
Sudah seminggu Kaisar Feng belum sadar diri.
Lan Hua menatap bunga di jendela kamar Kaisar Feng ia melihat bunga mulai bermekaran kini musim semi telah tiba,,..
Lan Hua menoleh ke Kaisar Feng yang masih di ranjangnya. Ia mendekati Kaisar Feng,, menggenggam tangannya,,, mengelus pipinya dan mengecup kening Kaisar Feng..
"Yang Mulia." ucap Lan Hua meneteskan air matanya.
Ia menangis menggenggam tangan Kaisar Feng.
sebuah keajaiban tiba,,
Jari Kaisar Feng mulai bergerak,,
Lan hua merasakan jari Kaisar Feng bergerak. Ia menatap wajah kaisar feng..
Kaisar Feng mulai membuka Kelopak matanya.
Yang Ia lihat pertama kali Wanita yang Ia cintai..
"Hua'er." lirih Kaisar Feng..
"Iya, Yang Mulia ini hamba."
karna terlalu membahagiakan Lan Hua mengecup kening Kaisar Feng...
Kaisar feng mendapat perlakuan Lan Hua tersenyum.
"Hua'er kau tidak terluka." ucap Kaisar Feng.
"Kau kaisar bodoh yang pernah aku temui. Jika panah itu menancap di tubuh ku. Aku akan baik baik saja tapi kau malah tidak sadarkan diri dalam seminggu." ucap Lan Hua cemberut..
"Seorang istri tidak pernah ada sopan sopannya pada suaminya dan tolong berikan aku kesempatan ke dua untuk menebusnya." ucap Kaisar Feng dengan wajah sendu.
"Aku tidak akan sopan pada suami sebodoh dirimu. Baiklah aku akan memberikan Yang Mulia kesempatan. Setiap orang memiliki kesalahan dan harus di berikan kesempatan untuk memperbaikinya." ucap Lan Hua tersenyum
kruyuk,,kruyuk,,,
Suara perut Kaisar Feng,,
Lan Hua dan Kaisar Feng terdiam saling menatap mereka pun tertawa bersama..
"Baiklah Yang mulia,, hamba akan memanggilkan pelayan untuk membawa makanan untuk yang mulia tapi aku juga lapar." ucap Lan Hua mengelus perutnya..
"Hua'er kapan perutnya ada Adik Pangeran Jixiang?" tanya Kaisar Feng tersenyum..
Seketika Lan Hua Menganga.
"Dasar mesum." ucap Lan Hua pergi meninggalkan Kaisar Feng memanggil pelayan..
Cekleeek..
Lan Hua membuka pintu kamar Kaisar Feng ia melihat pelayan yang masih setia menunggu junjungannya jika membutuhkan nya..
Lan Hua menatap pelayan yang sedang menunduk..
"Buatkan bubur,, Kaisar sudah sadar." perintah Lan Hua langsung menutup pintu kembali ke Kaisar Feng...
Lan Hua melihat Kaisar Feng tersenyum di wajah pucatnya..
"Kenapa Yang Mulia tersenyum? apa yang mulia kesurupan?"
"Ya kesurupan karna wajah cantik istriku,,17 tahun istriku masih kelihatan muda."
"Jelas masih muda,, menikah dengan yang mulia masih umur 12 tahun." ucap Lan Hua cemberut,,,
ais dijaman ku saja umur 30 belum nikah lah ini anak baru gede sudah nikah is is is di jaman ini sungguh terlalu batin Lan Hua....
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap pelayan membawakan bubur.
Lan Hua mengambil bubur itu dan menyuruh pelahan itu pergi..
__ADS_1
Lan Hua mendekati Kaisar Feng dan menyuapinya..
"Terimakasih,, karna melindungiku." ucap Lan Hua menatap Kaisar Feng.
"Hua'er seharusnya aku yang minta maaf. Membuat mu kecewa." ucap Kaisar Feng..
"Aah sudah lah lupakan saja Yang Mulia, yang terpenting yang mulia harus cepat pulih." ucap Lan Hua..
"Bagaimana keadaan para Kaisar?" tanya Kaisar Feng.
"Mereka sudah baikan, Yang Mulia. Bahkan hamba tidak tau,, hamba tidak pernah keluar dari kediaman Yang Mulia."
"Benarkah?" ucap Kaisar Feng tertawa..
"Terimaksih telah merawat dan menjaga ku." ucap Kaisar Feng..
Lan Hua tersenyum mengangguk...
Setiap harinya Lan Hua dan Kaisar Feng bercanda bersama di kediaman Naga. Lan Hua bahkan tidak membolehkan Kaisar Feng keluar dari kediamannya sampai pulih.
Bahkan turun dari ranjang saja ia tidak perbolehkan kecuali membersihkan badannya. Lan Hua setiap hari menyuapinya dan memandikannya
Dua hari telah berlalu Kaisar Feng telah sembuh...
"Hua'er bisakah aku keluar." ucap Kaisar Feng memelas..
"Aku juga ingin menjenguk para Kaisar dan Pangeran. Bahkan aku juga merindukan Ibu Suri dan Pangeran Jixiang." ucap Kaisar Feng..
