
"Yang Mulia apa tidak sebaiknya memaafkan Jenderal Liue." Ucap Yoona yang merasa kasihan pada Jenderal Liue. Baru pertama kalinya, ia melihat Jenderal yang di segani mengeluarkan air matanya. Rasanya tidak cocok dengan sebutan Jenderal berdarah dingin.
"Jiejie aku bisa memaafkannya, tapi belum bisa menyembuhkannya.
Lan Hua berhenti memandang ke arah taman. Ia ingat dimana waktu itu bersama yang mulia Kaisar, bercanda bersama dan tertawa bersama.
Permaisuri Lan Hua aku harap kau bisa bahagia aku sudah menuruti mu batin Lan Hua.
"Salam hormat, Yang Mulia." Ucap Selir Mei.
Lan Hua hanya meliriknya sekilas, lalu kembali melihat ke arah taman.
"Aku harap Permaisuri tidak menggoda Kaisar lagi. Bagaimana pun juga Kaisar tidak mencintai Permaisuri." Ucap Selir Mei tersenyum sinis ke Lan Hua yang bersikap acuh padanya.
Berani sekali dia mengabaikan ku batin Selir Mei.
"Aku harap anda bisa tau diri Permaisuri, aku sedang mengandung anak Yang Mulia dan tunggulah posisi mu akan tergeser." Sambungnya lagi, namun tidak ada sahutan sama sekali.
"Berani sekali kau mengabaikan ku, hah." Bentak Selir Mei mengepalkan tangannya.
Lan Hua langsung menatap Selir Mei dengan tajam. "Apa kau sudah selesai berceloteh Selir?" Lan Hua mengangkat dagu Selir Mei dengan jari telunjuknya.
"Aku tidak membutuhkan posisi ini. Jika aku mau aku sudah memberikannya, tapi
Aku bertahan demi Permaisuri Lan Hua yang asli batin Lan Hua...
__ADS_1
tapi aku tidak akan memberikannya pada orang seperti mu." Ucap Lan Hua tersenyum sinis.
Lalu meninggalkan Selir Mei yang menahan amarahnya yang mulai sampai ke ubun-ubunnya.
"Permaisuri, apa kau baik baik saja?" tanya Yoona dengan khawatir.
"Tentu Jiejie."
Setelah beberapa saat Lan Hua sudah sampai di kediamannya.
"Meimei aku akan menyiapkan makan siangnya." ucap Yoona yang dibalas anggukan oleh Lan Hua.
Huuft hidup di zaman ini melelahkan ingin rasanya aku kembali ke zaman ku,
di zaman ini penuh konflik akan tahta. Aku ingin sekali hidup tenang
"Baiklah Jiejie,, kita makan bersama." ucap Lan Hua...
"Waah,, ini enak sekali Jiejie."
"Makanlah yang banyak." Ucap Yoona mengambilkan sayuran dan lauk yang banyak menaruh di piring Lan Hua.
"Aaa, Jiejie apa kau mau membuatku gemuk?"
"Meimei tidak akan gemuk bagi orang yang berkultivasi." Ucap Yoona di iringi gelak tawa.
__ADS_1
"Meimei bagaimana perasaan mu terhadap Kaisar?"
"Jiejie aku belum sepenuhnya percaya ataupun cinta padanya." Jawab Lan Hua menghentikan makan nya.
"Lalu kapan kau akan mengungkap kan kejahatan Selir Mei? yang ingin membunuh mu, (tentang penyusup dan meracuni Lan Hua saat di asingkan)
"Jiejie aku masih ingin melihat seberapa besar Kaisar mencintai ku. Aku akan melihat semua itu ketika Selir Mei memojok ku atau bisa dibilang menjatuhkan ku." Ucap Lan Hua dengan menerawang jauh. Dengan mengujinya seperti itu, ia bisa tau kesungguhan Kaisar Feng pada dirinya
"Tapi aku tidak suka Hua'er ketika Selir Mei menjatuhkan mu,, rasanya aku ingin mencakar nya."
"Kau tau Jiejie dalam sebuah hubungan yang bahagia yaitu kuncinya kesetiaan dan kepercayaan.
Kesetiaan yaitu ketika kita setia hanya memiliki satu orang kekasih dihatinya.
Kepercayaan yaitu percaya pada kekasihnya apapun yang terjadi. Kau tau bukan, jika hati Kaisar masih ada Selir Mei. Itulah yang membuat aku ragu menetapkan hati ku."
"Tapi Meimei, kau harus berjuang merebut hati Kaisar." Ucap Yoona.
''Huft, Jiejie percuma membahas panjang lebar kau tidak akan paham karna kau orang yang tidak memiliki kekasih."
"Meimei kau sangat kejam setidaknya kau menjelaskannya."
"Apa perlu aku mencarikan Jiejie kekasih ?bagaiman dengan Iyan?" Lan Hua mengkedipkan salah satu matanya menggoda Yoona.
"Maksud Meimei pengawal Kaisar. Kau jangan mengada-ngada Hua'er, mana mungkin Jiejie menyukai nya."
__ADS_1
"Kenapa Jiejie? tidak jelek-jelek amat, bisa dibawa kepasar juga bisa di bawa ke tempat orang mati."
Seketika kedua wanita itu tertawa lepas. Seolah beban hidupnya tidak ada lagi. Sementara Iyan di belahan bumi yang berbeda, tiba-tiba ia bersin dan merasakan merinding.