
Kini Seminggu telah berlalu.
Di sebuah gubuk, terlihat seorang wanita duduk bertekuk lutut dengan wajah sembab. Lima hari yang lalu ia baru kehilangan sang nenek, tapi sekarang ia merindukan sosok Tuan yang pernah datang ke gubuk sekaligus pernah menolongnya. Ia berharap Tuan itu segera datang dan menemaninya setiap hari. Bohong jika ia tidak memiliki perasaan, nyatanya ia jatuh hati pada pandangan pertama. Tak perduli jika sang Tuan yang pernah menolongnya memiliki istri, justru ia rela menjadi Selirnya. Ia tidak perduli, yang terpenting ia bisa bersama sang Tuan, orang yang di cintainya.
"Yuan aku merindukan mu, sekarang Nenek telah meninggal. Kenapa kau tidak datang, apa karna kau tidak mau menjaga ku." lirih gadis itu seraya menangis terisak-isak, "Aku tidak peduli, kau punya istri, wanita yang di cintai atau tidak, yang jelas aku mencintai mu dan aku akan berusaha membuat mu mencintaiku. Apapun akan ku coba," ucap wanita itu dengan penuh tekat yang kuat.
Disisi lain..
Lan Hua dan Kaisar Feng bahagia, karna istana akan ada kedatangan anggota baru. Semua putri Perdana Menteri telah ikut serta.
Dan yang terpilih tetap saja putri Qi Luxia. Dilihat dari ke anggunan dan sopan santun, serta sifat yang tidak di buat-buat. Dengan kepolosannya lah yang membuat Lan Hua semakin menyukainya. Lan Hua tidak memilih karna sebuah Kultivasi atau kekuatan fisik, yang ia pilih sifat sopan santun dan ketulusan hatinya.
Dan kini di sebuah altar terlihat sepasang insan memaki hanfu merah bersulaman naga. Merekapun bersujud sebagai tanda penghormatan. Setelah selesai sang pengantin wanita di antar ke paviliumnya, menunggu sang suami.
__ADS_1
Pesta pernikahan yang diadakan itu begitu meriah, Kaisar Xio Han Si dan Putri Lan Sing juga ikut serta dalam pesta itu dan ikut turut berbahagia.
Tanpa terasa malam pun telah tiba, terlihat seorang gadis yang duduk di tepi ranjangnya dengan berbalut hanfu merah dan penutup kepala. Gadis itu pun duduk dengan gugupnya. Detak jantungnya begitu tak karuan. Rasanya, ia ingin sembunyi di lubang semut.
krek
Suara pintu terbuka, gadis itu semakin gugup dan bertambah pula jantungnya tak karuan. Semakin langkah kaki itu mendekat, semakin pula jantungnya melompat keluar dari sarangnya.
Gadis itu memejamkan matanya, ketika penutup kepala itu terasa di buka oleh sepasang tangan.
Terdengar suara berat, datar dan dingin. Hatinya yang semula gugup bercampur senang dan bahagia. Kini merasa ketakutan, bulu kuduknya merinding seketika.
"Buka mata mu,"
__ADS_1
Putri Qi Luxia memberanikan diri membuka matanya, ia melihat seorang laki-laki tampan, bulu mata yang lentik, hidung mancung dan rahang yang tegas. Dan jangan lupa bola mata yang sangat tajam, seakan ingin memakannya hidup-hidup.
"Aku adalah Putra Mahkota Yuan Feng sekaligus suami mu," ucapnya dengan penuh penekanan.
Putra Mahkota Yuan Feng mengelus pipi halus itu, ia tersenyum dan
aaaa
Putri Qi Luxia merasakan sakit saat dagunya di cengkram kuat oleh Putra Mahkota Zhang Feng.
"Jangan bermimpi menjadi istriku dan jangan bermimpi mendapatkan cinta dariku. Kamu hanyalah istri politik, ya pernikahan ini hanya di dasari politik bukan di dasari cinta. Jadi aku tidak akan pernah menganggap mu menjadi istriku," ucap Putra Mahkota Yuan Feng menghempaskan cengkramannya.
"Istri seperti mu yang tidak memiliki kekuatan, tidak pantas bersanding dengan diriku,"
__ADS_1
"Kamu tau kan, aku tidak pernah mencintai mu bahkan menyentuhmu. Jadi jangan berharap lebih, sekalipun dirimu mati membatu." ucap Putra Mahkota Yuan Feng meninggalkan Putri Qi Luxia yang membeku.