Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Identitas Pangeran Buruk Rupa.


__ADS_3

"Ehem"


derheman Lan Sing membuat pemuda itu terkejut.


"Nona, duduklah ! sebentar lagi makanan sudah siap." ucap Pemuda itu tersenyum.


Lan Sing membalas senyuman pemuda itu dan dengan santainya ia duduk menunggu ikan bakar yang membuat cacing dalam perutnya tergila gila.


30 menit kemudian Pemuda itu membawa Ikan bakar, sayur serta nasinya.


dengan mata berbinar Lan Sing mengambil piring dan mengambil makanannya. Sementara pemuda itu tersenyum melihat Lan Sing begitu semangatnya.


Lan Sing langsung tersadar, wajahnya memerah menahan malu. Ia langsung menatap pemuda tersebut dan tersenyum.


"Maaf aku hanya lapar." ucap Lan Sing pelan.


"Tidak apa apa Nona, makanlah." ucap pemuda itu tersenyum.


Entah mengapa ada rasa nyaman bersama pemuda itu.


saat Lan Sing ingin menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Ia mendengarkan suara teriakan seorang gadis.


"Gege." teriak seorang gadis.


Lan Sing lansung menoleh, alangkah terkejutnya Lan Sing melihat siapa gadis itu.


"Putri Xio Ji Yu." ucap Lan Sing tanpa berkedip.


Pangeran Yuchen dan Putri Xio Ji Yu juga tak kalah terkejutny melihat putri Lan Sing.ia langsung menghampiri Lan Sing.


"kenapa putri Lan Sing ada disini?" ucap Xio Ji Yu menatap Lan Sing dan Gege pertamanya.


Aneh Kakak sangat dingin terhadap orang bahkan dengan Ayahanda dan Ibunda, tapi kenapa ia malah bersama dengan putri Lan Sing batin Xio Ji Yu.


"Kenapa kalian juga ada disini?" ucap Lan Sing bertanya balik tanpa memberikan jawaban pertanyaan putri Xio Ji Yu.


"Aku ingin menemui Gege pertama ku." ucap Putri Xio Ji Yu keceplosan "Uups.." Putri Xio ji Yu langsung menutup mulutnya.


Pangeran Xio Han Si langsung menatap tajam Xio Ji Yu. Ia sangat marah ketika Adiknya membuka identitasnya. Karna ia tidak ingin membuat malu kerajaan.


Putri Xio Ji Yu yang mendapatkan tatapan mengerikan dari Gegenya langsung menunduk.

__ADS_1


Lan Sing melirik pemuda di depannya yang menatap tajam putri Xio Ji Yu.


"Jadi kau anak Kaisar Xio." ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si.


Mendengarkan pertanyaan Lan Sing, Pangeran Xio Han Si tak bisa menahan malu dan meninggalkan mereka.


Sementara Pangeran Yuchen juga menatap tajam pada Putri Xio Ji Yu dan mengejar Pangeran Xio Han Si.


Kenapa ia, apa aku membuatnya marah batin Lan Sing.


Lan Sing menatap Putri Xio Ji Yu yang masih menunduk.


"Putri Xio Ji Yu, duduklah ! kau harus menceritakannya." ucap Lan Sing.


Putri Xio Ji Yu menurut ia menatap Lan Sing.


"Iya dia adalah Gege ku, Putra pertama Ibunda dan Ayahanda." ucap Putri Xio Ji Yu dengan suara ketakutan.


"Tenanglah, dia tidak akan memarahi mu.akulah yang salah. Seharusnya tadi aku diam saja tidak bertanya." ucap Lan Sing dengan nada menyesal.


"Sekarang kau juga ceritakan, kenapa ia ada disini dan kenapa dengan tubuhnya?" ucap Lan Sing.


"Sebenarnya Gege mengasingkan diri. Dia malu bertemu dengan banyak orang karna wajahnya." ucap Putri Ji Yu mengeluarkan air matanya "Seharusnya Gege tidak menderita seperti ini. Jika bukan karna ayah Kaisar Zing." ucap Putri Xio Ji Yu menangis tersedu sedu.


"Kaisar Xio adalah paman dari Kaisar Zing.


Ayah Kaisar Zing saudara sedarah dengan Ayah ku." ucap Putri Xio Ji Yu menatap Lan Sing.


"Apa kau tau Kaisar Zing hanya ingin balas dendam pada Kaisar Feng dan Ibunda mu. ia tidak terima atas kematian Ayahnya dan untuk Gege tentang tubuhnya, ia diberikan mantra hitam oleh Tetua Hui ketika Gege berada dalam kandungan Ibunda." ucap Putri Xio Ji Yu.


