
"Meimei kita sudah siap berangkat." Ucap Chen.
"Benarkah,, baiklah ayo kita berangkat. Aku sudah memesan kuda untuk kita." Ucap Lan Hua seraya menaiki kuda yang ada di depannya.
Ke empat Saudara akhirnya menaiki kuda masing masing. Entahlah, hati mereka tiba sangat senang dengan kedatangan Lan Hua dan mau menerima mereka. Tidak ada lagi, orang yang mereka percayai selain Lan Hua.
"Meimei, sebenarnya Meimei tinggal dimana?" tanya Chen.
"Kalian akan tau." Ucap Lan Hua mempercepat langkah kudanya.
Ke Empat saudara masih bingung mengikuti Lan Hua yang mengarah ke Hutan Surgawi.
Bukankah ni menuju ke Hutan Surgawi memangnya mei mei ada urusan apa batin mereka Berempat...
mereka berempat tidak bertanya takut mengganggu Lan Hua,, akhirnya mereka memilih diam dan mengikutinya saja...
"Kita sudah sampai Gege,, Jiejie." Ucap Lan Hua berhenti di salah satu pohon yang rindang.
Aneh kenapa aku tidak melihat binatang buas .
Mei mei siapa sebenarnya dirimu batin mereka.
"Gege,, Jiejie kalian harus bergandengan tangan agar bisa memasukinya." Ucap Lan Hua mengandeng tangan Chen di ikuti yang lainnya..
"Pejamkan mata kalian." Perintah Lan Hu.
"Meimei sebenarnya kita mau apa dan kemana?" tanya Changyin mengedarkan pandangannya. Tiba-tiba bulu kuduknya merinding.
Mereka berempat menatap Lan Hua meminta penjelasan.
__ADS_1
"Tutuplah, mata Gege dan Jiejie." Ucap Lan Hua tersenyum. "Aku akan menjelaskannya nanti."
Mereka pun menganggukinya dan mengikuti perkataan Lan Hua.
sriiiinnggg,,,
Pohon besar di depannya langsung mengeluarkan cahaya hingga mereka memasuki pohon tersebut.
Dalam sekejap, mereka sudah memasuki Hutan Surgawi.
"Bukalah mata Gege dan Jiejie." Ucap Lan Hua melihat ke empat Bersaudara.
Mereka Berempat tercengang akan keindahan yang layaknya surga, banyak pohon yang rindang, bunga bermekaran dimana-mana dari kejauhan terlihat sungai dan danau yang jernih bahkan yang lebih mengejutkan lagi para hewan putih menundukkan kepalanya kepada seorang gadis di depan mereka.
Terlihat seorang gadis cantik memakai mahkota berpakaian biru dengan mata berwarna biru.
"Hua'er." ucap mereka serempak dan tersenyum pada mereka.
"Selamat datang di Hutan Surgawi Gege dan Jejie.'" Ucap Lan Hua menyadarkan ketercengangan mereka.
"Siapa sebenarnya kau Meimei?" tanya Changyu tanpa mengkedipkan matanya.
"Aku adalah Ratu di Hutan Surgawi dan Hutan Kematian, Gege perkenalkan mereka semua adalah penghuni Hutan Surgawi sekaligus keluarga ku." Ujar Lan Hua. Mata ke empat Bersaudara itu mengikuti tangan Lan Hua yang menunjukkan sesuatu.
Para penjaga Hutan Surgawi tidak percaya. Mereka tidak mengira bahwa junjungannya menganggap mereka keluarga bukan bawahannya. Para penjaga Hutan Surgawi merasa terharu pada Lan Hua. Mereka berjanji akan menjaga Lan Hua dengan nyawa mereka.
"Para penjaga Hutan Surgawi atau keluarga ku di Hutan Surgawi. Mereka berempat sekarang adalah keluarga ku, berarti juga keluarga kalian. Aku harap kalian tidak membedakan mereka." Ucap Lan Hua dengan lembut.
"Dan untuk Gege dan Jiejie, aku harap kalian tidak membedakan mereka, walaupun mereka berujud hewan tapi mereka bisa berubah wujud menjadi manusia." Tutur Lan Hua seraya mengelus kepala kuda putih di sampingnya.
__ADS_1
"Benarkah ini Hutan Surgawi," taanya Changyin.
"Kita sedang bermimpi bukan." Ucap Chen yang masih tidak percaya.
Karena Chen, Changyin dan Ming Yue masih melamun akhirnya Changyu memukul kepala mereka yang masih melongo...
"Aauuu sakit Diedie,, kenapa kau memukulku?" tanya Chen dan Changyin dengan kesalnya.
"Iya Gege sakit." Timpal Ming Yue cemberut.
"Agar kalian sadar dari mimpi kalian." Ujar Changyu kesal.
Mereka saling pandang dan memberi hormat pada Lan Hua.
"Hei, kenapa kalian malah memberi hormat? cepat berdiri, aku Meimei kalian bukan Ratu kalian." Ucap Lan Hua seraya membantu Ming Yue berdiri di ikuti ketiga Saudara.
"Jadi Meimei adalah Ratu dari Hutan ini." Ucap Chen.
Lan Hua hanya cengengesan saja. "Walaupun aku Ratunya tapi kalian adalah saudara ku." Ucap Lan Hua memeluk mereka.
Mereka berempat sangat terharu akan sikap Lan Hua bahkan tidak membedakan status mereka...
"Yang Mulia kenapa hanya mereka yang dipeluk? aku juga ingin dipeluk." Ucap Raja Singa putih tak terima.
"Benar, Yang Mulia." Ucap Kuda putih.
Lan Hua melepaskan pelukan mereka berempat dan menatap ke arah penjaga Hutan Surgawi...
"Jika aku memeluk kalian satu satu yang ada tangan ku sampai terpotong atau bisa jadi aku memeluk kalian semua bersamaan bisa jadi cacing tanah." Ucap Lan Hua tertawa yang di iringi tertawa keempat Saudara dan para penjaga Hutan Surgawi..
__ADS_1