
Sampai di kediamannya.
Lan Sing melihat Yoon mondar mandir menunggu kedatangannya.
"Yoon." ucap Lan Sing.
"Permaisuri kemana saja,hamba sangat khawatir." ucap Yoon memeriksa semua tubuh Lan Sing.
"Aku tidak apa apa. Aku hanya menemui seseorang." jawab Lan Sing terdiam.
"Siapa Permaisuri? apakah dia jahat? jika dia jahat bilang pada hamba Permaisuri, hamba akan menghadapinya." ucap Yoon dengan nada khawatir.
"Tenanglah siapakan aku air,aku lelah."
"Baik Permaisuri."
30 menit kemudian Lan Sing telah selesai dengan aktivitas mandinya dan merebahkan tubuhnya.
Disisi lain,
Kaisar Zing tidak bisa menahan kerinduannya pada Lan Sing. Ia pun menemui Lan Sing dan ingin mencabut hukumannya.
Sampai di kediaman Lan Sing.
Ia melihat Kasim dan pengawal ketakutan.
"Ada apa?" tanya Kaisar Zing datar..
Karna tidak ada sautan Kaisar Zing langsung masuk ke dalam kediaman Lan Sing.
Betapa kagetnya ia ketika tidak ada Lan Sing bahkan pelayan Lan Sing.
"Ampun Yang Mulia, Permaisuri Lan Sing pindah ke kediaman Melati." ucap Kasim bersujud.
"Kenapa kau tidak melapor hah." teriak Kaisar Zing.
Kaisar Zing langsung menuju kediaman Melati.
Sampai di kediaman melati.
Ia melihat Lan sing tertidur pulas.
Sementara Yoon gemetar ketakutan.
"Pergilah." ucap Kaisar Zing pelan tapi didengarkan oleh Yoon.
Ia mendekati Lan Sing dan menatap wajahnya.
"Kenapa kau meninggalkan kediaman mu? apa kau tidak menginginkannya? tapi aku tidak akan membiarkan mu meninggalkan kediaman mu, kau tetap akan menjadi Permaisuri ku." ucap Kaisar Zing.
Kaisar Zing langsung menaiki kasur Lan Sing dan tidur di sampingnya.
Lan Sing merasa heran ada sesuatu yang berat di perutnya.
__ADS_1
saat membuka mata ia kaget ketika melihat Kaisar Zing di depannya. Karna terkejut Lan Sing mendorong Kaisar Zing sampai terjatuh di lantai.
akhh
Kaisar Zing terbangun dan memegang pinggangnya.
"Apa yang kau ingin lakukan Permaisuri? apa kau ingin membunuhku?" ucap Kaisar Zing terkejut.
"Kenapa kau ada disini? apa yang kau lakukan disini." teriak Lan Sing menatap tajam.
Kaisar Zing terkejut melihat Lan Sing marah.
Bukankah dia seharusnya menginginkannya batin Kaisar Zing.
"Kenapa apa aku salah? kau adalah Istriku tentunya tidak ada masalah."
"Tentu ada masalah, aku tidak ingin disentuh oleh Kaisar bekas wanita lain." ucap Lan Sing mengepalkan tangannya.
"Apa yang kau katakan Permaisuri?" ucap Kaisar Zing menatap tajam.
"Ya aku Lan Sing tidak menerima laki laki bekas wanita lain." teriak Lan Sing beranjak pergi.
"Tunggu Permaisuri, aku berhak menyentuh mu karna aku suami mu."
Lan Sing menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Suami,, apa kau tidak malu dengan ucapan mu, aku tau jika Selir Fu Mei adalah kekasih mu dan kau berencana setelah menikah dengan ku akan menikahinya. Dan kau juga ingin menggantikan posisi ku. Baik, aku akan memberikan posisi ini, aku tidak butuh posisi Permaisuri. Saat ini juga aku ingin bercerai dengan mu Kaisar Zing, aku muak dengan mu." ucap Lan Sing berteriak meninggalkan Kaisar Zing.
Kaisar Zing mendengarkan ucapan Lan Sing. Ia terduduk lemas di lantai dan menahan air matanya.