"Kenapa Tetua Hui memberikan mantra hitam pada Gege mu?" ucap Lan Sing keheranan.


"Karna Ayah melarang Tetua Hui balas dendam atas kematian Jie Yu ketua Klan iblis dia adik dari istri dari Tetua Hui." ucap putri Xio Ji Yu menghela nafas..


Xio Ji Yu yang tersadar dengan perkataanya sendiri ia menatap Lan Sing. Ketakutan mulai ada dalam dirinya. Ia memberanikan diri menatap Lan Sing.


"Kau tidak perlu takut, aku tidak akan marah." ucap Lan Sing langsung pergi meninggalkan. Xio Ji Yu dan membawa ikan bakar untuk Pangeran Xio Han Si.


"Putri Xio Ji Yu." ucap Lan Sing menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Putri Xio Ji Yu "siapa nama Gege mu?" ucap Lan Sing.


"Putra Mahkota Xio Han Si." ucap putri Xio Ji Yu tersenyum.

__ADS_1


Seandainya Gege dulu bertemu dengan Putri Lan Sing, mungkin ia tidak akan kesepian. Aku kagum pada mu putri, kau tidak jijik ketika melihat wajah Gege, aku berharap kau jodoh dengan gege Xio Han Si gumam Putri Xio Ji Yu.


Lan Sing mencari Pangeran Xio Han Si kemana mana, karna lelah ia duduk di bawah pohon.


"Jah, lelah sekali." ucap Lan Sing.


Lan Sing menoleh ia melihat Ulat di sampingnya.


"Heh ulat apa kau melihatnya? seharian ini aku mencarinya bahkan sebatang hidungnya pun. Aku tidak menemukannya." ucap Lan Sing frustasi. " kenapa aku berbicara dengan mu. Mana mungkin kau mengerti." ucap Lan Sing menggeleng gelengkan kepalanya.


Saat ingin tidur karna kelelahan, tanpa sengaja Lan Sing kaget mendengar teriakan suara.


Lan Sing langsung mencari asal suara tersebut. Ia terus menelusuri Hutan sampai ia tercengang. Ia melihat di depanya sebuah danau dengan keindahan bunga bermekaran yang beraneka ragam.


Lan Sing mencium semua bunga yang ia jumpai disekeliling danau. Hingga ia berhenti mengagumi keindahan danau mendengarkan teriakan orang. Ia pun tersedar apa yang ia lakukan tadi.


"Apa kau tidak dengar? aku tidak akan kembali me Istana." ucap Xio Han Si berteriak marah.


"Tapi Gege, Ibunda dan Ayahanda merindukan mu. Apa kau tak merindukan mereka ? aku mohon kembalilah Gege." ucap Pangeran Yuchen.


"Dengar, sampai kapan pun aku tidak akan kembali ke Istana." ucap Xio Han Si melotot tajam. "Apa kau tau aku malu? semua orang di Istana bahkan seluruh rakyat menjelek kan ku karna wajah ku. Sekarang pergilah aku butuh ketenangan." ucap Xio Han Si dadanya naik turun menahan amarah.


"Sekarang pergilah." ucap Xio Han Si dengan suara pelan menahan amarah agar tidak melukai Adiknya.


Pangeran Yuchen pergi membawa kekecewaan pada Kakaknya.


Lan Sing mendengar perkataan Pangeran Xio Han Si merasa iba. Ia sangat melihat wajah sedih Pangeran Xio Han Si.


Melihat Pangeran Yuchen pergi. Lan Sing mendekati Pangeran Xio Han Si yang menatap wajahnya di air. Lan Sing langsung duduk disampingnya.


"Gege." ucap Lan Sing.


deg


Jantung Pangeran Xio Han Si seakan ingin meledak.


"Gege, berhentilah seperti ini. Kau tidak perlu bersikap dingin pada mereka. Kau beruntung Gege, mereka menyayangimu tidak membuang mu. Seharusnya kau bersyukur." ucap Lan Sing yang membaringkan tubuhnya dengan bantalan kedua tangannya menatap langit.


Pangeran Xio Han Si menoleh.


"Kau tau Gege semua orang memiliki cobaan dalam hidupnya, hanya cobaan itu berbeda sesuai dengan kemampuannya." ucap Lan Sing menatap langit.

__ADS_1


"Bahkan aku pun menjadi Permaisuri yang terbuang. Gege tau aku menikah dengan Kaisar Zing, tapi Kaisar Zing tidak mencintaiku. Dia memiliki maksud untuk menikah dengan ku yaitu balas dendam atas kematian Ayahnya, Tetua Hui Klan Darah." ucap Lan Sing.


__ADS_2