Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 3 : Mengejar Cinta Pria Dingin


__ADS_3

"Hua'er, bagaimana dengan Nona An Ning," ucap Kaisar Feng seraya memperlihatkan gambar seorang gadis, "Dia juga tegas dan pemberani, mungkin dengan kekuatannya bisa membantu Zhang'er," sambungnya lagi.


Sudah sekian menit mereka berkutik mencari sosok calon menantu yang terdiri 28 orang putri. Lan Hua hanya selalu saja menggeleng pelan.


Dan yang terakhir Lan Hua membuka gulungan di tangannya, ia memperhatikan gambar gadis itu begitu lekat.


Di bawah gambar itu tertera sifat sang gadis, lemah lembut, penakut, sopan santun, baik hati.


"Bisa kami menjelaskan Putri Qie Luxia," ucap Lan Hua menoleh ke arah pengawal bayangan.


"Nona Luxia di kenal dengan nona lemah lembut, tapi Nona Luxia tidak bisa berkultivasi, karna Nona tidak suka kekerasan Yang Mulia."


Lan Hua mengangguk, "Dia yang akan menjadi menantu kita,"


"Tapi kenapa harus memilihnya Hua'er,"


"Bukankah api harus di padamkan dengan air," ucap Lan Hua membuat Kaisar Feng menaikkan salah satu alisnya.

__ADS_1


"Maksudnya,"


Kaisar Feng masih bingung akan ucapan Lan Hua.


"Maksudnya, Putra kita memiliki sifat Arogant, egois, keras kepala, dan lebih parahnya dia suka kekerasan. Sementara Nona Qi Luxia memiliki sifat lemah lembut, dia tidak suka dengan kekerasan. Sehingga nanti jika ada masalah dia bisa menenangkan Putra kita memberikan pikiran jernih." jelas Lan Hua membuat Kaisar Feng paham.


"Tapi bagaimana jika Zhang'er tidak mau? Nona Luxia jelas takut dengan pedang karna dia tidak suka dengan kekerasan."


"Percayalah Yang Mulia, hamba yakin. Putra Mahkota akan mencintainya dengan tulus. Ya, walaupun butuh perjuangan."


"Hormat hamba Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri. Putra Mahkota ingin menemui Yang Mulia." ucap sang Kasim.


Lan Hua dan Kaisar Feng hanya fokus melihat ke arah gambar Nona Luxia, ia pura-pura mengabaikan Putra Mahkota Yuan Feng yang menghampirinya.


"Hormat hamba Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri," ucap Putra Mahkota menunduk hormat.


"Ayahanda, Ibunda maafkan Zhang'er. Hamba akan bersedia menikah." ucap Putra Mahkota Yuan Feng.

__ADS_1


Lan Hua melihat ke arah Putranya, "Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menderita. Jika kamu tidak ingin menikah maka Ibunda tidak memaksa mu lagi," ucap Lan Hua beranjak berdiri, ia bermaksud meninggalkan Putra Mahkota Yuan Feng.


"Ibunda maaf," ucap Putra Mahkota Yuan Feng, dirinya merasa bersalah membuat Lan Hua kecewa.


"Ibunda sudah memaafkan mu, jika kamu memang bersedia menikah. Ibunda sudah memilih Putri Qi Luxia yang akan menjadi Putri Mahkota."


"Baik Ibunda hamba bersedia,"


"Seminggu lagi kalian akan menikah," ucap Lan Hua datar.


Sementara Kaisar Feng hanya diam saja, jujur saja ia kecewa terhadap Putranya. Dirinya lebih menyayangi Lan Hua, istrinya. Daripada Putranya.


"Jangan membuat Ibunda mu bersedih, Yuan'er. Jika kamu membuat Ibunda mu sampai meneteskan air matanya. Ayahanda tidak akan pernah memaafkan mu." ucap Kaisar Feng dengan suara dingin dan menatap tajam ke arah Putra Mahkota Yuan Feng.


Di masa lalu, dirinya sudah cukup membuat Lan Hua kecewa. Tapi kini ia tidak sanggup melihat Lan Hua kecewa lagi. Kaisar Feng pergi meninggalkan Putra Mahkota Yuan yang hanya diam saja. Ia mengikuti langkah kaki Lan Hua.


Malam pun tiba.

__ADS_1


Di kediamannya, Putra Mahkota Yuan Feng hanya diam saja. Dirinya tidak ingin keluar. Ia hanya menyibukkan dengan berkas-berkas istana.


#Maaf kak jika ceritanya bertele-tele. Soalnya author mau buat alur maju saja. Daripada buat Alur maju mundur, flasback terus🤭


__ADS_2