
Sampai di Istana Lan Sing meleset ke kediamannya tanpa di ketahui prajurit yang berpatroli. ia langsung merebahkan tubuhnya karna kelelahan.
Keesokan Paginya.
Lan Sing berias sederhana mungkin dibantu oleh Yoon.
"Yoon apa kau ingin berkultivasi?" ucap Lan Sing.
"Permaisuri, hamba seorang pelayan tidak pantas." ucap Yoon menyisir rambut Lan Sing.
"Aku bisa mengajarimu Kultivasi asalkan kau tidak berkhianat pada ku." ucap Lan Sing menatap bayangan wajahnya di cermin.
Yoon langsung bersujud,
"Yang Mulia hamba berjanji akan mengabdikan diri hamba untuk Yang Mulia." ucap Yoon dalam keadaan bersujud.
"Hemm baik, malam ini aku akan melatih mu di hutan, tapi kau harus merahasiakannya." ucap Lan Sing membantu Yoon berdiri.
"Terimakasih, Yang Mulia hamba akan merahasiakannya." ucap Yoon menunduk.
"Yoon tadi malam tidak ada yang datang kekediamanku?" ucap Lan Sing.
"Tidak ada Yang Mulia."
"Bagus jika dua kuman itu kesini kau harus membersihkan kediaman ku selama dua hari, aku tidak ingin ada kuman mengotori tubuhku." ucap Lan Sing tersenyum.
"Ku,, kuman." ucap Yoon kebingungan.
"Siapa lagi kalau bukan mereka berdua."
"Maksud Yang Mulia Kaisar dan Selir." ucap Yoon.
"Benar."
"Hormat hamba Permaisuri. Permaisuri di tunggu di ruang perjamuan." ucap pelayan.
"Astaga, bilang aku sudah selesai makan." ucap Lan Sing datar.
"Baik Permaisuri." ucap pelayan berlalu pergi.
"Yoon siapkan aku makan,aku lapar." ucap Lan Sing.
Yoon segera ke dapur menyiapkan makanan untuk Lan Sing.
Lima menit kemudian Yoon sudah menyiapkan berbagai macam makanan untuk Lan Sing.
"Yoon temani aku makan jangan diam saja seperti patung."
"Tapi Yang Mulia."
"Apa perlu aku menendang mu keluar dari Istana." ucap Lan Sing menatap Yoon.
"Ba,, baik Yang Mulia." ucap Yoon langsung duduk di depan Lan Sing.
Lan Sing pun tersenyum melihat Yoon ketakutan.
__ADS_1
Selesai makan Lan Sing berjalan jalan di halaman Istana.
Selir Fu dari kejauhan yang melihat Lan Sing lalu menghampirinya.
"Hormat hamba Permaisuri." ucap Selir Fu.
Lan Sing menoleh dan mengangguk.
"Ada apa Selir Fu? apa ada sesuatu yang kau tidak sukai di Istana?" ucap Lan Sing.
"Tidak ada, Yang Mulia justru hamba sangat senang Kaisar melayani hamba dengan baik." ucap Selir Fu tersenyum sinis.
"Oh benarkah, saya berharap Selir Fu cepat memiliki keturunan." ucap Lan Sing datar.
"Saya juga berharap Permaisuri. juga secepatnya memiliki keturunan." ucap Selir Fu menatap tajam Lan Sing.
"Emm, tapi saya tidak membutuhkan itu." ucap Lan Sing tak kalah menatap tajam Selir Fu.
"Jika Permaisuri tidak memiliki keturunan bisa saja posisi Permaisuri tergantikan." ucap Selir Fu tersenyum sinis.
Lan Sing menghampiri Selir Fu dan mendekatkan wajahnya ke wajah Selir Fu.
"Kau ingin posisi ini, baik jika kau bisa merebutnya aku akan.....
prok
prok
prok
Selir Fu menatap punggung Lan Sing dan mengepalkan tangannya.
"Kita lihat saja nanti Permaisuri." ucap Selir Fu.
Sampai di kediamannya.
Lan Sing mengambil bukunya.
"Yoon, kau mata matai Selir Fu dan cari tau informasi tentang Ayah Selir Fu,, Pejabat pajak Istana." ucap Lan Sing tanpa menatap Yoon.
Beberapa menit kemudian.
"Yang Mulia Kaisar telah tiba." teriakan sang Kasim membuat Lan Sing melemparkan bukunya ke atas meja.
K**uman itu kenapa harus mengotori kediaman ku batin Lan Sing.
