
Pada Malam harinya, sesuai janji Kaisar Zing yang akan menemui kekasihnya.
"Kasim Zu, jika Permaisuri datang kesini. Bilang aku sibuk ada urusan di luar." ucap Kaisar Zing meninggalkan kediamannya.
"Baik, Yang Mulia." ucap Kasim Zu.
Semalaman Kaisar Zing menghabiskan kerinduannya pada kekasihnya.
Di sisi lain
Lan Sing hanya mondar mandir di kediamannya, entah kenapa hatinya merasa tidak enak.
"Yoon, apa Kaisar Zing berada di kediamannya?" ucap Lan Sing.
"Kaisar Zing memiliki urusan di luar Istana yang mulia." ucap Yoon menunduk.
"Baik lah, lebih baik aku tidur. Mungkin hati ku akan tenang." ucap Lan Sing langsung merebahkah tubuhnya.
Keesokan Paginya.
"Permaisuri, anda sangat cantik. Bahkan tidak ada wanita secantik anda." ucap Yoon.
Lan Sing tersenyum mendengarkan pujian Yoon.
Selesai di rias Lan Sing memasuki sebuah tandu khusus permaisuri.
sampai di depan aula Istana Lan Sing turun dari tandunya di ikuti para pelayannnya.
Dengan pelan Lan Sing berjalan di depan para pejabat dan prajurit di atas karpet merah menghampiri Kaisar Zing.
Lan Sing menatap Kaisar Zing dan tersenyum.
Kaisar Zing membalas senyuman tepaksanya pada Lan Sing.
Sampai di depan Kaisar Zing, Lan Sing berlutut.
"Saya Kaisar Zing mengangkat Putri Lan Sing menjadi Permaisuri Kekaisaran Zing Juan." ucap Kaisar Zing lantang.
"Saya putri Lan Sing menerima titah yang mulia Kaisar Zing Juan." ucap Lan Sing.
Kaisar Zing membantu Lan Sing berdiri, menghadap semua para pejabat dan prajurit.
"Semoga, Yang Mulia Kaisar Zing dan Permaisuri berumur panjang." ucap seluruh pejabat dan prajurit memberikan penghormatan.
__ADS_1
Selesai semua acara pernikahan Lan Sing kini malam pertama yang di tunggu Lan Sing. Namun alangkah kecewanya Lan Sing, Kaisar Zing tidak kunjung menemuinya. Ia hanya menghela nafas berat saat seorang Kasim datang memberitaukannya jika Kaisar Zing ada urusan mendesak.
Tiga bulan telah berlalu....
Lan Sing selalu berusaha menjadi Permaisuri yang baik untuk Kaisar Zing. Bahkan ia pernah membuatkan makanan khusus untuk Kaisar Zing. Namun Kaisar Zing hanya membalasnya dengan ucapan terima kasih tidak lebih.
Selama Tiga bulan Lan Sing selalu berusaha menahan kekecewaan pada Kaisar Zing yang tak pernah menginjakkan kaki di kediamannya. Pernah Lan Sing menemui Kaisar Zing di kediamannya. Namun lagi lagi kecewa, Kaisar Zing selalu ada urusan di luar Istana.
Hingga suatu malam Lan Sing tidak bisa memejamkan matanya, entah kenapa ia merasa aneh terhadap Kaisar. Ia merasa jika Kaisar Zing berubah tidak seperti dulu yang selalu perhatian padanya sebelum menikah. Karna penasaran Lan Sing pergi diam diam ke kediaman Kaisar Zing tanpa di ikuti oleh pelayan. Sampai di jendela kediaman Kaisar Zing. Lan Sing mengintip dari luar jendela.
Dadanya terasa sesak sangat sulit untuk bernafas. Ia melihat Kaisar Zing sedang bercumbu dengan wanita lain, yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.
"Zi'er kapan kau akan mengangkat ku menjadi Selir mu?"tanya Fu Mei mencium pipi Kaisar Zing.
"Baiklah dua hari lagi aku akan mengangkat mu menjadi Selir ku, apa kau tau ? aku belum puas menyiksa ****** itu." ucap Kaisar Zing tersenyum.
"Setelah kau puas menyiksanya, kau akan membuangnya kan dan mengangkat ku menjadi Permaisuri." ucap Fu Mei menatap Kaisar Zing.
"Benar sayang tunggulah tiba waktunya, setelah kau masuk kedalam Istana kau boleh menyiksanya, tapi ingat kau harus berhati hati karna Ia keturunan Kaisar Feng yang terkenal Kultivasinya." ucap Kaisar Zing mencium leher Fu Mei.
