Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 3 : Khawatir


__ADS_3

Lan Hua dan Jendral Chu seketika menoleh. Mereka langsung menuju ke arah Putri Mahkota yang terduduk lemas. Bagitu pun langkah kaki lain yang menuju ke arahnya.


"Lu'er kau kenapa?" tanya Permaisuri Lan Hua langsung memeluk tubuh Putri Mahkota.


"Cepat panggilkan Tabib," teriak seseorang membuat Lan Hua dan Jendral Chu seketika sadar.


"Ibunda, ada apa dengan Putri Mahkota?" tanya Putra Mahkota menatap khawatir ke arah Putri Mahkota.


Setelah kepergian Putri Mahkota Qi Luxia. Putra Mahkota Yuan Feng merasa bersalah di kalimat terakhirnya. Ia bermaksud meminta maaf, hingga ia harus mencari Putri Mahkota dan menemukan hal yang mengejutkan.


"Ibunda tidak tau," Lan Hua melepaskan pelukannya.


"Cepat kau bawa Putri Mahkota ke pavilium nya," teriak Lan Hua.


Tanpa basa-basi Putra Mahkota mengangkat tubuh Putri Mahkota Qi Luxia. Kenyamanan mulai menjalar di tubuh Putri Mahkota Qi Luxia. Ia menyandarkan kepalanya ke dada bidang Putra Mahkota.


Sesampainya di kediaman, Putra Mahkota Yuan Feng membaringkan tubuh Putri Mahkota Qi Luxia dengan hati-hati dan lembut.


Hatinya merasa takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Ia meraih tangan Putri Mahkota dan menggenggamnya, "Putri Mahkota, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa bisa seperti ini?" tanya Putra Mahkota menatap ke wajah Putri Mahkota Qi Luxia yang masih diam membeku.

__ADS_1


"Hormat hamba, Putra Mahkota." ucap Tabib istana.


"Cepat periksa," perintahnya dengan membentak.


Putra Mahkota melepaskan genggaman tangannya, ia mundur ke samping membiarkan Tabib istana memeriksa pergelangan tangan Putri Mahkota Qi Luxia.


"Putri Mahkota tidak apa-apa. Hanya saja Putri Mahkota mengalami shoc berat. Mungkin ada sesuatu yang membuatnya trauma." jelas Tabib istana. Kemudian Tabib itu memberikan obat penenang agar tubuh Putri Mahkota Qi Luxia tertidur dengan tenang. Mungkin dengan cara itu Putri Mahkota Qi Luxia sejenak melupakan masa pahitnya.


Pelayan An langsung mengambil obat itu, lalu meminumkannya. Ia berharap secepatnya sang junjungan melupakan kejadian mengerikan itu. Ia tidak ingin setiap malamnya sang junjungan akan di datangkan oleh mimpi buruk itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi? tadi Putri Mahkota baik-baik saja," ucap Lan Hua dengan wajah cemas.


"Maksudnya," tanya Lan Hua menaikkan salah satu alisnya.


"Dulu Putri Mahkota kecil pernah di serang bandit. Membuat pelayan dan pengawalnya mati. Namun masih tersisa satu pelayan yaitu hamba. Dan semenjak itulah Putri Mahkota takut dengan pedang." jelas pelayan An membuat Lan Hua dan Putra Mahkota Yuan Feng menoleh ke arahnya yang sudah tertidur pulas.


Jadi ini alasannya kamu tidak suka bermain pedang batin Lan Hua.


Anak kecil, diserang bandit. Kenapa hal itu mengingatkan aku akan sesuatu batin Putra Mahkota.

__ADS_1


"Seharusnya aku tidak mengajaknya kelapangan. Ini memang salah ku," lirih Lan Hua meneteskan air matanya.


"Ibunda, Ibunda tidak salah. Kita tidak tau jika Putri Mahkota memiliki masa lalu seperti ini. Sebaiknya Ibunda istirahat, biar aku yang menjaganya."


"Ya, tolong jaga dia dengan baik," ucap Lan Hua seraya mendonggak kan kepalanya menatap ke arah Putranya itu.


Setelah kepergian Lan Hua, Putra Mahkota menyuruh para pelayan keluar. Putra Mahkota lalu duduk di tepi ranjang Putri Mahkota seraya mengelus pucuk kepalanya.


"Cepatlah sadar, aku khawatir jika Putri Mahkota seperti ini. Maaf, karna membuat mu seperti ini."


Ada rasa bersalah di hatinya ketika melihat wajah teduh Putri Mahkota. Tanpa sadar ia mencium kening Putri Mahkota.


"Selamat tidur,"


Putra Mahkota menaiki ranjang itu, lalu tidur di samping Putri Mahkota. Ia memeluk Putri Mahkota begitu erat dan membiarkan tangannya sebagai tumpuan kepala Putri Mahkota.


"Jika tidur seperti ini kenapa dia begitu menggemaskan," gumam Putra Mahkota Yuan Feng mencubit pelan hidung Putri Mahkota.


"Aku tidak tau perasaan apa ini, tapi aku nyaman bersama mu. Jika kau seperti aku khawatir, hah." Putra Mahkota mendesah pelan. Ia bingung dengan perasaanya.

__ADS_1


Putra Mahkota mencium kening Putri Mahkota. Lalu mengikuti arah mimpi Putri Mahkota.


__ADS_2