Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 3 : bertaruh


__ADS_3

Putra Mahkota yang sangat terkejut, ia langsung mendorong tubuh Huang Xue Na.


"Tu .. "


Huang Xue Na terkejut, tidak biasanya Putra Mahkota mendorongnya seperti itu. Biasanya ia akan menyambut pelukannya.


"Jaga kesopanan mu dan aku kesini hanya ingin menjenguk mu bersama istriku,"


Putra Mahkota meminggirkan badannya. Hingga wanita di belakangngnya itu terlihat.


Bulu mata yang lentik, hidung mancung, bola mata hitam, kulit putih dan halus serta memiliki bibit mungil. Rambut setengah biarkan terurai dan memakai hanfu merah.


"Salam Nona Huang Xue Na." ucap Putri Mahkota tersenyum. Walaupun hatinya ingin memaki wanita di depannya itu.


"Saya mohon, Nona Huang menjaga kesopanan saat bertemu dengan suami saya." ucapnya dengan nada penekanan.


"Ma .. maaf, si .. silahkan masuk," ucap Huang Xue Na menyingkirkan badannya. Ia memberikan jalan untuk Putri Mahkota dan Putra Mahkota.


Putra Mahkota Yuan Feng duduk di samping Putri Mahkota, "Bagaimana keadaan mu?" tanya Putra Mahkota Yuan Feng.


"Hamba baik, Putra Mahkota. Maaf hamba kelewat batas." lirihnya, Huang Xue Na menatap Putri Mahkota dengan tatapan tidak suka. Ingin rasanya ia mengusir Putri Mahkota. Namun ...


"Sekali lagi saya minta maaf untuk yang tadi Putra Mahkota dan Putri Mahkota. Hamba pantas di hukum." ucap Huang Xue Na seraya bersujud di lantai.

__ADS_1


"Hem, untuk sekarang saya masih bisa memaafkannya. Tapi tidak untuk lain kali,"


Putri Mahkota melirik Putra Mahkota dengan tajam.


glek


Tatapan itu kenapa aku jadi takut seperti ini batin Putra Mahkota, melirik ke arah Putri Mahkota.


Putri Mahkota beranjak berdiri, ia menuju ke arah Huang Xue Na dan membantu Huang Xue Na berdiri.


"Putra Mahkota, bisakah meninggalkan kami berdua?" tanya Putri Mahkota melihat ke arah Putra Mahkota.


"Tapi .." Putra Mahkota ragu untuk meninggalkan mereka berdua. Ia takut jika Huang Xue Na mengatakan yang tidak-tidak.


"Ba .. baiklah,"


Setelah Putra Mahkota keluar, Putri Mahkota menghela nafas, "Bisakah Nona meninggalkan suami saya?"


Benar dugaan Huang Xue Na, jika Putri Mahkota akan membahasnya, "Maaf Putri, hamba tidak bermaksud lancang. Tapi saya hanya punya Putra Mahkota dan itupun saya lebih mengenal Putra Mahkota dari pada Putri,"


Ooo, rupanya mau mengibarkan bendera perang batin Putri Mahkota kesal.


"Benar, jika Nonq Huang Xue Na mengenal lebih dulu dari pada saya. Tapi jika Putra Mahkota mencintai Nona. Sudah pasti Putra Mahkota akan mengangkat Nona menjadi Selir. Tapi selama ini Putra Mahkota tidak membahas apapun walaupun hubungan kami renggang. Dan tentunya untuk Nona Huang Xue Na jangan khawatir. Hubungan kami sudah baik-baik saja bahkan hubungan kami bisa di katakan layaknya sepasang suami istri."

__ADS_1


Deg


Bagaikan hati di tusuk pisau, Huang Xue Na mengepalkan tangannya.


"Apa Putri yakin jika Putra Mahkota mencintai Putri? bukankah selama ini Putra Mahkota berada di bawah tekanan Permaisuri dan Yang Mulia." Huang Xue Na tersenyum sinis.


Deg


Perkataan Huang Xue Na membuat Putri Mahkota tak mampu berkutik. Benar yang dikatakannya, apakah Putra Mahkota mengucapkan kata itu dan memperlakukannya lembut karna Ibunda Permaisuri.


Putri Mahkota tersenyum menunduk, ia mendongakkan kepalanya, "Jika memang benar Putra Mahkota berada di bawah tekanan Ibunda. Putra Mahkota tidak akan memperlakukan hamba dengan lembut."


"Pasti Nona sudah tau hubungan hamba dengan Putra Mahkota. Jika pun begitu, tentunya Putra Mahkota tidak akan mau di tekan oleh Ibunda justru ia akan menghindar. Bisa saja selama ini Putra Mahkota menemui Nona bukan karna cinta, bisa saja karna kasihan dan memilih menghindar. Tapi sekarang lihatlah, Putra Mahkota tidak menghindari hamba lagi. Saya harap Nona tau batasannya."


"Maaf Putri bagaimana jika kita bertaruh. Selama sebulan hamba akan ikut ke istana, jika Putra Mahkota dalam waktu sebulan itu bisa mencintai hamba. Maka Putri Mahkota harus merelakan berbagi dengan hamba. Tapi jika tidak, maka hamba akan mengubur hati ini dalam-dalam, hamba akan pergi dan tidak mengusik keluarga Putri, bagaimana?"


"Baik, tapi saya yakin Putra Mahkota tidak akan mencintai Nona dan saat itulah Nona bisa meninggalkannya. Saya harap Nona tidak akan menggunakan akal licik."


Putri Mahkota tersenyum sinis, ia beranjak pergi. "Tapi untuk membawa Nona ke istana tentunya tidak mudah, hamba akan meminta ijin dulu pada Putra Mahkota dan juga Ibunda Permaisuri."


Putri Mahkota langsung meninggalkan Huang Xue Na dengan menahan amarah.


"Aku yakin aku bisa membuatnya mencintaiku," ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2