Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 3 Ekstra part


__ADS_3

Seminggu telah berlalu..


Disebuah ruangan yang tampak elegan terlihat seorang wanita dan seorang laki-laki yang masih tertidur pulas dengan satu selimut dan saling berpelukan.


Wanita itu pun mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia mengucek matanya hingga jelas. Lalu menoleh kesamping, melihat laki-laki yang ia cintai tertidur pulas.


Rasa bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata itulah yang ia rasakan saat ini. Permaisuri Qi Luxia meneteskan air mata indahnya, ia mengelus lembut pipi putih dan mulus Kaisar Yuan.


"Apa Permaisuri berniat membangunkan ku," ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur. Kaisar Yuan terbangun saat tangan kecil dan lembut mengusap pipinya.


"Maaf jika hamba membangunkan Yang Mulia," ucap Permaisuri Qi Luxia merasa bersalah.


Kaisar Yuan Feng membuka kelopak matanya yang indah, ia menggenggam tangan Permaisuri Qi Luxia yang masih mengelus pipinya itu.


"Tidak Permaisuri jangan merasa bersalah seperti itu. Sebenarnya sedari tadi aku sudah bangun. Hanya saja aku tidak ingin meninggalkan Permaisuri. Rasanya terlalu berat bagiku menjauh dari Permaisuri." ucap Kaisar Yuan seraya menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Permaisuri Qi Luxia.

__ADS_1


"Tidak Yang Mulia, hamba tidak akan pernah menjauh dari Yang Mulia. Justru hamba bersyukur mendapatkan sesosok suami seperti Yang Mulia."


Permaisuri Qi Luxia mengusap lembut kepala Kaisar Yuan.


"Hah, apa Permaisuri menggoda ku?" tanya Kaisar Yuan tersenyum menyeringai.


"Andai saja hamba sudah sembuh, sudah pasti hamba akan melayani Yang Mulia." desah Permaisuri Qi Luxia pelan. Ia merasa bersalah karna tidak bisa melayani Kaisar Yuan.


Kaisar Yuan bangun dari tidurnya, ia menatap lekat Permaisuri Qi Luxia, "Tidak masalah Permaisuri. Asalkan Permaisuri memberikan satu ini." ucap Kaisar Yuan membelai lembut bibir Permaisuri Qi Luxia.


Kaisar Yuan melepaskan ciumannya itu, "Aku sangat mencintai Permaisuri." ucap Kaisar Yuan kembali melakukan aktivitasnya dengan Permaisuri Qi Luxia. Sementara Permaisuri Qi Luxia memainkan pedang kecil Kaisar Yuan yang mulai menegang.


Ia meremas dan mengusap pedang kecil itu dengan lembut. Hal itu kecil itu ia tau dari Ibundanya, Lan Hua. Jika Kaisar Feng sudah terbakar nafsu birahi pada saat Lan Hua tidak bisa melayaninya.


Justru hal itulah yang Lan Hua lakukan hingga pelajaran itu di jelaskan ke Permaisuri Qi Luxia. Walaupun Permaisuri Qi Luxia malu. Namun ia tetap mendengarkan segala perintah dan nasehat Ibundanya yang bisa menyenangkan suami. Hingga suami tidak bisa jauh dari mereka.

__ADS_1


"Permaisuri," ucap Kaisar Yuan yang terkejut dengan tindakan Permaisurinya.


Permaisuri Qi Luxia tersenyum, "Tenang saja Yang Mulia hamba tau semua ini dari Ibunda. Cukup Yang Mulia mengikutinya saja." goda Permaisuri Qi Luxia.


Permaisuri Qi Luxia mendorong Kaisar Yuan ke sampingnya, hingga tubuh Permaisuri Qi Luxia berada di atas.


Dengan sigap Permaisuri Qi Luxia membuka hanfu Kaisar Yuan dan ******* pedang kecil yang sudah menegang itu.


Sementara Kaisar Yuan menikmati kehangatan dan kelembutan itu. Desahan mulai keluar dari mulut Kaisar Yuan. Sesekali Kaisar Yuan memejamkan matanya. Ia begitu terlena menikmati sentuhan itu.


"Ah, Permaisuri." lirihnya, ia masih menikmati yang dilakukan Permaisuri Qi Luxia. Hingga cairan putih itu keluar. Membuat Kaisar Yuan merasakan kelelahan.


Permaisuri Qi Luxia membaringkan tubuhnya di samping Kaisar Yuan dan Kaisar Yuan langsung menenggelamkan kepalanya di dada Permaisuri Qi Luxia.


"Tidurlah Yang Mulia," ucap Permaisuri Qi Luxia lembut seraya mencium kening Kaisar Yuan yang mulai memejamkan matanya kembali.

__ADS_1


__ADS_2