Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Kepulangan Lan Sing


__ADS_3

Kini Dua hari telah berlalu.


Lan Sing tidak pernah keluar dari kediaman Pangeran Xio Han Si,ia merawat Pangeran Xio Han Si dengan telaten.tubuh Pangeran Xio Han Si pun telah pulih..


"Aaa, buka mulut Gege." ucap Lan Sing menyodorkan nasi di sendoknya ke mulut Pangeran Xio Han Si.


"Berhentilah menyuapiku, Lan'er kau membuat ku seperti anak kecil saja."ucap Pangeran Xio Han si cemberut.


Lan Sing hanya tersenyum melihat Gege nya cemberut.


"Lan'er aku ingin bertemu dengan Kaisar Zing." ucap Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing ia takut tidak di izinkan menemui Kaisar Zing


"Baiklah, aku akan mengantarkan Gege untuk menemuinya." ucap Lan Sing tersenyum " sekarang habisi dulu makanannya." ucap Lan Sing menyodorkan makanan kemulut Pangeran Xio Han Si.


Setelah selesai makan, Pangeran Xio Han Si dipapah oleh Lan Sing menuju ruang kerja Kaisar Zing.


Sampai di ruang kerja Kaisar Zing Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si saling menatap.


kemudian pelayan itu memberitaukan kedatangan mereka.


"Hormat hamba, Yang Mulia, diluar ada Pangeran Xio Han Si dan Putri Lan Sing ingin bertemu gang mulia." ucap pelayan.


"Biarkan mereka masuk." ucap Kaisar Zing datar.


Pelayan itupun memberi taukan pada Pangeran Xio Han Si.


merekapun masuk ke dalam, sampai di dalam mereka melihat Kaisar Zing sibuk dengan pekerjaanya.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap mereka.


Kaisar Zing menghentikan pekerjaannya dan menatap mereka.

__ADS_1


"Ekhem, ada apa kalian datang menemuiku? apa kalian ingin aku tendang keluar? mengganggu pekerjaan ku saja." ucap Kaisar Zing berdengus kesal.


"Maaf, Yang Mulia.jika hamba mengganggu waktu yang mulia." ucap Pangeran Xio Han Si.


Kaisar Zing menghela nafas,


"Ada perlu apa?" ucap Kaisar Zing datar.


"Kami ingin berterimakasih atas kebaikan Yang Mulia." ucap Lan Sing.


Kaisar Zing menatap mereka yang menunduk hormat.


"Tidak perlu, cukup kalian berbahagia.Pangeran Xio Han Si bisakah kita main catur? aku merasa lelah bekerja selama dua hari ini." ucap Kaisar Zing.


"Dengan senang hati Yang Mulia." ucap Pangeran Xio Han Si.


Merekapun menuju sebuah gazebo tempat santai Kaisar Zing.


Langsung saja mereka memulai permainnya.


Dua jam telah berlalu, kaisar Zing kalah dua kali sementara Pangeran Xio Han Si kalah sekali.Lan Sing hanya diam menatap mereka bermain catur.


"Hah, baiklah aku kalah permainan mu tidak buruk sama saja dengan paman Xio." ucap Kaisar Zing menatap Pangeran Xia Han Si tersenyum "Aku minta maaf atas perbuatan ku pada kalian, terutama kau Putri Lan Sing." ucap Kaisar Zing menatap Lan Sing.


"Yang Mulia sebenarnya pada waktu itu, hamba sangat marah pada Yang Mulia." ucap Lan Sing menatap Kaisar Zing.


"Aku tau kau bisa saja membunuh ku, sebenarnya aku hanya menguji cinta kalian." ucap Kaisar Zing menunduk.


"Baiklah, aku ingin kalian pulang hari ini.Istana ku sumpek melihat kalian disini." ucap Kaisar Zing terkekeh.


merekapun sama sama tertawa.

__ADS_1


"Kalian akan pulang kemana Kekaisaran Xio atau Kekaisaran Feng?" ucap Kaisar Zing menatap mereka.


"Kami akan pulang ke Kekaisaran Feng, Yang Mulia." ucap Lan Sing.


"Emm baiklah, kasim Qie persiapkan kepulangan mereka ke Kaisaran Feng." ucap Kaisar Zing tersenyum.


"Baiklah, Yang Mulia hamba undur diri." ucap Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si memeberikan penghormatan.


Kaisar Zing mengangguk ia hanya bisa menangis dalam hatinya.


"Yang Mulia, apakah anda tidak akan mengantarkan mereka." ucap kasim Qie.


"Jika aku mengantarkan mereka, justru aku akan mencegah Lan Sing." ucap Kaisar Zing menatap kosong ke danau "kasim Qie hari ini persiapkan pengasingan Fu Mei." ucap Kaisar Zing menatap kasim Qie.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Yoon.


"Ada apa?" ucap Kaisar Zing datar.


"Ijinkan hamba ikut nona Lan Sing." ucap Yoon menunduk.


"Baiklah jaga dia."


Yoon tersenyum,ia mengangguk memberikan penghormatan undur diri pada Kaisar Zing dan berjalan tergesa gesa untuk menemui Lan Sing.


Sementara Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si telah tiba di halaman Istana mereka melihat Dua kereta, satu kereta untuknya dan satu kereta untuk bekalnya selama di perjalanan dan beberapa pengawal.


Lan Sing menoleh menatap pintu Istana.kemudian ia menuri tangga.ia mengingat pada saat pertama kali masuk dan sekarang ia harus pergi meninggalkan Istana dengan sejuta cerita.


Lan Sing terus melangkah kan kakinya menuju kereta.


"Tunggu Nona." teriak seseorang yang tak lain adalah Yoon.

__ADS_1


__ADS_2