
Disis lain.
Dua sejoli saling bersanda gurau.
"Gege ayolah makan ini enak sekali." ucap Lan Sing menyodorkan kue bulan ke mulut Pangeran Xio Han Si.
"Aku sudah kenyang Lan'er." ucap Pangeran Xio Han Si menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Aisa Gege kau harus makan yang banyak, nanti malam kau butuh banyak energi." ucap Lan Sing.
"Benar, tapi tidak harus makan terus.bagaiman jika aku kekenyangan?" ucap Pangeran Xio Han Si terkekeh.
"Gege tidak masalah, saat Gege berlatih Kultivasi, perut Gege akan lapar, walaupun Gege gendut aku akan tetep memilih Gege." ucap Lan Sing tersenyum.
"Lan'er, apa kau menggoda ku? hemm, tadi kau berhutang padaku." ucap Pangeran Xio Han Si mendekatkan bibirnya ke bibir Lan Sing.Namun lagi lagi berhenti ditengah jalan.
"Nona." teriak Yoon dan Hee Jia berlari menghampirinya.
Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si tersenyum, sementara Pangeran Xio Han Si melirik Yoon dan Hee Jia dengan tatapan tajam.
"Maaf, Nona." ucap mereka serempak dan menunduk.
"Hem, ada apa." ucap Pangeran Xio Han Si datar.
"Anu, itu Kaisar Zing datang kemari." ucap Hee Jia.
"Apa??" teriak Lan Sing kaget "Lalu bagaimana?"
"Kaisar Zing di hajar habis habisan sama Kaisar Feng, tapi mereka masih memaafkannya dan membiarkan Kaisar Zing pergi." ucap Yoon.
"Biarkan saja, kalian cepat pergilah, mengganggu saja." ucap Pangeran Xio Han Si berdengus kesal.
"Ba,,baik, Pangeran." ucap Yoon dan Hee Jia meninggalkan mereka.
Lan Sing terkekeh melihat wajah kesal Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si yang melihat Lan Sing.ia tidak segan menggelitikinya.
"Aa Gege, berhenti gelii." teriak Lan Sing.
Begitulah kedua sejoli menghabiskan waktunya.
Malam pun tiba, kini Lan Hua, Lan Sing, Pangeran Yuan Feng dan Pangeran Xio Han Si bersiap siap menuju Hutan Surgawi.
"Rexi, Dragon." ucap Lan Hua.
Selang beberapa saat terlihat Kuda putih dan se ekor Naga hijau dari arah timur.
Pangeran Xio Han Si dan Putri Xio Ji Li melongo tanpa berkedip.
__ADS_1
"Lan'er keluarkan Red." ucap Lan Hua menatap Lan Sing.
Lan Sing mengangguk, keluarlah Red dalam kalung Lan Sing.
"Lan'er kau menunggangi Red,sementara Pangeran Xio Han Si dan Pangeran Yuan Feng menunggangi Dragon." ucap Lan Hua.
"Pa,,Pangeran aku tidak bermimpi.lihatlah Naga legenda dan seeokor Burung Phoenix." ucap Putri Xio Ji Li tanpa berkedip.
Pangeran Jixiang tersenyum, Dia mencubit hidung Putri Xio Ji Li.
"Berhentilah menatapnya, Permaisuri ku kau membuat ku cemburu saja.ini adalah rahasia Keluarga kita." ucap Pangeran Jixiang tersenyum.
"Benarkah, apa anak kita bisa memilikiny?" ucap Putri Xio Ji Li menatap Pangeran Jixiang.
"Tidak bisa mereka sudah memiliki tuannya, jika Anak-anak kita kuat, aku yakin Ibunda akan memberikan hewan lainnya."
"Berapa hewan yang dimiliki Ibunda?"
"Banyak sekali, suatu saat nanti Anak-anak kita bisa memilih sendiri." ucap Pangeran Jixiang kembali menatap mereka.
"Hua'er jangan terlalu lama,kau tau bukan tubuhmu canduku, temapt tidurku." ucap Kaisar Feng.
"Yang Mulia, apa kau tidak malu mengatakan di depan Anak kita." ucap Lan Hua melongo.
Kaisar Feng terkekeh, ia menyadari jika dirinya menjadi pusat perhatian Anak-anaknya.
"Gege jangan bersikap dingin padanya." teriak Lan Sing menatap Pangeran Yuan Feng dengan tatapan tajam.
