Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Melawan Selir Mei


__ADS_3

Pavilium Teratai.


"Yang Mulia Selir, tadi malam ada hantu. Penjaga gerbang belakang melihatnya sendiri." Ucap Sie Yue. Ia menaruh teh itu di depan Selir Mei.


"Benarkah aku tidak percaya hal itu." Sambil mengelus-ngelus perutnya.


"Benar Selir. Bahkan para penjaga pingsan." Sie Yue membayangkan betapa seramnya wajah hantu itu.


"Aku merindukan Yang Mulia Kaisar." Ucap Selir Mei dengan wajah sedihnya. Ia menatap kosong ke depan. Hari-harinya terasa tak bermakna.


"Sabar Selir,, hamba yakin Yang Mulia akan segera kembali." Ucap Sie Yue tersenyum.


Pavilium Phoenix.


"Jiejie kita harus bersiap siap ke Kota, untuk menjemput Gege dan Jiejie." Ucap Lan Hua seraya melihat tubuh rampingnya di cermin.


"Baiklah,, apa perlu kita membawa pengawal?" tanya Yoona.


"Tidak usah kita pergi berdua saja." Ucap Lan Hua.


Saat mereka keluar, tidak jauh dari mereka ada Selir Mei yang sedang jalan-jalan seraya mengelus perut buncitnya.


"Hormat hamba, Yang Mulia Permaisuri." Ucap Selir Mei. Lan Hua hanya melirik sekilas Selir Mei.


"Permaisuri mau kemana?" tanya Selir Mei dengan nada lembut. Padahal ia muak dengan wanita di depannya.


"Apa perlu aku melaporkan pada mu Selir? tidak ada kewajiban, bukan." Ucap Lan Hua dengan sinis.


"Seharusnya Permaisuri menghabiskan waktu di istana bukan keluyuran di luar." Ucap Selir Mei tak suka. Ingin sekali ia menampar wajahnya yang sok cantik itu.

__ADS_1


"Oooo bukankah selama ini kau yang mengurus masalah Istana dan iya, apa hak mu mengurus ku ? aku Permaisurinya dan kau hanya seorang Selir. " Ucap Lan Hua menekankan status.


"Sebaiknya kau urus anak mu. Sebentar lagi dia akan menjadi Putra Mahkota." Lan Hua melewati Selir Mei begitu saja.


"Benar bahkan posisi mu aku akan merebutnya." Ucap Selir Mei.


Lan Hua menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya. "Ooo, aku tunggu Selir, dengan senang hati. " Ucap Lan Hua langsung pergi meninggalkan Selir Mei yang menahan amarahnya.


Sesampai Di Kota.


Lan Hua langsung menuju ke penginapan tempat Ke empat Bersaudara.


"Gege, Jiejie." Panggil Lan Hua.


Mereka semua menoleh ke arah Lan Hua dan Yoona.


"Apa kalian sudah selesai bersiap siap?"


"Aa, maaf Gege tadi terhalang oleh ulat bulu." Ucap Lan Hua dengan nada menyesal.


lagi-lagi mereka kebingungan dengan kata ulat bulu.


"Tidak apa apa Meimei." Ujar Chen. Walaupun kebingungan siapa yang di maksud dengan ulat bulu.


"Oo iya, ini Jiejie ku." Ucap Lan Hua memperkenalkan Yoona pada mereka.


Mingyu lebih dulu memperkenalkan dirinya pada Yoona di ikuti Changyin, Changyu dan terakhir Chen. Namun Chen memerhatikan Yoona dengan penuh arti. Matanya tak berkedip sama sekali melihat wanita di depannya


Lan Hua melihat mereka masih bertatapan menyadarkan mereka dengan derhemannya. Hingga Yoona dan Chen tersipu malu.

__ADS_1


Lan Hua tentu mengerti akan perasaan Chen pada Yoona yaitu pandangan pertama.


"Gege, Jiejie ayoo kita pulang."


Lan Hua mengandeng tangan Yoona dan Chen. Mereka semua tersenyum akan tingkah Lan Hua yang manja dan mereka menuju istana dengan candaan dijalan tanpa peduli pandangan orang pada mereka..


Mereka sampai di gerbang istana masih tetap saja bercanda. Para pelayan dan pengawal terharu karna Permaisuri mereka tidak membedakan status dan langsung akrab. Walaupun mereka tidak tau siapa yang di bawa oleh junjungannya.


"Hormat hamba, Yang Mulia." Ujar Selir Mei. Ia melirik ke arah Ke empat Saudara


Huft kenapa aku harus bertemu dengan ulat bulu apakah tiada hari tanpa ulat bulu batin Lan Hua..


"Iya, ada apa?" tanya Lan Hua cuek.


"Hormat hamba, Selir Mei." Ucap Yoona diikuti ke empat Bersaudara.


"Mereka berempat siapa Permaisuri? apa Permaisuri memungutnya dari tempat budak?" tanya Selir Mei tersenyum mengejek.


Lan Hua mendekati Selir Mei dan tersenyum mendekat ke wajahnya. "Bukan urusan mu ulat bulu." Ucap Lan Hua tersenyum meninggalkan Selir Mei diikuti Yoona dan yang lainnya...


Menjengkelkan setiap harinya bertemu dengan ulat bulu..


"Meimei, apa yang dimaksud Meimei ulat bulu Selir tadi itu?" tanya Ming Yue. Ia yakin, kehidupan harem Kekaisaran tidak akan indah. Seperti di lihat dari luar yang terasa akur.


"Betul Jiejie."


"Selir Mei sangat licik bahkan ia yang


membuat Permaisuri di asingkan." Ucap Yoona.

__ADS_1


"Apa !" teriak mereka yang tak habis pikir. Betapa kejamnya Selir Mei. Bahkan pada Permaisuri, Penguasa di bawah Kaisar. Ia berani mengejeknya.


__ADS_2