Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Meninggalkan Istana


__ADS_3

"Yang Mulia." Teriak Yoona berlari mengikuti langkah kaki Lan Hua.


Sampai dikediamannya Lan Hua langsung melempar meja dan vas bunga ke segala arah. Ia meluapkan rasa sakit dan amarahnya pada ke kediamannya itu. Hingga kamarnya yang tadi bersih, kini acak-acakan vas bunga berserakah.


"Kaisar Feng !"


"Permaisuri !"


"Jiejie kita pergi dari Istana malam ini. Kita akan tinggal di Hutan Surgawi." Lan Hua merangkuh ke dua lengan Yoona dengan air mata yang mulai menggenang.


Yoona meraba pipi Lan Hua, ia memeluk wanita di depannya. "Kita akan pergi, kita akan pergi. Tidak seharusnya Permaisuri mendapatkan penghinaan ini."


Yoona merangkup kedua pipi Lan Hua. "Yang Mulia ijinkan hamba membunuh Kaisar dan Selirnya. Jika semua penghuni Hutan Surgawi dan Hutan Kematian tau sikap Kaisar Feng. Jiejie yakin pasti mereka langsung menghancurkan kekaisaran ini."


"Tidak ! Jiejie tak perlu mengotori tangan Jiejie untuk makhluk seperti dia


dan jangan sampai semua penghuni Hutan Surgawi dan Hutan Kematian tau cukup menjadi rahasia kita." Ucap Lan Hua memegang tangan Yoona.


Percakapan mereka berhenti ketika seorang pelayan menghampiri mereka.


"Hormat hamba, Yang Mulia, Jendral Liue ingin bertemu dengan yang mulia." Ucap sang pelayan.


"Aku akan menemuinya." Ucap Lan Hua menghela nafas panjang mengontrol emosinya.


Lan Hua keluar dari kediamannya


Ia melihat Ayahnya menatap langit, entah kenapa Lan Hua merasakan kesedihan saat mengambil keputusan untuk meninggalkan istana.


"Ayah."


Jendral Liue membalikkan badannya ia melihat pipi mulus Lan Hua yang memerah..


"Hua'er maafkan Ayah nak. Ayah tidak melindungi mu." Ucap Jendral Liue memegang pipi Lan Hua.


"Hua'er apakah sangat sakit? Ayah akan memanggilkan tabib." Ucap Jendral Liue.


"Ayah." Ucap Lan Hua memeluk Jendral Liue.


"Hua'er ingin pergi Ayah, Hua'er tidak ingin tinggal disini. Hua'er tidak butuh jabatan ini Ayah. Hua'er akan melepaskannya." Ucap Lan Hua yang sudah menangis di pelukan Jendral Liue.


"Nak, Ayah percaya Hua'er tidak mungkin melakukan itu. Apa Hua'er yakin akan meninggalkan Istana?bawa Ayah." Ucap Jendral Liue menatap mata Lan Hua.


"Ayah akan melindungi mu. Ayah akan melepaskan jabatan Ayah." Ucap Jendral Liue.

__ADS_1


"Ayah." Ucap Lan Hua menatap Jendral Liue.


"Malam ini Hua'er akan pergi dari sini, Ayah."


"Mari kita pergi bersama sama Putri ku." Ucap Jendral Liue dibalas anggukan oleh Lan Hua. Ia tidak bisa berfikir lagi, hatinya sakit melihat putrinya di tampar oleh Kaisar Feng. Mungkin dulu ia tak bisa menatap putrinya, tetapi sekarang dia lah akan berada di depan melindungi Lan Hua.


"Kau." Hcap Lan Hua menunjuk pada salah satu pelayannya.


"Jika ada yang ingin bertemu dengan ku. Bilang aku tidak ingin diganggu."


"Ayah kita masuk dulu." cap Lan Hua menggandeng lengan Jendral Liue.


"Ayah apa yakin ingin ikut Hua'er? Ayah tidak menyesal meninggalkan Kaisar dan Selir Mei."


"Tidak Putriku. Ayah yakin ikut dengan mu. Ayah sangat kecewa pada Adikmu dan juga Kaisar."


"Baiklah ayah harus memakai cadar agar wajah kita tidak ketahuan." Ucap Lan Hua menyodorkan kain hitam pada Jendral Liue.


"Apa ayah bisa menggunakan qingqong?" tanya Lan Hua.


