terkekeh kecil.
Kruuyyuuuuk...
suara bunyi perut Pemuda itu hingga terdengar oleh telinga Lan Hua..
"Apa kau lapar? "tanya Lan Hua. Dia menarik lengan pemuda itu menuju ke sebuah tempat pakaian.
__ADS_1
"Tapi kau harus membersih
kan diri mu dulu." ucap Lan Hua yang melihat pakaian kumuhnya.
"Tapi saya tidak memiliki uang Nona." ucap sang Pemuda merasa tidak enak.
"Aku membantu mu dengan tulus, jadi jangan menolaknya." Ujar Lan Hua dengan lembut.
deg...
Kenapa Nona ini menggandeng tanganku batin sang Pemuda.
Sampai di sebuah toko pakaian. Lan Hua mengajaknya ke dalam toko..
"Selamat datang tamu terhormat." ucap pelayan toko.
"Aku ingin kau memberikan pakaian kualitas terbaik untuk Pemuda ini." ucap Lan Hua ...
"Baik tamu terhormat,, silahkan ikuti saya tuan." ucap pelayan..
Sementara Pemuda itu mengikutinya dari belakang...
Lan Hua sangat sabar menunggu Pemuda itu berganti pakaian,
Hingga matanya menatap berbinar ke arah Pemuda itu.
"Satu kata untuk pemuda itu
TAMPAN.."
ucap Lan Hua hingga membuat pipi Pemuda itu merah merona....
__ADS_1