
Deg,,deg,,deg..
Suara degupan jantung Lan Sing seakan berpacu sangat cepat, ia memainkan kukunya menghilangkan kegugupannya karna baru kali ini ia akan sah menjadi seorang Istri lahir dan batin.
10 menit kemudian..
Kreek..
Suara pintu terbuka yang tak lain adalah Pangeran Xio Han Si..
Tap..
Tap..
Tap...
Terdengar suara langkah kaki.
Pangeran Xio Han Si menghampiri Lan Sing membuka penutup wajahnya.
Lan Sing langsung menunduk ketika penutup wajahnya di buka menyembunyikan pipinya yang sudah memerah.
"Apa kau gugup? lihatlah mataku." ucap Pangeran Xio Han Si lembut, ia menggunakan jari telunjuknya mengangkat dagu Lan Sing agar menatapnya.
"Lan'er aku sangat mencintaimu." ucap Pangeran Xio Han Si membaringkan tubuh Lan Sing dengan lembut.
Kini tubuh Pangeran Xio Han Si berada di atas tubuh Lan Sing.
Pangeran Xio Han Si perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Lan Sing. Kemudian ia ********** dengan lembut. Tangan Pangeran Xio Han Si membuka sehelai demi sehelai hanfu Lan Sing dan memainkan payudaranya.
"Lan'er Jangan di tahan, keluarkan saja." ucap Pangeran Xio Han Si ******* payudara Lan Sing.
Lan Sing merasakan benda keras dari Pangeran Xio Han Si.
"Lan'er apa kau siap? mungkin awalnya akan tersa sakit, aku akan melakukannya secara pelan-pelan." ucap Pangeran Xio Han Si mencium bibir Lan Sing.
Lan Sing pun mengangguk.
Pangeran Xio Han Si, segera melepaskan hanfunya.kini mereka polos tanpa sehelai benang.
Sebelum melakukan pada juniornya, Pangeran Xio Han Si ******* bibir Lan Sing sementara juniornya ia gesekkan ke punya Lan Sing hingga basah.
Ah,,
Pangeran...
Dengan sigap Pangeran Xio Han Si membuka lebar bokong Lan Sing dan memasukkan juniornya secara pelan-pelan, Pangeran Xio Han Si yang merasakan ada penghalangan.ia terus memasukkan juniornya menebus penghalangan tersebut..
"Tahanlah sayang."
Melihat Lan Sing yang mengeluarkan air mata, ia ******* bibir Lan Sing secara lembut dan lembut.
Lan Sing yang kesakitan, ia mencengkram bahu Pangeran Xio Han Si hingga luka.
"Sayang, maaf."
Pangeran Xio Han Si menjilat air mata Lan Sing.
"Apa masih sakit?"
Lan Sing menggeleng gelengkan keplanya.
Pangeran Xio Han Si tersenyum, ia kembali ******* bibir Lan Sing, sementara juniornya mulai bekerja.
__ADS_1
Desahan sepanjang malam terjadi pada kedua pengantin. Entah berapa kali mereka melakukannya berbagai macam gaya.
Ke esokan paginya..
Lan Sing membuka matanya, ia memandnag wajah suaminya dan mengelus pipinya.
Pangeran Xio Han Si yang merasakan ada yang mengelus pipinya, ia membuka mata dan
Cup..
Pangeran Xio Han Si mencium kening Lan Sing.
"Apa masih sakit?"
"Sedikit." ucap Lan Sing tersenyum.
"Sayang aku ingin melakukannya lagi, bolehkah?" ucap Pangeran Xio Han Si memelas.
Lan Sing yang tidak tega melihat Pangeran Xio Han Si memelas. Akhirnya ia mengiyakan.
Desahan kembali terjadi di kamar pengantin.Sepanjang malam, Seharian mereka melakukanya.
"Sayang apa kau tidak lelah? aku lapar." ucap Lan Sing yang masih melihat Pangeran Xio Han Si menjamahnya.
"Baiklah, aku akan menyuruh pelayan membawa makanan untuk kesini." ucap Pangeran Xio Han Si menghentikan aktivitasnya beranjak pergi.
"Sayang aku tidak ingin makan, bawakan
buah-buahan saja." ucap Lan Sing yang masih terbaring.
Pangeran Xio Han Si mengangguk.ia mengambil hanfunya dan keluar menemui pelayan.
Krekk..
