
Pavilium Teratai.
Selir Mei tengah meledakkan kebenciannya, ia benci pada Lan Hua yang kini akan mengambil posisinya di hati Kaisar Feng. Selama ini, ia selalu berusaha membuat Kaisar Feng mencintainya. Memberikan Kaisar Feng sebuah kenyamanan. Selir Mei menatap dingin ke arah Sie Yue.
"Sie Yue si bodoh itu, sudah cukup untuk bersenang senang di istana. Sudah waktunya menghentikannya. Ccmarilah pembunuh bayaran yang kuat." Perintah Selir Mei.
"Baik Selir, hamba mohon diri pergi ketempat pembunuh bayaran itu Yang Mulia." Ucap Sie Yue dengan mantap.
"Ambilah 3 tael emas ini. Jika mereka berhasil membunuhnya. Aku akan menambahkannya 5 tael emas." Jelas Selir Mei.
Sie Yue pun memohon diri dan pergi keluar istana. Beberapa saat kemudian
Sampailah Sie Yue di sebuah rumah sederhana dan mengetuknya.
Begitu pintu dibuka Sie Yue langsung menghampiri pembunuh bayaran tuan Rong, lalu Sie Yue mengeluarkan 3 tael emas.
"Jika anda berhasil membunuh Permaisuri, Selir Mei akan menambahkan 5 tael emas untuk anda." Ucap Sie Yue tersenyum sinis.
"Baiklah katakan pada Selir Mei,, bahwa saya akan memenuhi keinginannya."Ucap tuan Rong seraya mengambil kantong berwarna merah itu. Ia memainkan kantong itu dengan di iringi gelak tawa anak buahnya.
"Malam ini berangkatlah ke kediaman Permaisuri." Jelas Sie Yue langsung bergegas pergi menuju ke istana melaporkan pada Selir Mei.
Sesampainya di istana. Sie Yue langsung menuju ke arah kediaman Selir Mei.
"Hormat hamba Selir Mei."
"Bagaimana apa kau sudah selesai?" tanya Selir Mei dengan perasaan penuh harap.
"Iya Selir mereka akan berangkat malam ini."
"Bagus." Selir Mei tertawa lepas. Akhirnya dan Akhirnya ia bisa menyingkirkan wanita yang menjadi duri dalam hidupnya.
"Sie Yue siapkan aku camilan enak untuk merayakan kemenangan ku, Putra ku penghalang mu akan mati." Ucap Selir Mei mengelus perutnya..
__ADS_1
Siang pun telah berganti malam, Lan Hua tengah duduk santai membaca buku ditemani Yoona. Pendengarannya yang tajam, merasakan seseorang tengah berada di atas atap kediamannya.
Tak..
Tak..
Tak...
Lan Hua merasakan di atas atap 3 orang penyusup, melalui langkah kakinya. Lan Hua dan Yoona saling menatap mengangguk, meningkatkan kewasapadaannya. Ketiga orang penyusup itu mengeluarkan obat tidur yang menggunakan asap putih hingga para pengawal yang ada di kediaman permaisuri jatuh pingsan.
wuushhh
Tiga orang penyusup melewati jendela,
Ketiganya mendekati ranjang Lan Hua, tetapi tidak menemukan Lan Hua. Tempat tidur itu kosong dan bersih, sepertinya tidak di tempati.
Yoona pun yang sudah melihat gerak gerik mereka. Ia menyalakan lilin membuat kamar Lan Hua terang.
Di sebuah kursi, terlihat gadis cantik duduk manis dengan kaki di atas meja, mengunyah kue bulan yang di siapkan Yoona tadi.
"Waaw, kau cantik sekali Permaisuri,, sayang sekali tapi kau seorang sampah." Ejek penyusup A dengan tertawa.
"Benar, bagaimana kalau kita menikmati dulu tubuhnya baru kita habisi dia." Ucap penyusup B. Ketiga orang berpakaian hitam dengan penutup cadar di wajahnya tertawa lepas secara bersamaan. Seakan mereka mengatakan, Lan Hua harus menyerahkan dirinya dengan suka rela.
"Jika kalian bisa menyentuh pakaian ku saja maka tubuh ku ini akan melayani kalian." Ucap Lan Hua tersenyum sinis.
"Itu mudah bagi kami." ucap penyusup A tertawa.
Salah satu penyusup menuju ke arah Lan Hua. Mereka tidak menyadari bahwa ada Yoona yang mengawasi mereka sejak tadi. Mendengarkan perkataan kotornya, tangannya gatal ingin merobek mulutnya.
Penyusup B menggerakkan tangannya menyentuh bahu Lan Hua dengan sigap Yoona keluar dari persembunyiannya meremas tangan penyusup itu hingga melemparnya ke arah dinding.
"Bagaimana dengan penyambutan ku?" tanya Lan Hua tersenyum sinis.
__ADS_1
"Bukankah jika ada tamu kita harus menyambutnya dengan baik." Ucap Lan Hua.
"Sialan berani sekali kau mempermainkan kami." Ucap penyusup A yang sangat marah melihat temannya terluka.
"Aaauu aku takut." Tertawa mengejek seraya menaikkan kedua bahunya. "Tidak semudah itu kalian para tikus curut membunuh ku.
Ooo aku tau, yang menyuruh kalian pasti si nenek lampir itu kan atau Ulat Bulu atau Selir Mei." Ujar Lan Hua.
"Jangan banyak bicara kau Permaisuri sampah aku akan membunuh mu."
kedua penyusup siap menyerang Lan Hua yang masih setia dengan duduk manisnya,
srek ....
Lan Hua melemparkan jarum yang berisi racun pelumpuh sehingga kedua penyusup itu tidak bisa bergerak dan berbicara.
Penyusup yang dilemparkan oleh Yoona berdiri menuju ke arah temannya yang tidak bisa bergerak dan berbicara .
"Apa yang kau lakukan pada temanku wanita jalang?" tanya penyusup B dengan geram.
"Tentu saja memberikan hadiah yang istimewa." Ucap Lan Hua tersenyum miring.
Penyusup itu menggertakan giginya. Ia menggerakan pedangnya menyerang Lan Hua. Namun, dengan sigap Yoona menangkisnya.
trang...
Suara bunyi pedang pun beradu. Dengan lihainya Yoona mengalahkan serangannya. Hingga pedang penyusup B terlempar jauh,Yoona dengan singkatnya menebas kepalanya.
Lan Hua berdiri melihat kedua penyusup itu saling menatap ketakutan. Mereka mundur selangkah demi selangkah dengan sikap waspada.
"Giliran kalian." Ucap Lan Hua mengelurkan pedang iblisnya, menebas kepala mereka.
"Meimei, biar Jiejie yang akan membereskan darah mereka." Ucap Yoona melangkah menuju ketiga mayat itu.
__ADS_1
Lan Hua hanya mengangguk menanggapinya. Ia mencium pedangnya yang terdapat bau darah segar.