Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Berkumpul dengan keluarga dan Meninggalkan Istana.


__ADS_3

Ke esokan paginya seluruh keluarga Kaisar Xio Xuwen berpamitan dengan Kaisar Feng untuk kembali ke Kaisaran Xio, tapi mereka harus meninggalkan salah satu putrinya menjadi Permaisuri pangeran Jixiang sekaligus menantu Kaisar Feng,


Kaisar Xio menatap tajam ke Kaisar Zing yang hanya dibalas senyuman menyeringai.


setelah pengantaran kepulangan keluarga Kaisar Xio, Lan Hua langsung menuju kediaman putrinya.


Sampai di kediaman Lan Sing.


Lan Hua melihat putrinya yang melamun sekaligus hadiah dari Kaisar Zing yang sangat banyak, Lan Hua memasang wajah datarnya ketika melihat hadiah Kaisar Zing.ia langsung menghampiri Lan Sing menyadarkan lamunanya.


"Bagaimana jika di katakan Ibunda benar? berarti aku harus waspada." gumam Lan Sing menatap bayangannya di cerminnya.


Lan Sing melihat Ibundanya datang kekediamannya,ia melihat senyuman terpancar cerah di wajah Ibundanya di bayangan cerminnya.


"Putriku, ada apa? kenapa dengan wajah mu." ucap Lan Hua menatap bayangan putrinya di cermin.


"Ibunda." ucap Putri Lan Sing mendongakkan kepalanya menatap Lan Hua.


"Tenanglah, sekarang kau waktunya menghabiskan dengan keluarga mu, bukan melamun." ucap Lan Hua memeluk Lan Sing.


"Ayahanda mu dan ke dua Gege mu, menunggu mu di taman Istana." ucap Lan Hua.


Lan Sing mengangguk dan menggenggam tangan Lan Hua menuju taman Istana.


Lan Sing tidak tega meninggalkan mereka, rasanya ia tak ingin menikah.


"Ayah." teriak putri Lan Sing berlari memeluk Kaisar Feng.


"Kenapa putri Ayah sekarang sangat cengeng? apa Ayahanda kurang memanjakan mu?" ucap Kaisar Feng mengelus kepala Lan Sing.


"Benar Meimei seharusnya kau bahagia, sekarang habiskan waktu mu dengan kita." ucap Pangeran Yuan Feng walaupun hatinya tidak rela Adiknya meninggalkannya.


Lan Sing tersenyum dan memeluk Pangeran Yuan Feng.


"Gege, walaupun kau sangat menjengkelkan tapi aku sangat menyayangi mu." ucap Lan Sing menangis.


"Dasar bocah cilik kenapa menangis? apa kau ingin ingus mu mengenai baju Gege." ucap Pangeran Yuan Feng.


"Gege kau menjengkelkan." ucap Putri Lan Sing mengusap air matanya.


Semuanya tertawa geli melihat tingkah konyol Lan Sing.

__ADS_1


dari kejauhan sesosok pemuda menatap mereka dengan tajam dan mengepalkan tangannya yang tak lain adalah Kaisar Zing.


"Tunggulah ini hanya awal, aku akan membuat kalian menderita." ucap Kaisar Zing tersenyum menyeringai.


Tak terasa perbincangan mereka dihabiskan sampai malam.


"Sayang beristirahatlah, besok kau harus bersiap siap menuju ke Kaisar Zing." ucap Lan Hua.


"Baik Ibunda." ucap Lan Sing meninggalkan mereka.


Sampai dikediamannya. Lan Sing langsung merebahkan tubuhnya menyambut alam mimpinya.


Ke esokan harinya.


Lan Sing bersiap siap meninggalkan Istana, langkah kaki Lan Sing terasa berat meninggalkan Istana. Ia terus berjalan di ikuti Hee Jia dan pelayan lainnya.


Sampai di depan Istana ia melihat Ayahanda, Ibundanya, kedua Gegenya sekaligus Istri Pangeran Jixiang.


Pertama ia tatap adalah Ibundanya. ia ingat ketika berdebat dengan Ibundanya, mungkin setelah ini tidak akan ada perdebatan antara seorang Anak dan Ibundanya.


Setelah menatap dan memeluk Lan Hua. Lan Sing menatap Ayahnya yang selalu memanjakannya, tidak pernah marah. Lan Sing tidak bisa berkata apa apa ia hanya bisa menangis dan memeluknya.


"Putriku tenanglah." ucap Kaisar Feng mengelus punggung Putri Lan Sing.


