Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Kekesalan Selir Mei


__ADS_3

Mendengar ucapan Lan Hua, Kaisar Feng langsung menatap Lan Hua.


"Lupakan anggap saja aku tidak bertanya." ucap Lan Hua.


"Maafkan aku, maafkan aku Hua'er.'' Lirih Kaisar Feng dengan hati menyesal.


"Sudahlah, aku ingin bertanya, kapan kau akan berangkat dan berapa bulan yang kau butuhkan untuk Kultivasi mu?" tanya Lan Hua.


"Minggu depan aku akan berangkat. Aku tidak tau berapa bulan yang aku butuhkan, tapi aku akan berusaha agar tidak terlalu lama meninggalkan istana." Ia berharap Kultivasinya segera selesai dan lebih memiliki banyak waktu bersama Lan Hua.


Aku harap kepiting rebus meninggal kan istana lebih lama agar aku bebas batin Lan Hua.


"Baik lah aku sudah mengantuk,, kita kembali ke istana." Ujar Lan Hua bergegas berdiri. Sesampainya di istana, ia langsung menuju ke kediamannya.


"Hamba senang Kaisar mulai mencintai Permaisuri." Ujar Yoona mengikuti langkah kaki Lan Hua yang duduk di depan cerminnya itu. Ia kemudian membantu Lan Hua menyisir rambutnya.


"Kau senang, aku tidak."


"Memangnya Permaisuri tidak mencintai Kaisar."


"Jiejie aku pernah tersakiti. Aku pernah kecewa, benar aku memberikan kesempatan pada Yang Mulia, tetapi bukan berarti aku memberikan seluruh hatiku. Aku belum sanggup menerima sakitnya lagi. Jiejie luka yang kecil pun jika dilukai di tempat yang sama berulang kali, tidak akan sembuh dengan mudah, sama halnya dengan hatiku Jiejie. Jika suatu saat Kaisar sengaja atau tidak sengaja menyakiti ku lagi.


Aku akan pergi dari istana ini,

__ADS_1


aku akan memberikan gelar Permaisurik ku pada Selir Mei dan aku akan pergi sejauh jauhnya hingga tidak ada orang yang bisa menemukan ku." Ucap Lan Hua menatap kosong.


"Yang Mulia, jika kelak anda pergi ajaklah hamba. Hamba akan mengikuti Yang Mulia,


hamba mengabdikan seluruh hidup hamba untuk Yang Mulia ." Ucap Yoona memandang Lan Hua. Ia lebih baik mati jika tidak bersama dengan junjungannya itu. Buat apa dia hidup, jika dirinya tak bisa melindungi Lan Hua.


"Jiejie aku sangat menyayangi mu. Kaulah yang selalu ada untukku sedih maupun senang ku.


Aku berjanji, aku akan menjaga Jiejie dengan baik." Ucap Lan Hua menatap Yoona kemudian memeluknya.


"Jiejie juga menyayangi mu." Ucap Yoona dengan mengelus lembut kepala Lan Hua.


"Baiklah waktunya Meimei istirahat, sambutlah hari esok dengan bahagia dan teguh." Ucap Yoona mengecup dahi Lan Hua dengan lembut.


Seorang wanita tengah berteriak seperti orang kerasukan. Teriakannya mampu membuat telinga para pelayan pecah.


"Sial kenapa harus jalang itu yang bersama Kaisar." Teriak Selir Mei mengepalkan tangannya. Telinganya di penuhi kobaran api kemarahan. Ia tidak terima Kaisar Feng menghabiskan waktu malam dengan Lan Hua, bukan dengan dirinya. Bahkan dia sudah jelas tengah mengandung anak dari Kaisar Feng.


"Tenanglah Selir kau harus menjaga kandungan mu." Ucap Sie Yue dengan nada ketakutan.


"Bagaimana aku bisa tenang Sie Yue? sementara mereka berdua menghabiskan malam bersama. Sedangkan aku ... "


Argh

__ADS_1


"Aku tidak bisa membayangkan Yang Mulia melakukan apa dengan Permaisuri Lan Hua. Rasanya aku ingin mencekiknya saja."


"Hamba yakin Selir, Kaisar hanya kasian saja tidak mungkin mencintai Permaisuri yang tak berguna itu. Lagi pula Selir Mei sedang mengandung anak Kaisar. Hamba yakin Yang Mulia Kaisar lebih menyayangi Selir Mei." Ucap Sie Yue menenangkan Selir Mei.


"Tapi aku tidak bisa diam saja Sie Yue,,


jika aku tidak bisa membunuhnya dengan lembut. Aku harus membunuhnya dengan kekerasan. Aku akan menyewa pembunuh bayaran Kultivasi tingkat tinggi,, agar tidak mengotori tanganku." Ucap Selir Mei yang menyeringai licik. Ia tidak sabar melihat mayat Lan Hua yang terbujur kaku di depannya dan dirinyalah yang akan menenangkan Kaisar Feng.


"Hamba akan mencarikan pembunuh bayaran yang tangguh Selir."


"Tapi kita harus merencanakannya dengan matang,, agar orang istana tidak mencurigai kita."


"Selir, kita manfaatkan saja saat Kaisar meninggalkan istana." Usul Sie Yue.


Seketika Selir Mei tersenyum kemenangan. Ia sangat yakin, dengan kepergian Kaisar Feng membuatnya lebih leluasa menyingkirkan Lan Hua. "Ternyata kau bisa memiliki pemikiran yang sama dengan ku Sie Yue,, kau memang pelayan yang berguna." Ucap Selir Mei seraya menatap Sie Yue dengan kagum.


"Sie Yue apakah Kaisar dan Permaisuri tidur bersama?" tanya Selir Mei, tiba-tiba otaknya mengarah pada perut Lan Hua yang membuncit. Dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, karena hanya putranya lah yang akan menjadi Putra Mahkota satu-satunya keturunan Kaisar Feng.


"Sepertinya tidak Yang Mulia, hamba melihat Permaisuri meninggalkan Kaisar pergi ke kediamannya."


"Sie Yue jika rencana pertama gagal,, kita harus memiliki rencana kedua yaitu meracuni permaisuri agar selamanya tidak memiliki keturunan." Ucap Selir Mei seraya berjalan mondar-mandir.


"Hamba yakin Selir Mei,, rencana kita tidak akan gagal."

__ADS_1


"Apa kau bodoh, hah? Yang Mulia Kaisar tentu tidak akan membiarkan Permaisurinya terluka sedikit pun. Kau lihat sendiri kan, Yang Mulia Kaisar mulai perhatian pada sampah itu. Aku yakin Kaisar akan meninggalkan pengawal bayangan untuk menjaga Permaisuri." Ujar Selir Mei. Betapa Kaisar Feng sangat menjaga Lan Hua.


__ADS_2