Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 3 : Jangan melakukan kesalahan seperti diriku


__ADS_3

Brak...


Seketika wanita itu mengeluarkan aura tiraninya, Dia menggertakkan giginya. Dadanya naik turun menahan amarah. Ingin rasanya dia menampar Putranya.


Bahkan para pelayan dan pengawal di dalam kediaman maupun di luar kediaman langsung pingsan karna tidak bisa menahan aura Permaisuri Sang Penguasa.


Pada waktu yang berketepatan, Kaisar Feng terkejut, melihat penjaga kediaman Lan Hua tak sadarkan diri.


Kaisar Feng yang merasakan panik, ia langsung berlari kecil dan


brak


Kaisar Feng melihat Lan Hua menatap tajam ke depan dan mengepalkan tangannya.


"Hua'er,"


Lan Hua menatap tajam ke arah asal suara itu, "Pergilah, hamba hanya ingin sendiri." ucap Lan Hua dingin.


Ada apa sebenarnya,


Lan Hua masih tidak bisa menahan emosinya, ketika Lan Hua menghubungkan perkataan dari pelayannya, yang ia suruh melaporkan informasi tentang Putra Mahkota dan Putri Mahkota. Tanpa dia duga, Putra Mahkota berbicara kasar terhadap Putri Mahkota. Seketika bayangan masa lalu mengingatnya. Jika bukan Putranya sendiri, mungkin dia sudah mencekik lehernya.


"Hua'er, tenanglah. Sebenarnya ada apa?" tanya Kaisar Feng dengan lembut, ia memberanikan diri dengan melangkahkan kakinya menuju ke arah Lan Hua.

__ADS_1


Untung saja Kaisar Feng bisa menahannya, bahkan keringatnya sudah membasahi hanfunya.


"Hua'er,"


Kaisar Memegang lembut bahu Lan Hua, "Katankalah, sebenarnya ada apa? apa kau tidak kasian melihat para pelayan mu dan pengawal mu pingsan." ucap Kaisar Feng dengan lembut.


Seketika Lan Hua menghela nafas, dirinya sudah keterlaluan membuat para pelayan dan pengawalnya pingsan.


Pelan namun pasti, Lan Hua meredakan auranya, "Apa kejadian masa lalu harus terulang kembali?" tanya Lan Hua menatap kosong kedepan.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Kaisar Feng, lagi-lagi dia harus bertanya. Jujur saja dia tidak mengerti akan keadaan sekarang.


"Hamba tadi menyuruh salah satu pelayan mematai Putra Mahkota dan Putri Mahkota. Dan ternyata Putra Mahkota berkata, "Jangan ikut campur urusan ku," apa kejadian masa lalu harus terulang kembali."


Sementara Kaisar Feng mengepalkan tangannya. Kini ia mengerti Lan Hua mengingat masa lalunya.


"Jangan memikirkannya, masalah itu. Biar aku yang mengurusnya." ucap Kaisar Feng tersenyum. Lalu mendaratkan ciuman di kening Lan Hua.


"Jangan khawatir, Putri Mahkota tidak akan mengalami kejadian dulu." ucap Kaisar Feng dan beranjak pergi.


"Kalian, bereskan para pelayan dan pengawal yang pingsan," ucap Kaisar Feng datar.


Bocah itu, gara-gara dia. Lan Hua sedih.

__ADS_1


Kaisar Feng terus melangkah kan kakinya menuju ke arah kediaman Putra Mahkota dengan wajah dingin yang mampu membeku setiap orang.


Brak


Putra Mahkota tersentak terkejut, ia melihat ke Kaisar Feng dan menghentikan urusan istananya.


"Ayahanda," ucap Putra Mahkota.


Kaisar Feng langsung menonjok pipi Putra Mahkota Yuan Feng, "Apa yang kau lakukan hingga membuat Ibunda mu marah dan sedih," bentak Kaisar Feng.


"Cukup, jika kau tidak bisa mencintainya. Setidaknya kau menghargainya." teriak Kaisar Feng.


"Ayahanda," lirih Putra Mahkota.


"Jangan melakukan kebodohan seperti diriku," ucap Kaisar Feng seraya memejamkan matanya.


"Dulu Ayahanda pernah melakukan kesalahan. Ayahanda pernah mengabaikan Ibunda mu. Dan apa yang terjadi Ibunda mu malah pergi meninggalkan Ayahanda, 17 tahun Ibunda mu meninggalkan istana. Pada saat itu Pangeran Jixiang lah, pertama kalinya bertemu dengan Ibunda mu." jelas Kaisar Feng dengan wajah sendu. Hatinya menangis ketika mengingat masa lalunya. Laki-laki brengsek, namun di beri kesempatan.


Putra Mahkota hanya diam membeku, tentunya dia merasakan sakit ketika mendengarkan perkataan Ayahandanya yang pernah meninggalkan Ibundanya.


"Jika kau merasakan sakit saat Ayahanda mengatakannya, sama dengan perasaan Putri Mahkota. Dia diam, bukan berarti dia tidak merasakan sakit. Sebelum terlambat perbaikilah hubungan mu."


"Mulailah belajar mencintainya, dia gadis cantik, lemah lembut dan polos sama seperti Ibunda mu dulu, jangan sampai dirinya berubah karna sikapmu."

__ADS_1


Kaisar Feng menghela nafas kasar," Ayahanda beri waktu selama 3 Bulan. Jika kamu tidak bisa mencintainya. Ayahanda akan memutuskan Putri Mahkota Qi Luxia tidak akan menjadi anggota istana." ucap Kaisar Feng berlalu pergi.


__ADS_2