"Zi'er apa kau terlalu membencinya?" tanya Fu Mei.
"Benar jika bukan karna Ibundanya dan Ayahnya, Ayahku Tetua Hui dari Klan Darah tidak akan meninggal." ucap Kaisar Zing menahan amarahnya ketika ia mendengarkan kabar jika Ayahnya Tetua Hui meninggal di tangan Kaisar Feng dan Permaisuri Lan Hua.
Lan Sing menutup mulutnya, nafasnya naik turun. Ia terduduk lemas di tanah mendengarkan semua perkataan Kaisar Zing yang hanya ingin membalaskan dendamnya.
Bodoh, kau bodoh Lan Sing percaya dengannya memberikan hatimu padanya, ingat Lan Sing kau tak boleh menangis, ingat pada janji Ibunda batin Lan Sing menyemangati dirinya sendiri.
Lan Sing berdiri dan mengepalkan tangannya.
kau ingin membuat ku menderita tidak semudah itu Kaisar Zing. Aku akan menghapus nama mu di hatiku. Sekarang hanya ada kebencian dan kebencian. Aku Lan Sing putri Kaisar Feng dan Permaisuri Lan Hua bukan gadis lemah yang akan mengemis cinta. Sebelum aku pergi, aku akan membuat perhitungan dengan mu." gumam Lan Sing beranjak pergi ke hutan yang lumayan jauh dari Kekaisaran Zing berbatasan dengan Kekaisaran Xio menggunakan qingqongnya.
Sampai di Hutan ia terus berjalan tanpa tau arah, ia berhenti satu tangannya memegang pohon di sampingnya. Kepalanya teras berat hingga ia pingsan.
Dari kejauhan seorang pemuda memerhatikannya. Ia tau jika ada seseorang yang masuk kedalam hutan.
Pemuda itu menghampiri Lan Sing dan menggendongnya menuju gubuknya.
Sampai di gubuknya pemuda itu menurunkan tubuh Lan Sing pelan pelan. Ia memegang dahinya.
ternyata demam ucap pemuda itu.
Sang pemuda semalaman mengompres Lan Sing ia selalu menatap wajah Lan Sing.
__ADS_1
Cantik gumam pemuda itu tersenyum menyentuh pipinya dengan tangan kasarnya.
Matahari menyilaukan mata Lan Sing.ia mengedarkan semua penglihatannya.
Dimana aku gumam Lan Sing.
Lan Sing bangun dari tidurnya "Ini bukan di Istana." ucap Lan Sing.
Krek..
Suara pintu terbuka Lan Sing menoleh. Ia memundurkan tubuhnya, menelan ludahnya susah payah seorang pemuda berwajah mengerikan mendekatinya. Di seluruh tubuhnya terdapat luka bakar hanya bola mata dan bibir yang ia lihat.
"Nona, kau sudah siuman." ucap Pemuda itu menaruk sebuah air putih di atas meja di sampingnya.
"Kaa,, ka, kau siapa?" tanya Lan Sing dengan wajah ketakutan.
"Jangan takut, saya menemukan Nona pingsan di hutan.maaf Nona jika wajah saya menakuti Nona." ucap Pemuda itu beranjak pergi.
"Tunggu." ucap Lan Sing menghentikan langkah pemuda itu.
"Emm, terimakasih." ucap Lan Sing tersenyum.
Pemuda itu menoleh dan membalasnya dengan anggukan.
setelah pemuda itu pergi Lan Sing langsung menghabiskan air yang dibawa pemuda tadi.
ia mulai teringat awal pertemuan dengan Kaisar Zing, ia mengingat semua perkataanya.
Lan'er akan mencintai dan membahagiakan mu...
Lan'er lihatlah bulan itu cantik, tapi tak secantik wajah mu....
Lan'er kau boleh minta apa saja asalkan jangan meminta meninggalkan ku....
Semua perkataan Kaisar Zing berputar di otaknya, ia tersenyum kecut.
"Sekarang aku tidak ada di Istana mungkinkah ia mencariku atau masih bercumbu dengan wanita itu." ucap Lan Sing.
Beberapa saat kemudian....
Kruyuk..
Suara cacing di perut Lan Sing meminta makan. Lan Sing mencium bau ikan bakar. Ia tersenyum. "Akhirnya aku makan." ucap Lan Sing mengelus perutnya.
__ADS_1
Lan Sing langsung keluar, ia mengikuti arah harumnya ikan bakar. Sampai di sebuah dapur ia melihat seorang pemuda membolak balikkan ikan bakar.