"Jaga baik baik diri Meimei." ucap Pangeran Yuan memeluk Lan Sing entah kenapa ia tidak bisa membendung air matanya, Adik yang selama ini selalu berdebat dengannya, yang selalu ia jaga kini harus bersandar pada orang lain.


"Gege menyayangi mu." ucap Pangeran Yuan Feng disela tangisnya.


Lan Sing menatap Pangeran Yuan Feng menghapus air matanya.


Lan Sing menoleh ke arah Pangeran Jixiang.


ia langsung memeluknya, Gege yang selalu memanjakannya, selalu membelanya entah salah atau benar jika berdebat dengan Pangeran Yuan Feng ia selalu membelanya.


Kini semua kenangan yang terindah, tidak akan terulang lagi yang terpisah oleh jarak dan waktu.


Lan Sing tidak berani menatap semua keluarganya. Ia menunduk mengikuti Kaisar Zian menuju tandu Permaisuri Kekaisaran Zing Juan.


Sehari semalam mereka lewati tanpa berhenti, sesekali Kaisar Zing Juan melihat Lan Sing di dalam tandu.


Sampai di Kekaisaran Zing, Lan Sing keluar dari tandunya di bantu oleh Kaisar Zing Juan.

__ADS_1


Terlihat semua pelayan sibuk mempersiapkan acara pernikahannya yang dilaksanakan esok hari.


"Hormat hamba, Yang Mulia Kaisar Zing dan Permaisuri Lan Sing." ucap seorang pelayan.


"Permaisuri, dia pelayan Yoon. Yang akan menjadi pelayan setia mu." ucap Kaisar Zing menatap Lan Sing tersenyum.


"Yoon antar Permaisuri Ke kediamannya." ucap Kaisar Zing.


Yoon dengan sopannya mengantarkn Lan Sing ke kediamannya.


sampai di kediamannya Lan Sing meminta Yoon menyiapkan air untuk membersihkan badannya. Selesai mandi Lan Sing merebahkan tubuhnya karna kelelahan. Lan Sing meminta pada pelayan Yoon untuk membangunkannya saat malam tiba.


Sementara Kaisar Zing Juan menuju tempat rahasianya.


terlihat seorang paruh baya dan seorang wanita kekasih Kaisar Zing.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Seorang paruh baya yang tak lain calon mertuanya.


Kaisar Zing mengangguk dan tersenyum.


"Yang Mulia, sungguh sangat hebat bisa menaklukan putri Kaisar Feng." ucap pejabat Chan tersenyum.


"Benar setelah ini aku akan menikahi putri mu." ucap Kaisar Zing.


"Tapi yang mulia hamba tidak ingin menjadi selir." ucap Fu Mei memonyongkan bibirnya.


Kaisar Zing menarik tangan Fu Mei hingga ia duduk di pangkuannya.


"Tenanglah sayang, posisi Permaisuri akan tetap menjadi milik mu, ia hanya status menjadi Permaisuri Istana ini, tapi bukan Permaisuri di hatiku. Setelah urusan semua selesai aku akan mengangkat mu menjadi Permaisuriku." ucap Kaisar Zing mencium pipi Fu Mei.


"Tapi Yang Mulia kau harus berjanji tidak akan menyentuhnya." ucap Fu Mei mengelus dagu Kaisar Zing.


"Tenang sayang tubuhku hanya milik mu, bukan milik ****** itu." ucap Kaisar Zing tersenyum meyakinkan Fu Mei.


"Fu'er tenanglah ! jangan khawatir, yang mulia tidak akan mengingkari janjinya." ucap Pejabat Chan tersenyum.


"Percayalah Fu'er." ucap Kaisar Zing mengelus paha Fu Mei, karna tidak tahan pada nafsunya. Kaisar Zing menyudahinya. "Baiklah aku harus segera kembali dan malam ini aku ingin kau menungguku disini m, aku merindukan mu." ucap Kaisar Zing mencium bibir Fu Mei.


"Baiklah, Yang Mulia jaga hatimu untukku." ucap Fu Mei mencium bibir Kaisar Zing dan berdiri dari pangkuan Kaisar Zing.


Kaisar Zing memeluk Fu Mei dan beranjak pergi menuju ke kediamannya. Ia sangat puas, hari esok awal penderitaan Putri Lan Sing yang akan ia berikan.

__ADS_1


Sampai di kediamannya Kaisar Zing merebahkan tubuhnya. Ia bermaksud akan bangun pada malam hari menemui Fu Mei di ruang rahasianya melepaskan semua kerinduannya sudah lama ia tidak bercengkrama dengan kekasihnya.


__ADS_2