
Di kediaman Kaisar Lan Sing hanya mondar mandir menggit kukunya,ia sangat khawatir pada Pangeran Xio Han Si.
sementara Kaisar Zing Juan hanya menatap langit tatapannya mengartikan kekosongan dalam hidupnya.
"Yang Mulia." sapa Kasim Qie.
"Kasim Qie, apa aku telah kalah? haruskah aku merelakannya, hah, kau tau aku Kaisar yang sangat bodoh, aku jatuh kedalam perangk ku sendiri." ucap Kaisar Zing entah kenapa air matanya keluar tanpa se izinnya.
"Besok aku akan menyerahkannya padanya." ucap Kaisar Zing memejamkan matanya, mengehela nafas.
"Bagaimana jika Kaisar Feng tau?"
"Ini salahku, maka aku akan menanggungnya.mereka tidak perlu menyerang Kekaisaran Zing aku akan mengaku kalah, lagi pula rakyat ku tidak tau apa apa." ucap Kaisar Zing menatap Kasim Qie...
Semalaman Kaisar Zing berdiri menatap langit.
Disisi lain...
Pangeran Xio Han Si tidak jauh berbeda dari Lan Sing, ia hanya menatap sang bulan di perahunya mengingat kenangan bersama Lan Sing...
"Lan'er tunggulah, aku akan berusaha membebaskan mu.walaupun taruhannya nyawaku." ucap Pangeran Xio Han Si membaringkan tubuhnya dengan bantalan kedua tangannya.
Ketiga orang tersebut sama sama memikirkan hari esok entah apa yang akan terjadi, kini sang bulan telah tergantikan sang matahari menyambut secerca kebahagiaan.
Ke esokan paginya...
Kaisar Zing melihat matahari yang menyilaukan Istana, ia segera bergegas membersihkan tubuhnya menyambut Pangeran Xio Han Si.
Selesai membersihkan tubuhnya Kaisar Zing langsung ke aula istana mengadakan rapat.
sampai di aula Kaisar Zing melihat para pejabat menunggu kedatangannya.
"Yang Mulia Kaisar Zing telah tiba." terikan Kasim membuat para pejabat menundukkan kepala mereka tanda penghormatan.
__ADS_1
Dengan penuh kewibawaan, Kaisar Zing melewati para pejabat menuju singgasanahnya.
Kaisar Zing duduk di singgasanahnya, para pejabat mulai mendonggakan wajahnya.
"Aku akan membahas hukuman apa yang pantas dengan Selir Agung." ucap Kaisar Zing datar.
"Mengingat tentang Selir Agung, membohongi Kaisar dan besekongkol menuduh Permaisuri mereupakan tindakan kejahatan yaitu hukuman penggal yang mulia." ucap Penasehat Istana.
"Mohon maaf, Yang Mulia apa tidak sebaiknya Selir Agung di asingkan saja mengingat Pejabat Chan adalah Pejabat Istana kepercayaan yang mulia." ucap salah satu pejabat.
"Aku sudah memutuskan Selir Fu Mei akan diasingkan di perbatasan dan diturunkan dari jabatan Selir." ucap Kaisar Zing tegas.
Selang beberapa waktu pembicaran mereka terhentikan oleh salah satu pengawal.
"Hormat hamba, Yang Mulia di depan ada seorang pemuda berwajah mengerikan ingin bertemu dengan yang mulia." ucap pengawal.
"Bawa dia ke lapangan eksekusi." ucap Kaisar Zing turun dari singgasanahnya menuju kediamannya.
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Yoon.
"Bawa Permaisuri ke lapangan eksekusi." ucap Kaisar Zing datar meninggalkan Yoon.
Yoon kaget ia menyerah kan nampan yang berisi sisa makanan Lan Sing ke pelayan lainnya dan langsung masuk kedalam menemui Lan Sing..
"Permaisuri, sebaiknya Permaisuri secepatnya pergi, Kaisar Zing menyuruh hamba membawa Permaisuri ke lapangan esekusi." ucap Yoon menatap Lan Sing dan memegang lengan Lan Sing.
"Tidak Yoon jika aku pergi, apa yang akan Kaisar Zing lakukan pada Gege, ayo kita kesana." ucap Lan Sing langsung menarik tangan Yoon.
"Tidak Permaisuri, jangan kesana." ucap Yoon meyakinkan Lan Sing.
Lan Sing mengabaikannya, ia menyeret Yoon ke lapangan Esekusi.
sampai di lapangan Esekusi betapa kagetnya Lan Sing menemukan Pangeran Xio Han Si babak belur terbaring di tanah, darah segar keluar dari mulut dan hidung serta punggungnya, bahkan Lan Sing melihat Pangeran Xio Han Si di cambuk tanpa henti.
__ADS_1
"Hentikan! apa yang kau lakukan padanya." teriak Lan Sing berlari ke arah Pangeran Xio Han Si yang lemah di tanah.namun terhentikan oleh kedua pengawal yang memegang kedua lengan Lan Sing.
Kaisar Zing menoleh "inilah hukumannya, Permaisuri jangan melawan atau." ucap Kaisar Zing terkekeh.
Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing yang meronta dan menangis, ia bangkit ingin menghampiri Lan Sing.
"Pangeran, kau ingin kesana merangkak lah." ucap Kaisar Zing memberikan kode pada pengawalnya untuk mencambuk Pangeran Xio Han Si.
flasback..
"Tuan anda disuruh ke lapangan esekusi oleh Kaisar Zing." ucap pengawal.
Pangeran Xio Han Si tak berfikir lama ia langsung mengangguk.
pengawal itupun mengantar Pangeran Xio Han Si ke lapangan esekusi.
sampai di lapangan esekusi.ia melihat pengawal bertubuh kekar memegang cambuk.
"Selamat datang keponakan ku." asal sebuah suara yang tak lain adalah Kaisar Zing Juan yang menghampirinya.
Pangeran Xio Han Si menoleh "Dimana dia?" ucap Pangeran Xio Han Si dengan sorotan tatapan tajamnya.
"Hemm dia ya dia akan kesini menemui mu, tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.jika ingin bertemu dengannya, kau harus menerima siksaan ku tanpa melawan." ucap Kaisar Zing tertawa menggelagar di lapangan.
Pangeran Xio Han Si mengepalkan tangannya dan menunduk.
Kaisar Zing memberi kode kepada para pengawal untuk menyiksa Pangeran Xio Han Si.
flasback off.
Pangeran Xio Han Si bangkit ia berjuang menghampiri Lan Sing yang menangis tersedu sedu.
satu pengawal meninju Pangeran Xio Han Si hingga terjatuh ke tanah, tapi lagi lagi Pangeran Xio Han Si berdiri melangkahkan kakinya.satu pengawal maju meninju perut Pangeran Xio Han Si membuat tubuh Pangeran Xio Han Si langsung ambruk.
__ADS_1