"Ayah bisa." Ucap Jendral Liue.


"Bagaimana caranya kita pergi dari sini?" tanya Jendral Liue.


"Tenang Ayah kita bisa pergi dari sini." Ucap Lan Hua yang sudah selesai menggunakan cadarnya..


"Iya Yang Mulia."


"Baiklah ayo Ayah." Ucap Lan Hua menggandeng tangan Jendral Liue dan melewati jendela.


Lan Hua melihat ada Enam penjaga. Ia mengeluarkan jarum akupuntur nya mengarahkan pada Enam penjaga..


bruukk !


Enam penjaga langsung pingsan..


sementara Jendral Liue terkejut karna putrinya bisa menggunakan jarum akupuntur.


"Hua'er.'' Panggil Jendral Liue.


"Nanti Hua'er akan menjelaskannya Ayah."


Lan Hua masih menggandeng tangan Jendral Liue dan menggunakan Qingqongnya di ikuti Yoona.

__ADS_1


"Yoona kita pergi dulu ke Hutan Kematian." Ucap Lan Hua. Sementara Jendral Liue bingung mendengarkan ucapan Lan Hua.


"Putriku untuk apa ke Hutan Kematian? disana sangat berbahaya." Uja Jendral Liue merasa tak yakin.


"Ayah akan tau nanti." Ucap Lan Hua.


Sang angin malam tidak mampu mendinginkan hati lan hua yang memanas. Mereka menelusuri hutan hingga mereka. Sampai di Hutan Kematian seketika Lan Hua merubah penampilannya.


Jendral Liue melihat perubahan Lan Hua sangat terkejut.


"Hua'er ada apa ini?" ucap Jendral Liue.


"Ayah, Putri mu adalah Ratu di Hutan Kematian dan Hutan Surgawi." Ucap Lan Hua.


"Tidak mungkin kau, jangan bercanda Nak." Ucap Jendral Liue.


"Ayah, Hua'er tidak bercanda. Lihatlah dibelakang Ayah." Ucap Lan Hua.


Jendral Liue menurut dan membalikkan badannya ia melihat Empat hewan bertubuh besar bahkan memiliki pasukan. Jendral Liue melihat mereka menundukkan kepalanya pada Lan Hua. Melihat mereka nyalinya pun menciut, bahkan Jendral Liue ke gemetaran ketakutan."


"Satu hal yang Ayah perlu tau. Gadis bercadar yang membantu kalian perang itu adalah Hua'er mu. Hua'er berharap Ayah mampu menjaga rahasia."


"Apa !" Jendral Liue kaget.


"Dia adalah Ayah ku dan aku datang kesini memberitaukan kalian bahwa aku akan tinggal di Hutan Surgawi. Jika Gege Chen, Changyi, Changyu dan Jiejie Ming Yue datang kesini beritahu mereka aku sudah meninggalkan Istana." Ucap Lan Hua.


"Baik Yang Mulia,hamba akan memberitaukan mereka." Ucap Raja Elang.


"Baiklah jaga diri kalian." Ucap Lan Hua.


"Red, Dragon,Rexi keluarlah." Ucap Lan Hua. Ketiga hewan melegenda itu pun keluar dari ruang dimensi Lan Hua. Lagi-lagi Jendral Liu terkejut akan Putrinya.


"Di, dia." Ucap Jendral Liue terbata-bata.


"Mereka bertiga adalah teman ku Ayah. Mereka tidak akan menyakiti Ayah." Ucap Lan Hua.


"Red, Rexi dan Dragon dia adalah Ayahku dan juga akan tinggal bersamaku di Hutan Surgawi.


Seketika Red, Dragon dan Rexi memberikan penghormatan pada Jendral Liue.


Sementara Jendral Liue masih dalam mode keterkejutannya.


"Red bersama ku, Rexi bersama Yoona dan Dragon bersama dengan Ayah." Ucap Lan Hua.

__ADS_1


"Ayah." Panggil Lan Hua menyadarkan Jendral Liue. Dragon menghampiri Jendral Liue dan Lan Hua. Karena Jendral Liuegugup menaiki Dragon, Lan Hua terkekeh, ia membantunya menaiki punggung Dragon.


"Ayah jangan takut." Ucap Lan Hua yang di angguki oleh Jendral Liue.


__ADS_2