"Bawakan buah-buahan." ucap Pangeran Xio Han Si.
"Baik Pangeran." ucap Hee Jia segera menuju dapur.
5 menit kemudian.
Hee Jia membawa buah apel di nampannya.
Pangeran Xio Han Si masih menunggu Hee Jia di depan pintu kediamannya.ia segera mengambilnya.
"Ekhem, jika ada yang kesini bilang aku tidak ingin diganggu." ucap Pangeran Xio Han Si datar kemudian menutup pintunya.
Pangeran Xio Han Si menaruh nampan tersebut di atas meja dan mengambil satu buah untuk Lan Sing.
"Sayang makanlah." ucap Pangeran Xio Han Si menyuapi Lan Sing.
"Biar aku sendiri yang memakannya sayang." ucap Lan Sing mengambil buah apel yang ada di tangan Pangeran Xio Han Si.
"Baiklah, bolehlah aku melakukannya lagi sayang." ucap Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing tersenyum, ia mengangguk.
Pangeran Xioa Han Si membuka seluruh hanfunya kembali, menjamah tubuh Istrinya.
Sementara Lan Sing memakan buahnya, cukup Pangeran Xio Han Si yang bekerja.
Karna kelelahan Pangeran Xio Han Si ambruk di samping Lan Sing.
"Suamiku kau lelah, kau kuat sekali." ucap Lan Sing tersenyum dan mengecup kening Pangeran Xio Han Si.
__ADS_1
Pangeran Xio Han Si tersenyum.ia menyusapkan kepalanya ke dada Lan Sing.
Lan Sing tersenyum dan mendekap kepala Pangeran Xio Han Si di dadanya..
Merekapun tertidur karna kelelahan...
9 Bulan telah berlalu..
Kebahagiaan yang ditunggu-tunggu oleh Kekaisaran Xio kedatangan anggota baru penerus Kekaisaran Xio.
Semenjak meninggalnya Kaisar Xio, Kini Kekaisaran Xio telah di ambil alih oleh Pangeran Xio Han Si.
Di kediaman Naga.
"Yang Mulia, berehentilah mondar mandir, Ibunda pusing melihat mu." ucap Ibu Suri Xia.
"Bagaimana Han'er tidak khawatir
Lihat lah Lan'er kesakitan." ucap Kaisar Xio Han Si, ia selalu menatap arah pintu melihat para pelayan masuk keluar.
"Andai saja aku yang melahirkan .Lan'er tidak akan kesakitan seperti ini." ucap Kaisar Xio Han Si ia kembali mondar mandir.
Oeeek,,Oeekk..
"Ibunda, akhirnya aku menjadi seorang Ayah." ucap Kaisar Xio Han Si, ia menerobos masuk melihat kondisi Anaknya dan Istrinya.
"Selamat Yang Mulia, Pangeran sangat sehat." ucap Tabib Istana memberikan bayi yang digendongnya ke Kaisar Xio Han Si.
Kaisar Xio Han Si menggendongnya.ia menangis terharu dan menghampiri Lan Sing yang masih lemas di kasurnya.
"Sayang, lihatlah Putra kita sangat tampan. Terimakasih kau memberikan sebuah kebahagian yang sangat luar biasa." ucap Kaisar Xio Han Si mengecup kening Lan Sing.
Lan Sing tersenyum mengelus pipi Putranya.
"Terimakasih kau telah menjadi Suami yang baik." ucap Lan Sing tersenyum, "Kemarilah aku ingin menggendong Putra ku." ucap Lan Sing.
Kaisar Xio Han Si memberikan Putranya pada Lan Sing.
"Yang Mulia, berilah dia nama." ucap Lan Sing menatap bayi gembul di gendongannya.
"Kang Dae, ya Putra Mahkota Kang Dae yang artinya Berkuasa, Sosok yang kuat dan Tangguh." ucap Pangeran Xio Han Si mencium Putranya.
Kehidupan Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si kini bertambah dengan kehadiran Putra Mahkota Kang Dae.
Lan Sing
Kaisar Xio Han Si
Sekian dari Novel ku,,
Terimakasih banyak telah membaca novel ku..
Ya walaupun tak sebagus novel sebelah,
Maklumi saja jika alurnya kurang menarik atau banyak huruf yang salah,,
Karna memang ni novel gag ada niatan sama sekali...
Sekali lagi Terimakasih😘😘😘
__ADS_1