Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 3 : pertengkaran jadi ciuman


__ADS_3

"Apa Putri Mahkota mengingat wajahnya,"


Putri Mahkota hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawabannya.


"Bagaimana bisa Putri Mahkota melupakan wajahnya?" tanya Putra Mahkota di iringi kekesalan di wajahnya.


"Hamba lupa Putra Mahkota, lagi pula dia tidak terlalu penting."


Perkataan Putri Mahkota membuat Putra Mahkota Yuan Feng semakin kesal.


"Kau harus mencarinya dan harus berterimakasih," Putra Mahkota meninggikan suaranya. Membuat Putri Mahkota Qi Luxia takut.


Terbesit wajah bersalah melihat wajah Putri Mahkota, "Hah, maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Baiklah, sebaiknya kita makan malam dulu. Perutmu pasti lapar." ucapnya lembut seraya mengelus pipi Putri Mahkota.


"Pelayan siapkan hidangan," teriak Putra Mahkota dari dalam kediaman.


Keheningan di antara mereka membuat suasana terasa canggung. Ingin sekali Putra Mahkota mengatakan kebenarannya. Tapi di urungkan, biarlah Putri Mahkota mencari tau dengan sendirinya.


Sesaat kemudian datanglah seorang Kasim dan seorang pengawal masuk.


"Hormat hamba, Putra Mahkota dan Putri Mahkota." ucap Kasim itu di ikuti sang pengawal.


Putra Mahkota terkejut melihat siapa yang datang. Pengawal itu adalah pengawal yang ia suruh untuk menjaga Huang Xue Na.


"Ada apa?" tanya Putra Mahkota Wang datar.


"Maaf hamba mengganggu Putra Mahkota dan Putri Mahkota. Hamba hanya menyampaikan sesuatu Putra Mahkota," jelasnya yang masih menunduk. Pengawal itu melirik ke arah Putra Mahkota. Ia ragu menyampaikan maksud kedatangannya itu.


Putra Mahkota pun mengerti, ia tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari Putri Mahkota. Baginya sekarang hanya ingin menata hidup baru setelah bertemu dengan gadis kecilnya. Jika ditanya dengan gadis kecilnya, jujur saja ia menaruh hati. Namun ia tidak memberanikan diri mengatakannya pada Lan Hua. Ia hanya bisa menolak jika menyangkut sebuah pernikahan.


"Katakan saja,"


"Nona Huang Xue Na sakit Putra Mahkota. Dia mogok makan dan hanya ingin bertemu dengan Putra Mahkota."


Deg

__ADS_1


Perkataan sang pengawal membuat Putri Mahkota Qi Luxia menunduk. Hatinya berdenyut nyeri, apa Putra Mahkota menemaninya hanya ingin memamerkan perasaannya.


Putra Mahkota melihat ke arah Putri Qi Luxia yang menunduk. Terlihat wajah tidak suka. Sudah pasti dia salah paham.


Putra Mahkota menggerakkan tangannya menggenggam tangan kiri Putri Mahkota Qi Luxia.


"Jangan salah paham, dia bukan siapa-siapa ku. Aku hanya berteman dengannya."


Putra Mahkota mengeluarkan senyumannya. Ia tidak ingin hubungannya yang di awali kesalahan darinya dan berakhir dengan sebuah kesalahan. Ia hanya ingin hidup bahagia dengan gadis kecilnya itu.


Apa Putra Mahkota bermaksud ingin menutupi hubungannya.


"Katakan padanya aku masih sibuk dan tidak bisa menemuinya,"


"Baik Putra Mahkota," ucap pengawal itu menunduk hormat dan berlalu pergi di ikuti sang Kasim.


Setelah kepergian pengawal dan sang Kasim. Putri Mahkota melihat ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Putra Mahkota lembut.


"Apa maksudmu?" tanya Putra Mahkota dengan tatapan menyelidik.


"Sebaiknya Putra Mahkota menemuinya, hamba tidak apa-apa."


"Apa Putri Mahkota tidak butuh perhatian ku,"


"Seorang istri memang butuh perhatian dari suaminya,"


"Lalu kenapa kau mendesak ku, menyuruhku memberikan perhatian ke wanita lain."


"Bukankah Putra Mahkota mencintainya, bahkan Putra Mahkota bermesraan dengannya. Hamba juga tau jika dia menyukai Putra Mahkota." ucapnya tak kalah sengit.


Putri Mahkota yang sudah sadar akan ucapannya. Ia langsung menutup mulutnya.


"Katakan dengan jelas,"

__ADS_1


Putra Mahkota merasa curiga, apa mungkin Putri Mahkota sudah tau semuanya. Yang ia tau, Putri Mahkota hanya mengatakan berteman tapi bukan pengakuan cinta.


"Hamba pernah melihatnya, dan hamba pernah mendengarnya sendiri. Apa Putra Mahkota tidak ingin dengan gadis bercadar yang duduk di belakang Putra Mahkota." Putri Mahkota meninggikan suaranya, ia sudah tidak tahan jika mengingatnya.


Deg


"Tidak semua itu hanya salah paham, benar dia mengungkapkan perasaannya. Tapi aku menolaknya." ucap Putra Mahkota berusaha meyakinkan.


"Benarkah, bukankah dia se enaknya menggenggam tangan Putra Mahkota, saling menyuapi, saling bergandengan tangan." teriak Putri Mahkota menatap tajam.


Putri Mahkota Qi Luxia mengeluarkan semua unek-uneknya yang ia pendam.


"Tidak itu semua hanya salah paham. Putri hanya mendengarkannya sekilas saja."


"Dengan cara apa Putra Mahkota bisa membuktikannya?" Putri Mahkota memalingkan wajahnya.


"Kau menantang ku," Seulas senyum seringai mulai muncul dari bibir Putra Mahkota. Hatinya senang melihat Putri Mahkota terbakar cemburu.


Putra Mahkota menarik pinggang ramping Putri Mahkota. Ia langsung mendaratkan ciumannya dan ********** dengan lembut.


"Hormat ham ..."


Pelayan An dan pelayan lainnya yang langsung masuk. Melihat adegan itu. Mereka hanya saling melirik dengan wajah yang merona. Dan memutuskan meninggalkan kediaman Putri Mahkota. Mereka akan menunggu di luar.


15 menit


20 menit


30 menit


Putra Mahkota melepaskan ciumannya, "Aku suka jika Putri cemburu. Dan ingatlah hukuman ini." Putra Mahkota menyentuh bibir yang ia ***** tadi, "Besok kita akan menemuinya, biar semakin jelas."


cup


Putra Mahkota mencium kening Putri Mahkota dan berlalu pergi dengan hati berbunga-bunga.

__ADS_1


__ADS_2