
Kesokan paginya.
Penghuni Istana gempar melihat para Kaisar yang terluka dan para Tabib pun sibuk mengobati luka Kaisar. Beruntungnya pertolongan pertama telah di lakukan, sehingga para Tabib hanya mengeceknya saja dan memberikan tambahan obat saja.
Sedangkan di sebuah ruangan, masih terlihat seorang wanita yang tengah tertidur pulas. Rasanya ia tidak ingin beranjak dari kasur empuknya.
"Permaisuri bangun, sudah pagi, apa Permaisuri tidak ingin menjenguk Yang Mulia?"
"Biarkan saja Jiejie, toh gak di jenguk pun dia tidak akan mati." Ucap Lan Hua dengan nada malasnya. Matanya masih melekat erat, sangat sulit terbuka.
"Bagaimana jika Selir Mei datang mendahului Permaisuri?" tanya Yoona dengan maksud membuat Lan Hua cemburu.
"Biarkan saja ulat bulu yang mengobatinya."
"Permaisuri !"
"Hah baiklah aku akan melihat Kaisar Feng, jika perlu aku akan menjenguk semua Kaisar itung itung-itung cuci mata." Ucap Lan Hua.
"Astagah ! Permaisuri." Desah Yoona menyusul langkah kaki Lan Hua ke tempat pemandiannya.
Selesai membersihkan diri, Lan Hua merias wajahnya sederhana mungkin dengan memakai hanfu hijau dan tentunya di bantu oleh Yoona dan yang lainnya.
"Wah, Permaisuri sangat cantik. Pasti Yang Mulia dan yang lainnya tercengang." Ucap Yoona tertawa.
"Hah jika aku mau, aku akan mendirikan harem."
"Apa ! jangan bercanda Meimei. Mengurus satu suami saja sudah kewalahan apalagi memiliki banyak suami."
"Memangnya Jiejie pikir aku akan mengurus mereka siang dan malam. Ogah ! justru aku akan menjadikan mereka pelayan ku Jiejie. Satunya memasak, satunya mencuci dan satunya berkerja, bisa dibilang penghematan pelayan." Ucap Lan Hua tertawa seraya berdecak pinggang.
"Sudahlah Meimei percuma berbicara dengan ide gila mu. Sebaiknya kita ke kediaman Yang Mulia."
"Baiklah."
sampai di Kediaman Naga..
Lan Hua melihat Selir Mei dan Ibu Suri menemani Kaisar Feng.
"Hormat hamba, Yang Mulia. Maaf hamba baru menjenguk Yang Mulia." Ujar Lan Hua dengan wajah di buat sedih.
"Aku tidak apa-apa Permaisuri haanya luka biasa." Ucap Kaisar Feng yang merasa senang dengan kedatangan Permaisuri Lan Hua.
"Permaisuri bisakah membantu ku mengganti obatnya." Pinta Kaisar Feng.
"Yang Mulia biar hamba saja yang menggantinya." Timpal Selir Mei. Ia tidak ingin Lan Hua mendekati Kaisar Feng.
"Benar, Yang Mulia biarkan Selir Mei saja." Ujar Lan Hua.
Ogah banget aku batin Lan Hua.
"Permaisuri, apa anda menolak yang mulia Kaisar? " tanya Ibu Suri. Ia merasa Lan Hua tidak berniat pada putranya lagi. Hal ini tidak bisa ia biarkan begitu saja. Ia tidak rela, hubungan Permaisuri Lan Hua dan Kaisar Feng bertambah renggang.
"Hamba tidak berani menolak Ibu Suri." Ucap Lan Hua.
__ADS_1
Kaisar Feng hanya tersenyum dengan kemenangannya.
"Baiklah Selir Mei kita keluar biar Permaisuri yang menggantikan obatnya." Perintah Ibu Suri.
Sial kenapa harus wanita sialan ini batin Selir Mei.
Ibu Suri keluar di susul Selir Mei dengan perasaan dongkol. Sementara Lan Hua hanya mengernyitkan dahinya melihat Kaisar Feng tersenyum..l
"Kenapa Yang Mulia tersenyum ada yang lucu?" tanya Lan Hua membuka perban di dada kaisar Feng.
"Iya, kau menggemaskan Permaisuri." Ucap Kaisar Feng.
"Ooooo."
Lan Hua mulai mengobati Kaisar Feng dengan menekan lukanya.
"Auuu, Permaisuri kau ingin membunuh ku." Ucap Kaisar Feng.
"Benar bahkan aku ingin mencekik mu sekarang juga." Gumam Lan Hua seraya memperban luka Kaisar Feng.
"Permaisuri aku ingin memiliki anak." Ucap Kaisar Feng.
"Bukankah, Yang Mulia sudah memiliki anak." Ucap Lan Hua.
"Bukan dengan Selir Mei, tapi dengan Permaisuri." ucap Kaisar Feng. Membuat laki-laki di depannya membeku.
Lan Hua menatap Kaisar Feng yang telah selesai mengobati lukanya.
