
Lan Sing menoleh ke asal suara tersebut.
"Yoon." ucap Lan Sing.
"Nona tunggu, hamba akan ikut dengan Nona." ucap Yoon menghampiri Lan Sing.
"Yoon apa kau yakin?apa yang mulia sudah mengizinkan mu?" ucap Lan Sing menatap Yoon.
Yoon terseyum "Benar Nona, Yang Mulia telah mengizinkan hamba." ucap Yoon menatap Lan Sing.
Lan Sing tersenyum dan masuk kedalam kereta bersam Pangeran Xio Han Si sementar Yoon berjalan di luar bersama para pengawal.
Disisi lain...
"Hormat hamba, Yang Mulia.di depan ada kasim Qie." ucap pelayan pada seorang wanita yang tak lain adalah Selir Fu Mei.
Selir Fu bahagia ia yakin Kaisar Zing akan mencabut hukumannya.ia segera keluar menemui kasim Qie, ia terkejut melihat sebuah kereta bukan sebuah tandu untuk menjemputnya.
"Ada apa ini?" teriak Selir Fu.
__ADS_1
Kasim Qie hanya mentap Selir Fu dan mengabaikkanya, ia segera membacakan titah Kaisar Zing.
"Selir Agung Fu Mei diturunkan dari jabatannya dan diasingkan ke hutan perbatasan." ucap kasim Qie lantang.
seketika tubuh Selir Fu ambruk.
"Tidak aku akan menemui yang mulia,aku yakin yang mulia masih mencintaiku." teriak selir Fu.
"Nona Fu Mei anda tau, dulu Yang Mulia memang mencintai anda tapi semenjak ada Nona Lan Sing, Yang Mulia mulai mencintainya.
andai dulu anda tidak membohongi yang mulia dan mencelakai Nona Lan Sing bisa saja yang mulia memaafkan anda dan menerima anda, pelayan bawa persiapan Nona Fu Mei." ucap kasim Qie meninggalkan Selir Fu yang menangis.
Para pelayan membawa Selir Fu menaiki keretanya.ia hanya diam menangisi nasibnya.
Sementara Kasim Qie melaporkan pada Kaisar Zing.
"Hormat hamba, Yang Mulia, nona Fu Mei telah pergi." ucap kasim Qie.ia melirik Kaisar yang masih menatap kosong.
"Yang Mulia apa tidak bisa memaafkan Nona Fu Mei, mengingat jika ia cinta pertama yang mulia." ucap kasim Qie.
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga mengecewakannya karna aku mengingkarinya janji mencintai Lan Sing, tapi dia juga jauh mengecewakan ku ingin melukai Lan Sing yang lebih dalam lagi ia membohongi ku." ucap Kaisar Zing datar.
"Kau tentu tau Kasim Qie jika aku diabaikan oleh putri Lan Sing dan sebelum aku mencintainya aku juga mengabaikannya tapi Fu Mei masih saja ingin mencelakainya, aku bisa menerimanya kembali tapi ia sudah terlanjur mombongi ku dengan pura pura hamil." ucap Kaisar Zing menatap kasim Qie.
"Sekarang aku hanya ingin melihat Lan Sing bahagia." ucap Kaisar Zing melangkah pergi menuju ruang kerjanya.
kasim Qie hanya diam kemudian ia mengikuti Kaisar Zing di belakangnya.
Sehari semalam Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si menempuh perjalan sesekali mereka berhenti beristirahat dan memakan bekal yang dipersiapkan oleh Istana untuk kepulangan mereka.
Malam harinya sampailah Lan Sing di depan gerbang Istana Kekaisaran Feng.ia turun dari kereta di ikuti Pangeran Xio Han Si,
Lan Sing langsung meneteskan air matanya.
Dua prajurit penjaga gerbang saling melirik memberikan hormat pada Lan Sing, ke dua prajurit itu keheranan melihat Lan Sing bersama seseorang yang berwajah mengerikan dan bukan bersama Kaisar Zing.
Kedua prajurit itu membukakan gerbang pada Lan Sing.
Lan Sing melangkahkan kakinya memasuki halaman Istana kini air matanya bercucuran.Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing, memegang pundak Lan Sing dan tersenyum.
__ADS_1
Lan Sing menoleh, menatap Pangeran Xio Han Si ia mengangguk terus melangkah kan kakinya.
Sementara prajurit lainnya melaporkan kedatangan Lan Sing pada Kaisar Feng dan Lan Hua.