Ia berdiri keluar dari kediaman melati menuju ke kediamannya.
sampai di kediamannya, Kaisar Zing menyuruh prajurit memperketat penjagaan di kediaman Lan Sing dan sekitar Istana.
Dua hari telah berlalu kaisar Zing mencabut hukuman Lan Sing..
Dipavilium Phoenix.
"Yang mulia ada kiriman dari Kaisar Zing." ucap Yoon.
Lan Sing mengernyitkan dahinya ia melihat para pelayan dan para prajurit masuk membawa beberapa hanfu berkualitas dan membawa peti.
Lan Sing tersenyum sinis.
"Kalian berikan semua hadiah ini pada Selir Fu." ucap Lan Sing datar.
"Mohon maaf Yang Mulia tapi." ucap salah satu pelayan melirik pelayan lainnya.
"Apa kalian ingin aku hukum?" ucap Lan sing menatap tajam.
"Tidak Yang Mulia, baik kami akan melakasanakannya." ucap pelayan memabawa semua hadiah ke kediaman Selir Fu.
Disisi lain.
__ADS_1
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Kasim Qie.
"Ada apa?" ucap Kaisar Zing menyelesaikan laporan di Istana.
''Permaisuri menolak hadiah dari yang mulia dan memberikannya pada Selir Fu." ucap Kasim Qie.
"Apa?" teriak Kaisar Zing.
"Beraninya dia menolak hadiah ku, apa hadiahnya kurang? Kasim Qie bawakan banyak hanfu berkualitas dan dua peti berisi tael emas." ucap Kaisar Zing menahan amrahnya.
"Mohon ampun Yang Mulia, Permaisuri masih marah dengan Yang Mulia. Hamba mohon yang mulia bersabar.'' ucap Kasim Qie.
"Sampai kapan Kasim Qie? aku tidak mau kehilangannya, apa kau tau Permaisuri sudah mengetahui hubungna ku dengan Selir Fu Mei." ucap Kaisar Zing.
"Yang Mulia apa Permaisuri juga mengetahui jika yang mulia ingin balas dendam." ucap Kasim Qie.
deg
Kaisar Zing terpaku ia tidak memikirkan hal itu.
"Aku rasa tidak, pada saat perdebatan kemarin Permaisuri tidak mengungkitnya, jika Permaisuri tau sudah pasti ia memilih pergi." ucap Kaisar Zing.
"Hormat hamba, Yang Mulia. Selir Fu ingin menemui Yang Mulia." ucap pelayan.
"Biarkan dia masuk." ucap Kaisar Zing datar.
Pelayan itupun pergi dan memberi tau pada Selir Fu.
"Zing'er." ucap Selir Fu tersenyum.
Kasim Qie mengerti ia memilih pergi.
"Ada apa Fu'er?" ucap Kaisar Zing lembut.
"Ehem terimakasih hadiahnya." ucap Selir Fu duduk di paha Kaisar Zing.
Kaisar Zing terpaksa mengangguk.
"Baiklah Fu'er kau beristirahat lah, aku masih banyak pekerjaan." ucap Kaisar Zing menurukan Selir Fu dipahanya.
"Emm baiklah Zi'er, maaf aku mengganggu mu." ucap Selir Fu lembut dan memberikan penghormatan undur diri.
Kaisar Zing hanya mengangguk.
Selir Fu keluar dari ruang kerja Kaisar Zing menuju kekediamanya.
Sampai dikediamannya ia melihat ayahnya menunggunya.
"Ayah." ucap Selir Fu tersenyum.
"Bagaimana dengan rencana kita? apa kita akan melakukannya besok?" tanya Pejabat Chan tersenyum menyeringai.
"Iya Ayah aku tidak sabar membuat ia keluar dari Istana ini, apa kau tau Ayah aku melihat Kaisar Zing mulai mencintai Permaisuri Lan Sing jadi kita harus secepatnya menyingkirkannya."
__ADS_1
"Nak, Ayah pergi dulu." ucap Pejabat Chan memeluk Selir Fu berlalu pergi.