Lan Sing dengan sopan memberikan penghormatan pada Kaisar Zing
"Permaisuri bagaimana kabar mu? sudah dua hari aku tidak melihatmu, apa kau baik baik saja?" tanya Kaisar Zing khawatir.
"Hamba baik baik saja, Yang Mulia, justru tambah lebih baik." ucap Lan Sing dengan nada penekanan tanpa menatap Kaisar Zing.
Kaisar Zing terkejut. "Apa kau marah karna aku mengangkatnya menjadi Selir? aku minta maaf para pejabat mendesak ku mengangkat Selir." ucap Kaisar Zing berbohong, ia tidak mau Lan Sing mengetahui kebenaran nya dan menjauahinya. Entah kenapa perasaanya takut kehilangan Lan Sing.
"Tidak masalah Yang Mulia, hamba berharap yang mulia menjaga jarak dengan hamba, hamba sangat bersyukur jika Yang Mulia menurutinya." ucap Lan Sing ia masih saja tidak ingin melihat wajah Kaisar Zing.
__ADS_1
deg..
Kaisar Zing terkejut ucapan Lan Sing ia sangat marah ketika Lan Sing mengeluarkan ucapan seperti itu.
"Tapi kau Permaisuri ku dan aku Kaisarnya jadi aku tidak akan menuruti perintah dari mu." ucap Kaisar Zing menatap tajam Lan Sing.
"Oh benarkah, ingatlah dengan janji mu Yang Mulia. Pria sejati tidak akan mengingkarinya." ucap Lan Sing menatap tajam Kaisar Zing.
"Permaisuri jaga bicara mu." bentak Kaisar Zing."Jangan tinggalkan kediaman mu selama sebulan, renungkan kesalahan mu." ucap Kaisar Zing meninggalkan Lan Sing.
"Cih, ingin menghukumku tidak semudah itu." ucap Lan Sing.
"Yoon aku minta maaf malam ini aku mengingkari janji ku, aku akan mengajarimu setelah urusan ku selesai." ucap Lan Sing melirik Yoon.
"Baik Permaisuri, hamba tidak ada masalah." ucap Yoon.
"Yoon suruh pelayan membersihkan kediaman ku selama seminggu." ucap Lan Sing.
"Tapi Permaisuri akan tinggal dimana?"
"Bukankah disini masih ada kediaman lainnya, aku ingin ke kediaman Melati, bersihkan kediaman itu."
"Tapi Permaisuri kediaman itu jauh dari kediaman Kaisar."
"Justru itu lebih membuatku senang." ucap Lan Sing tersenyum.
Yoon mengiakan perintah Lan Sing dan menyuruh pelayan membereskan kebutuhan Lan Sing yang akan dibawa kekediaman barunya sementara pelayan lainnya membersihkan kediaman Melati.
Beberapa menit kemudian Lan Sing di ikuti pelayan menuju kediaman Melati. Sebelum pergi Lan Sing menyuruh pengawal dan Kasim tetap berada di kediaman phoenix dan dilarang memberitaukan siapa pun. Tentu saja para pengawal dan kasim menurutinya ia takut ancaman Lan Sing yang akan membunuhnya.
Sampai di kediaman barunya Lan Sing melihat sekeliling ia tersenyum puas atas pekerjaan para pelayan.
"Yoon berikan mereka hadiah." ucap Lan Sing.
"Baik Permaisuri." ucap Yoon mengambil kantong. Ia memberikan 20 tael perak pada masing masing lima pelayan.
"Terimakasih, Permaisuri." ucap pelayan tersenyum.
"Yoon aku ingin berkeliling disekitar sini." ucap Lan Sing keluar dari kediamannya.
Dari luar kediaman ini sangat jelek aku harus merubahnya batin Lan Sing.
Lan Sing terus berkeliling sampai halaman belakang.
"Yoon halaman ini sangat luas aku bisa melatih mu disini." ucap Lan Sing.
"Tapi Yang Mulia apa tidak berbahaya? bagaiman jika yang mulia Kaisar tau?"
"Tidak akan! kau tenanglah."
"Bagaimana jika kita menambah prajurit menjaga kediaman ini ? hamba khawatir keselamatan Permaisuri."
"Tidak perlu, kau seperti biasa mengantarkan makanan ke kediaman ku,agar Kaisar tidak curiga." ucap Lan Sing.
"Baik, Yang Mulia." ucap Yoon pasrah mengikuti semua kemauan Lan Sing.
__ADS_1