
Ke esokan paginya..
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Pengawal
"Bagaimana?"
"Yang Mulia, ternyata pemuda yang tinggal fi hutan itu adalah Pangeran Xio Han Si."
Brakk...
Kaisar Zing membelah mejanya hingga kertas beserta gulungan kerajaan berserakan dimana mana.
"Beraninya Pangeran kutukan itu mendekati Permaisuri ku." ucap Kaisar Zing mengepalkan tangannya.
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Kasim Qie ketakutan merasakan aura mematikan dari Kaisar Zing.
"Ada apa." ucap Kaisar Zing berteriak.
"Selir Fu keracunan yang mulia hingga menyebabkan bayinya keguguran." ucap Kasim Qie pelan.
"Apa !" teriak Kaisar Zing langsung menuju kediaman Selir Fu.
sampai di kediaman Selir Fu.
Kaisar Zing melihat Selir Fu terbaring lemas.
"Bagaimana keadaan Selir Fu Tabib." ucap Kaisar Zing khawatir.
"Mohon maaf Yang Mulia, Anak Yang Mulia tidak bisa terselamatkan."
"Yang Mulia." lirih Selir Fu.
"Fu'er maaf, kenapa kau tidak bilang jika kau hamil." ucap Kaisar Zing menggenggam tangan Selir Fu.
"Maaf, Yang Mulia hamba hanya ingin membuat kejutan untuk yang mulia, hamba mohon tolong berikan keadilan bagi anak hamba." ucap Selir Fu menangis tersedu sedu dipelukan Kaisar.
"Prajurit, geledah semua Istana,jangan sampai tertinggal bukti sekecil pun." ucap Kaisar Zing berteriak, sementara Selir Fu tersenyum sinis.
__ADS_1
Disisi lain.
"Hormat hamba Permaisuri." ucap Yoon
"Bagaimana apa sudah dimulai?"
"Benar, Permaisuri."
"Bagus,ayo kita kesana." ucap Lan Sing beranjak pergi.
Pada saat didepan pintu Lan Sing melihat para pengawal utusan Kaisar Zing.
"Hormat hamba Permaisuri." ucap para prajurit.
"Kalian ingin menggeledah, silahkan!" ucap Lan Sing melanjutkan jalannya menuju kediaman Selir Fu.
Tanpa sengaja Yoon melihat tabib yang memeriksa Selir Fu.
"Yang Mulia itu adalah tabib, yang memeriksa Selir Fu sebelumnya." ucap Yoon menunjuk pada tabib yang keluar dari kediaman Selir Fu.
"Kita temui Dia Yoon." ucap Lan Sing menghampiri tabib Tao.
"Aku ada urusan yang perlu dibicarakan dengan mu Tabib Tao." ucap Lan Sing tersenyum "ikuti aku Tabib Tao." ucap Lan Sing menuju sebuah gazebo.
Sampai di gazebo istana Lan Sing duduk dengan melipatkan tangannya di dada.
"Aku ada urusan pada mu tentang Selir Fu." ucap Lan Sing meminum teh yang disiapkan pelayan.
deg,,
Tabib Tao langsung gemetar.
"Permaisuri apa hubungannya hamba dengan Selir Fu." ucap Tabib tao menunduk.
"Tentu ada, kau berbohong pada Kaisar Zing jika Selir Fu sebenarnya tidak hamil, tapi tidak bisa hamil." ucap Lan Sing dengan suara penuh penekanan.
"Yang Mulia hamba tidak mengerti maksud Yang Mulia." sangkal Tabib Tao.
__ADS_1
"Kau tidak perlu menyangkalnya." ucap Lan Sing menatap Tabib Tao.
"Aku memiliki buktinya, jika kau jujur pada Kaisar aku bisa melidungi kepala mu, tapi jika tidak aku yang akan membongkarnya." ucap Lan Sing tersenyum sinis.
"Beribu ampun Permaisuri, hamba tidak berani." ucap tabib Tao bersujud membenturkan dahinya.
"Baik aku bisa mengampuni, jika kau jujur di depan Kaisar." ucap Lan Sing berdiri dari tempat duduknya dan melirik Tabib Tao.
"Ikuti aku, kau harus membuktikannya." ucap Lan Sing meninggalkan Tabib Tao bersujud.
karna takut Tabib Tao mengikuti semua perintah Lan Sing.
sampai di Pavilium Tulip.
"Yang Mulia Permaisuri Lan Sing telah tiba." teriakan sang Kasim.
"Tunggu disini jangan masuk." ucap Lan Sing datar.
Lan Sing masuk kedalam ia melihat Selir Fu memeluk Kaisar Zing.
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Lan Sing.
Kaisar Zing menoleh melihat wajah Lan Sing membuatnya marah. Tapi ia menahannya hanya bisa mengepalkan tangannya.
Selir Fu melepaskan pelukannya "Hormat hamba Permaisuri." ucap Selir Fu.
"Bagaimana keadaan mu? aku mendengar kabar jika kau keguguran." ucap Lan Sing.
"Benar Permaisuri, hamba merasa banyak orang yang tidak menyukai hamba." ucap Selir Fu.
"Oh benarkah, aku rasa kau membuat masalah mu sendiri." ucap Lan Sing menatap Selir Fu.
"Bukankah Permaisuri tidak menyukai hamba."
"Benar, aku memang tidak menyukai mu, bahkan para pembohong di Istana ini.lalu apa hubungannya dengan ku? apa kau menuduhku membuat mu keguguran."
"Hamba tidak berani Permaisuri, bukan itu maksud hamba."
__ADS_1
"Hentikan! yang terpenting sekarang menemukan dalangnya." ucap Kaisar Zing melerai perdebatan mereka.