
Sementara Lan Hua dan Kaisar Feng tengah berkumpul bersama Pangeran Mahkota Yuan Feng,Pangeran Jixiang dan istrinya putri Xio Ji Li.
"Hormat hamba Yang Mulia." ucap prajurit
"Ada apa." ucap Kaisar Feng.
"Di luar ada putri Lan Sing, Yang Mulia." ucap prajurit.
Merekapun terkejut dan langsung berudiri ingin menemui Lan Sing, namun langkah mereka terhenti ketika Lan Sing menghampiri mereka dan membawa seorang pemuda berwajah mengerikan.
"Ibunda." ucap Lan Sing memeluk Lan Hua.
"Sayang Ibunda sangat merindukan mu." ucap Lan Hua menangis.
Lan Sing melepaskan pelukannya kemudian ia tersenyum menatap Lan Hua.
"Aku juga merindukan Ibunda." ucap Lan Sing, ia pun menoleh pada Kaisar Feng dan memeluknya.
"Ayah." ucap Lan Sing menangis dipelukan Kaisar Feng.
"Putri kecil Ayah." ucap Kaisar Feng mengelus lembut kepala Lan Sing dan mencium keningnya.
Lan Sing melepaskan pelukannya dan memeluk kedua Gegenya serta kakak iparnya.
"Lan'er kenapa pulang sendiri? dimana suami mu?" ucap Kaisar Feng.
Lan Sing menunduk "kami sudah bercerai Ayah."
"Apa !!!" teriak mereka semua yang terkejut karna ucapan Lan Sing.
"Lan Sing akan menceritakannya." ucap Lan Sing menatap mereka.
"Hormat hamba Yang Mulia dan Permaisuri." ucap Pangeran Xio Han Si.
__ADS_1
Kaisar Feng dan Lan Hua saling menatap.
"Ibunda dia Pangeran Xio Han Si, ada beberapa hal yang ingin Lan'er bicarakan dengan kalian."
"Ekhem, jadi kau Pangeran Xio Han Si." ucap Kaisar Feng menghilangkan rasa canggungnya.
Mereka tidak jijik ketika melihat wajah Pangeran Xio Han Si, justru mereka sangat senang akan kedatangannya.
Sementara Lan Hua menatap lekat Pangeran Xio Han Si.
"Kultivasi Hitam, kau memilikinya." ucap Lan Hua membuat mereka terkejut melongo tak percaya, sementara Lan Sing diam saja.
"Hamba tidak tau yang mulia." ucap Pangeran Xio Han Si menunduk.
"Ibunda duduk lah Lan'er akan menceritakan semuanya." ucap Lan Sing.
merekapun duduk bersama ingin mendengarkan penjelasan Lan Sing.
"Apa!" teriak Kaisar Feng membuat kaget Lan Hua.
"Astagah, yang mulia kau membuat ku kaget saja, untung tidak jantungan." gerutu Lan Hua.
"Tenanglah Lan'er belum menceritakan semuanya." ucap Lan Sing.
"Sebenarnya Kaisar Zing anak Tetua Hui dan Tetua Hui bersaudara dengan Kaisar Xio." ucap Lan Sing menatap mereka.
"Pantas saja ketika bertemu dalam pertemuan kerja sama, aku melihat tatapan sengit dari mereka." ucap Kaisar Feng.
"Berhentilah menjeda ucapan Lan Sing." cerocos Lan Hua yang mulai kesal akan suaminya.
"Dan Pangeran Xio Han Si terkena mantra Kultivasi Hitam ketika berada dalam kandungan Permaisuri Xio,sebenarnya Kaisar Xio menghentikan tetua Hui untuk balas dendam atas keponakannya karna marah pada akhirnya ia membacakan Kultivasi Hitam pada kandungan Permaisuri Xio." ucap Lan Sing dengan serius menceritakannya.
"Hemm berarti tubuhmu terkena Kultivasi Hitam." ucap Lan Hua.
__ADS_1
"Benar Ibunda, Red berkata jika Pangeran Xio Han Si bisa sembuh ketika ia bisa mempelajari Kultivasi Hitam." ucap Lan Sing.
"Bisa saja, tapi itu tidak mudah Lan Sing." ucap Lan Hua menatap Lan Sing.
"Jadi pangeran Xio apa kau ingin sembuh, tapi ada resikonya." ucap Lan Hua menatap Pangeran Xio Han Si.
"Jika tubuh mu tidak bisa mengendalikan Kultivasi Hitam itu, kau bisa menjadi jahat karna tubuh mu telah dikuasai Kultivasi Hitam, apa kau yakin ingin mempelajarinya?."
Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si dan mengangguk.
"Lan'er yakin Ibunda, Pangeran Xio pasti bisa mengendalikannya." ucap Lan Sing.
"Kenapa kau yang menjawab?" ucap Lan Hua dengan tatapan menyelidik.
Ternyata Lan Sing menyimpan sebuah perasaan pada Pangeran Xio batin Lan Hua.
Sementara Pangeran Xio Han Si kebingungan ia takut mencelakai orang di dekatnya terutama Lan Sing jika tidak bisa mengendalikannya tapi ia ingin sembuh dan menikahi Lan Sing itulah tujuan utamanya.
"Gege, aku yakin kau bisa melakukannya." ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio.
Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing ia menjadi yakin dengan keputusannya mendapatkan kepercayaan dari Lan Sing.
"Baiklah Permaisuri, hamba akan mempelajarinya." ucap Pangeran Xio Han Si menatap Lan Hua.
"baik tapi bukan aku yang akan melatih mu Pangeran, tapi Red dan Dragon." ucap Lan Hua.
"Siapa Dragon dan Red? apa kita harus mencarinya?" ucap Pangeran Xio Han Si kebingungan.
"Gege tenanglah nanti kau akan tau sendiri." ucap Lan Sing tersenyum.
"Baiklah, sebaiknya kalian beristirahat kita akan membahasnya besok." timpal Lan Hua.
Merekapun mengiyakan dan menuju kediaman masing masing.
__ADS_1