"Gege berhentilah terkejut, sekarang cepatlah naik.Gege bisa menanyakannya setelah urusan kita selesai." ucap Lan Sing lembut.
Pangeran Xio Han Si tersadar.ia mengangguk.
Merekapun menuju Hutan Surgawi, beberapa saat kemudian.mereka sampai di Hutan Surgawi.
Seperti biasanya mereka akan turun didekat pohon rindang pintu masuk Hutan Surgawi.
"Gege pejamkan matamu." ucap Lan Sing menggenggam tangan Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si menurut ia memejamkan matanya.
"Bukalah mata Gege." ucap Lan Sing.
Pangeran Xio Han Si sangat tekejut bahkan kagum.ia melihat hewan berkulit putih bahkan bangunan yang tidak pernah ada di semua Kekaisaran.ia juga melihat orang berlalu lalang melakukan aktivitasnya bertambah pula keterkejutannya ketika melihat sebuah Istana yang sangat megah berbeda dengan Istana di semua Kekasiasaran.
Lan Hua hanya menggeleng gelengkan kepalanya.ia langsung melangkah menuju Istana Bunga.
Banyak orang bergembira menghampirinya mengucapkan hormat, sudah sangat lama para penghuni Hutan Surgawi tidak melihat kedatanganya kembali.
Beberapa prajurit segera melaporkan kedatangannya pada Chen dan Fang Yin.
__ADS_1
"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Prajurit.
"Ada apa?'' ucap Chen.
"Ratu Lan Hua datang kemari Yang Mulia beserta." ucap Prajurit menghentikan ucapannya ketika ia melihat Chen dan Fang Yin langsung pergi.
Sampai di aula, Fang Yin dan Chen melihat Lan Hua, Lan Sing dan Pangeran Yuan Feng serta Pangeran Xio Han Si.
Siapa dia, kenapa berwajah mengerikan batin Fang Yin dan Chen.
Segera mereka menghampiri Lan Hua dan yang lainnya.
"Hua'er." Chen berlari memeluk Lan Hua.
"Aku merindukan mu, kenapa baru datang?" ucap Chen melepaskan pelukannya.
"Benar, kenapa baru menemi kita?" ucap Fang Yin menatap Lan Hua.
"Maaf Gege, Jiejie. Hua'er sibuk." ucap Lan Hua cengengesan.
"Wah, apakah ini keponakan ku,Lan Sing dan Yuan Feng ternyata kalian tumbuh menjadi Pangeran dan Putri yang sangat cantik bahkan bibi sangat yakin kalian mewarisi Kultivasi Hua'er." ucap Fang Yin tersenyum.
Fang Yin dan Chen memeluk Lan Sing dan Yuan Feng secara bergantian.
"Ekhem, Gege aku membutuhkan tempat ini untuk melatih Pangeran Xio Han Si." ucap Lan Hua menatap mereka.
"Pangeran." ucap Fang Yin kebingungan.
"Benar Bibi, kami membutuhkan tempat ini untuk melatih Pangeran Xio Han Si." ucap Lan Sing menarik tangan Pangeran Xio Han Si.
"Jadi Dia adalah Pangeran." ucap Chen.
"Benar, Dia terkena mantra Kultivasi Hitam hingga tubuhnya menjadi seperti ini." ucap Lan Hua.
"Apa." teriak Fang Yin dan Chen karna terkejut.
"Apa Dia bisa membangkitkan Naga Hitam?" ucap Chen membukatkan matanya.
"Benar Gege." ucap Lan Hua.
"Lan'er ambil air danau Surgawi di dimensi mu." ucap Lan Hua.
Lan Sing memegang kalungnya keluarlah sebuah botol berisi air danau.Lan Sing tidak perlu repot repot masuk ke dalam dimensinya.karna di dimensi sudah ada beberapa botol air danau Surgawi.sehingga hanya memegang kalungnya saja dan mengucapkannya saja sudah keluar benda apa yang ia inginkan.
"Dan kau Pangeran Xio Han Si berhentilah terkejut seperti patung bodoh." ucap Lan Hua ketus.
"Red, Dragon." teriak Lan Hua.
Seketika Red dan Dragon menghampiri aula karna mendengarkan teriakan Lan Hua memanggil mereka dan mengubah wujudnya.
__ADS_1