Sementara Kaisar Feng sangat kecewa karna penolakan Permaisurinya. Dengan cara apa ia bisa memiliki Lan Hua secara utuh. Seandainya dia memiliki seorang anak. Mungkin hubungannya akan cepat membaik.
Saat Lan Hua keluar dari kediaman Kaisar ia berpapasan dengan Kasim Qie yang membawa gulungan.
"Hormat hamba Permaisuri." Ucap Kasim Qie.
"Apa yang kau bawa?" tanya Lan Hua.
"Hamba tidak tau yang mulia. Surat ini dari Klan Iblis, hamba mohon undur diri yang mulia." Ucap Kasim Qie meninggalkan Lan Hua pergi ke kediaman Kaisar Feng.
Lan Hua hanya mengangguk dan memberikan kode pada Yoona untuk mencari tau, lalu melanjutkan perjalanannya menuju ke kediamannya. Ia duduk dengan santai menunggu kedatangan Yoona.
"Hormat hamba, Permaisuri." Ucap Yoona.
"Bagaimana Jiejie?" tanya Lan Hua.
"Klan Iblis meminta perang Permaiauri, yang akan diadakan sebulan lagi. Semua Kaisar sedang bersiap-siap untuk pulang mempersiapkan semua pasukannya."
"Hemm baiklah malam ini aku akan ke Hutan Surgawi." Ucap Lan Hua. Dia harus membantu semua Kaisar.
Pada malam harinya.
Lan Hua dan Yoona sudah siap-siap ke Hutan Surgawi. Sampai di gerbang belakang Lan Hua memanggil Red dan Rexi.
Lan Hua menaiki Red sementara Yoona menaiki Rexi. Mereka menebus angin malam menuju Hutan Surgawi. Sampai di Hutan Surgawi, Lan Hua melihat rakyatnya hidup dengan baik bahkan berteman baik dengan penjaga Hutan Surgawi.
__ADS_1
Lalu Dragon keluar dari dalam ruang dimensi Lan Hua..
"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Dragon.
"Kenapa kau keluar aku tidak memanggilmu?"
"Meimei apa kau tidak kasian pada ku? kau mengurungku sementara Red dan Rexi selalu kau ajak keluar, aku bahkan makan tidur di ruang dimensi mu." Ucap Dragon tak terima.
"Seharusnya bagus kan."
"Meimei kau aneh. Membangun istana tapi kau tidak pernah duduk di singgasana mu. Kau hanya menerima laporan dari Chen." Ucap Dragon.
"Kau tau sendiri aku sibuk karena kepiting rebus itu. Baiklah panggil semua penjaga Hutan Surgawi dan juga rakyat ku. Aku akan mengadakan pertemuan."
Be**berapa menit kemudian**
Di ruang pertemuan Lan Hua melihat semua penjaga Hutan Surgawi termasuk rakyatnya.
Lan Hua berjalan di depan mereka di ekori Yoona. Semua penjaga Hutan Surgawi pun menundukkan kepala memberikan penghormatan pada Lan Hua.
Sebelum duduk di singgasananya Lan Hua merasakan ke anehan pada tubuhnya. Ia menghiraukannya, mungkin karena Kultivasinya. Tanpa ia sadari sebuah cahaya muncul dari tubuh Lan Hua.
Lan Hua berubah menjadi dewi bahkan kecantikannya bertambah berkali kali lipat, matanya sudah berubah menjadi biru. selama ini Lan Hua selalu menyembunyikan warna matanya, bahkan keningnya pun terdapat tato Api Biru.
Demua orang yang menyaksikannnya terkejut akan perubahan ratunya.
"Selamat Yang Mulia kekuatan anda sudah bertambah." Ucap Dragon dan Red.
Lan Hua tersenyum dengan perubahannya bahkan Kekuatannya.
ehemmmm.
Derheman Lan Hua menyadarkan semua penghuni Istana Bunga...
"Baiklah aku datang kesini ingin menyampaikan bahwa sebulan lagi akan ada Perang antara Klan Iblis dan Para Kaisar.
Aku membutuhkan bantuan kalian untuk membantu Para Kaisar namun tidak untuk penjaga Hutan Surgawi kalian tetap disini."
Salah satu dari mereka maju mewakili mereka yaitu Chyou orang kepercayaan Chen.
"Kami akan menjalankan perintah yang mulia." Ucap Chyou.
"Apa kau orang kepercayaan Gege Chen?" tanya Lan Hua.
"Benar, Yang Mulia."
"Baiklah aku akan mempercayakan mereka semua pada mu. Selama aku tidak ada disini
kalian harus ingat, kalian adalah keluarga tidak ada yang boleh membedakan dan kalian tidak boleh keluar dari Hutan Surgawi. Tidak ada orang yang tau hutan ini jika kalian keluar melanggar peraturan ku kalian harus ingat tentang Tato Mawar Putih." Ucap Lan Hua dengan tegas.
Mereka semua mengingat tentang Tato Mawar Putih bergedik ngeri.
"Baiklah aku akan kembali ke Istana, kalian harus menjaga diri kalian baik baik." Ucap Lan Hua langsung pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1