"Heeeemm, baiklah Yang Mulia." ucap Lan Hua..
Lan Hua memapah tubuh Kaisar Feng berdiri.
Kaisar Feng berjalan selangkah demi selangkah walaupun masih kaku.
Didepan pintu kediamannya Kaisar Feng melihat Kasim Qie,, Jendral Chu dan Jendral Liue..
"Jormat hamba, Yang Mulia." ucap mereka bertiga
Mereka menuju kediaman para Kaisar dan Pangeran...
Sampai di kediaman para Kaisar.
Kaisar Feng melihat para Kaisar sedang di obati oleh Tabib Istana juga Changyu..
Mereka melihat Kaisar Feng dan Lan Hua yang di ikuti Kasim Qie, Jendral Chu dan Kendral Liue.
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Kaisar Zhang..
Kaisar Xhang melihat Lan Hua.
"Ternyata Meili itu adalah Permaisuri Lan Hua..
andai bukan seorang Permaisuri,,pasti aku jadikan Permaisuri di Kekaisaran Zhang." ucap Kaisar Zhang tersenyum
Kaisar Feng yang mendengarkan ucapan Kaisar Zhang melotot tajam.
"Jika berani menggoda Permaisuriku akan aku tendang kau keluar Istana." ucap Kaisar Feng.
Kaisar Zhang tertawa..
"Emmm baiklah maafkan saya Yang Mulia.
Yang Mulia kami semua berencana hari ini akan kembali. Aku harap Yang Mulia tidak merindukan kami."
"Pergilah Kaisar Zhang ! aku bahkan bahagia." ucap Kaisar Feng..
"Apa Yang Mulia mengusir kami?" tanya Kaisar Li..
"Tidak aku mengusir Kaisar Zhang agar tidak menggoda istriku." ucap Kaisar Feng..
Lan Hua hanya tersenyum melihat perdebatan mereka..
__ADS_1
Selesai di obati,, para Kaisar dan Pangeran.
memberika hormat pada Kaisar Feng..
Kaisar Feng membalas mereka dengan senyuman serta pelukan persahabatan.
Kini penghuni Istana Kaisar Feng mengantarkan kepergian para Kaisar dan Pangeran.
Ibu Suri dan Pangeran Jixiang sangat bahagia akan kesembuhan Kaisar Feng ditambah lagi Lan Hua sudah kembali..
Pangeran Jixiang dan Ibu Suri memohon undur diri ke kediaman mereka dan meninggalkan Kaisar Feng dan Lan Hua berdua..
"Yang Mulia apa anda masih ingin jalan jalan tanya Lan Hua."
"Tidak aku ingin kembali kekediaman." ucap Kaisar Feng..
Lan Hua mengantar Kaisar Feng kekediamannya.
Mereka berdua duduk santai menghabiskan waktu bersama hingga langit berubah menjadi gelap..
"Hua'er " lirih Kaisar Feng..
Ia mendekatkan wajah nya ke wajah Lan Hua.
Kaisar Feng ******* bibir Lan Hua dengan lembut. Lan Hua melotot tajam namun kelembutan bibir Kaisar Feng membuat Lan Hua terbuai ia membalas ciuman Kaisar Feng.
Kaisar Feng yang tidak bisa menahan gairahnya mengangkat tubuh Lan Hua keranjangnya,
mereka menyelesaikan permasalahan hidup mereka sepanjang malam...
Satu tahun telah berlalu..
Kaisar Feng dan Lan Hua di anugrahi anak kembar,, Pangeran Jixiang sangat menyayangi kedua Adiknya ia selalu memanjakan kedua Adiknya...
Pada masa pemerintahan Kaisar Feng. Pertama kalinya seorang Kaisar hanya memiliki satu istri...
Dan juga pada masa pemerintahan mereka berdua Kekaisaran Feng hidup makmur dan santosa. Bahkan Kekaisaran Feng sangat disegani oleh semua Kekaisaran....
_____END____
terimakasih telah membaca novel ku,,yang tidak menarik ini,,saya harap para pembaca tidak menyesal ...
dan saya menggunakan bahasa indonesia agar lebih mudah ,,,maaf jika bahasa tidak menarik karna novel ini hanyalah karya iseng saja...
dan saya doakan para pembaca,,semoga di paringi umur serta rezeki yang barokah...πππππ
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah ya kak, terima kasih atas dukungan kalian. Tanpa kalian aku mah author rengginang ini bisa apa. Terima kasih banyak, like dan komentarnya. Masih setia mengikuti cerita novel author yang lainnya.
Dan untuk hari ini, author mau promosi, mungkin ada yang minat dengan salah satu novel author, yang jelas beda ya sama aplikasinya. Di sana author sudah buat bonus chapter dan akan berbeda hasilnya di aplikasi ama Penerbitnya.
Ini novel author yang pertama sudah terbit tinggal novel satunya yang semoga saja cepat menyusul. Yang mau beli semoga bertambah rezekinya, yang belum punya uang semoga di lancarkan rezekinya.
"Yuk kak, Dukung author dengan beli karyanya. Cinta ama novel author, harus punya donkπ"
Lan Hua
l
Kaisar Feng
Selir Mei
__ADS_1