Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 3 : Mengejar Cinta Pria Dingin


__ADS_3

Ilangin gabut author,


semoga para readers masih di berikan kesehatan.


Jujur saja Author kasian dengan Putra Mahkota Yuan Feng yang gak nemu jodohnya, Jadi author carikan jodoh, Author sendiri pengen jadi jodohnya tapi kagak bisa😭


........


Semenjak kelahiran cucunya, Lan Hua dan Kaisar Feng sibuk mencarikan istri untuk Putra Mahkota, yang tak lain Putra Mahkota Yuan Feng. Di balik sifat dingin dan kejamnya, tak menyulutkan bagi Putri bangsawan mengagumi ketampanan Putra Mahkota Yuan Feng. Hingga para putri menyuruh sang Ayah mengajukan dirinya agar di lamar oleh Putra Mahkota Yuan Feng.


"Bagaimana ini? semua Menteri mengajukan putrinya agar di jadikan Selir atau Putri Mahkota," ucap Kaisar Feng kalang kabut memikirkan Putranya.


"Sekeras kerasnya kita menyuruhnya menikah, tapi tetap saja dia akan menolak." sambungnya lagi.


Sekian lamanya Kaisar Feng mondar mandir. Namun tidak ada jawaban dari wanita cantik di depannya itu. Kaisar Feng melirik, ternyata dari tadi ia berbicara sana sini hanya di abaikan oleh Permaisurinya.


"Hua'er,"


Satu menit, lima menit, sepuluh menit. Namun tidak ada jawaban.


"Hua'er,"


Kaisar Feng mencoba memanggilnya lagi, agar menghamburkan lamunan Lan Hua.


"Apa perlu kita membuat anak lagi," ucap Kaisar Feng membuat Lan Hua menatapnya dengan tajam.


"Bicara sekali lagi, aku pastikan Yang Mulia tidak tidur di sini."

__ADS_1


glek


Kaisar Feng menelan salivanya susah payah. Perkataan Lan Hua membuatnya merinding. Bagaimana mungkin dirinya bisa melakukannya? sementara tubuh Lan Hua bagaikan candu baginya. Semalam saja ia tidak tidur dengan Lan Hua, dirinya hanya bisa guling kanan kiri. Ia harus melewati malam yang mati.


"Dari tadi aku memikirkan Putra ku, sementara.."


"Jadi maksud Yang Mulia hamba tidak memikirkan nasib Putra kita," potong Lan Hua membuat Kaisar Feng diam membeku.


"Hamba juga memikirkannya Yang Mulia," sambung Lan Hua dengan penuh penekanan.


"Ehem, maaf," cicit Kaisar Feng sedikit menunduk.


Lan Hua menghela nafas, ia beranjak berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju kasur empuknya.


Kaisar Feng tidak tinggal diam, ia mengikuti Lan Hua dan ikut membaringkan tubuhnya.


"Sudahlah Yang Mulia. Hamba tidak marah dengan Yang Mulia." ucap Lan Hua membalikkan badannya melihat ke arah Kaisar Feng.


Kaisar Feng tersenyum, ia menenggelamkan kepalanya di dada Lan Hua. Walaupun dirinya sudah memiliki cucu, tapi tidak menghilangkan sifat manjanya itu.


Di umurnya yang sudah berkepala tiga, Kaisar Feng masih saja terlihat tampan dan jangan lupakan Lan Hua yang masih saja terlihat cantik paripurna.


"Yang Mulia, sebaiknya anda menyuruh pengawal bayangan Yang Mulia. Mencarikan informasi setiap putri Menteri. Hamba tidak ingin salah menantu." ucap Lan Hua seraya mengelus kepala Kaisar Feng.


"Hem, baiklah. Tapi sebelum itu, kita harus berbicara dengan Putra Mahkota."


"Baik, setelah pengawal bayangan Yang Mulia mencari informasi tentang semua putri perdana Menteri." ucap Lan Hua.

__ADS_1


"Tapi apa mungkin putri Perdana Menteri bisa bertahan di sifat dinginnya itu?" tanya Kaisar Feng.


"Hanya cinta yang tulus yang bisa bertahan Yang Mulia," jawab Lan Hua menatap wajah Kaisar Feng yang masih mengelus kepala Kaisar Feng.


"Aku tidak ingin putra ku melakukan kesalahan seperti diriku," ucap Kaisar Feng, mendongakkan kepalanya menatap Lan Hua.


Lan Hua tersenyum, "Masa lalu telah berlalu Yang Mulia."


"Tapi itu adalah kesalahan terbesar ku," ucap Kaisar Feng dengan mata berkaca-kaca.


"Jika tidak ada masa lalu, maka tidak akan ada masa depan Yang Mulia. Setiap manusia memiliki kesalahan tergantung kita memperbaikinya atau malah sebaliknya."


Kaisar Feng beranjak duduk, ia memanggil sebuah nama.


"Zuan," teriak Kaisar Feng.


Seketika bayangan hitam muncul dari jendela kediamannya, ia memberikan hormat pada kedua sang Penguasa yang tidak bisa di anggap remeh.


"Carikan semua informasi putri dari semua Perdana Menteri. Jangan sampai terlewat sekecil apapun." perintah Kaisar Feng dengan tegas dan dingin.


"Baik, Yang Mulia." jawabnya Zuan dan berlalu pergi.


"Permaisuri ku sebaiknya kita melakukan tugas kita," ucap Kaisar Feng dengan tatapan menggoda.


"Maksud Yang Mulia," tanya Lan Hua pura-pura tidak mengerti.


"Jangan pura-pura tidak mengerti," ucap Kaisar Feng langsung mencium dan ******* bibir Lan Hua. Kaisar Feng menurunkan hanfu Lan Hua, kedua tangannya meremas benda kenyal milik Lan Hua. Hingga Lan Hua mengeluarkan desahan di bibir mungilnya. Jadilah mereka melakukan olahraga malam dan saling menyalurkan kehangatan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2