Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Menunggu Kedatangan Lan Hua


__ADS_3

"Baiklah Gege dan Jiejie istirahat dulu." Ucap Lan Hua.


"Baik Meimei." Ucap mereka serempak.


Lan Hua mengantarkan mereka ke tempat peristirahatan yang ia bangun sebuah gubuk di tepi danau.


"Aku tidak pernah menyangka kita ada dalam Hutan Surgawi." Ujar Changyin yang masih tidak percaya.


"Benar ini terasa mimpi aku pikir ini hanyalah rumor." Timpal Changyu.


"Hua'er bisakah kau menjelaskan, tidak mungkin kau berasal dari Hutan ini." Ucap Chen menatap penuh selidik.


"Apa kalian pernah mendengar tentang Kekaisaran Feng?" tanya Lan Hua.


"Iya kami tau tentang Kaisar Feng yang terkenal Kultivasinya bahkan ketampanannya." Tutur Chen seraya melihat ke arah Lan Hua.


"Aku Permaisuri Lan Hua. Aku Permaisuri sampah yang terkenal itu." Ucap Lan Hua tersenyum.


"Apa ! tidak mungkin." Ucap ke Empat saudara serempak. Seketika mereka menghentikan langkahnya.


Jika benar dia sampah, lalu seperti apa sampah sebenarnya batin mereka.


"Kalian tidak perlu terkejut,, lebih baik kalian istirahat dulu dan ini makan lah." Ucap Lan Hua mengambil makanan dari dalam ruang dimensinya.


"Hua'er dari mana kau mendapatkannya?" tanya Chen yang sudah terkejut..


"Kalian ini." Memegang kalungnya, "Aku memiliki ruang dimensi jadi aku bisa menyimpan banyak makanan."


"Apa jadi Meimei memiliki ruang dimensi?" tanya mereka serempak, lagi-lagi mereka di buat terkejut.


"Ini minumlah dari pada kalian terkena serangan jantung." Ucap Lan Hua memberikan air danau Surgawi..


"Waah, seger minuman apa ini Meimei? putih tapi sangat manis." Ucap Changyin


"Bener Meimei." Ucap Ming Yue seraya melihat cangkirnya yang tidak tersisa.


"Oooo, itu air danau Surgawi." Ucap Lan Hua dengan santainya. Mereka semua melongo saling pandang satu sama lainnya.

__ADS_1


"Aaaiiiissss, aku tidur dulu, melihat kalian hanya melongo." Ucap Lan Hua pergi meninggalkan mereka ke dahan salah satu pohon...


Di Hutan Surgawi, Lan Hua sudah terbiasa tidur di atas dahan pohon. Selama ia melatih dirinya, selama itu pula dia membiasakan diri tidur di dahan pohon. Lan Hua menutup matanya, hingga efek kelelahan itu Lan Hua tertidur pulas sampai Esok hari


Hoeem, Lan Hua meregangkan otot lengannya. Ia menguap seraya menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


huft sudah pagi batin Lan Hua.


"Sebaiknya aku membersihkan tubuh ku lebih dulu." Gumam Lan Hua, ia turun dari dahan pohon menuju ke arah danau.


Beberapa saat kemudian Lan Hua telah selesai membersihkan diri. Ia pun mencari keberadaan saudaranya itu.


"Gege, Jiejie." Dari kejauhan Lan Hua berteriak memanggil mereka, semua penjaga Hutan Surgawi sudah biasa mendengar teriakan Lan Hua yang mampu merusak gendang telinga mereka.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Lan Hua.


"Kami siap Meimei." Ucap mereka serempak


Lan Hua menjentikkan tangannya hingga terbuatlah manusia berasal dari tumbuhan duan yang kering. Lan Hua menyentuh keningnya mentransfer semua tingkatan Kultivasinya. Entah mereka akan sampai dimana tingkatan Kutivasinya.


"Ajarkan mereka Berkultivasi." Ucap Lan Hua.


"Gege, Jiejie ikuti pergerakan nya. Aku akan mengawasi kalian."


"Dan minum ramuan ini untuk mempercepat Kultivasi kalian." Memberikan sebuah botol pada mereka.


Sebulan berlalu, Sebulan pula ke empat Saudara merasakan kerasnya kehidupan berlatih Kultivasi, seakan kerasnya mereka adalah neraka yang nyata. Lan Hua sangat memperketat latihan mereka bahkan untuk istirahat pun Lan Hua memberikan waktu 15 menit dalam sehari. Kini ke empat Saudara telah selesai Berkultivasi sesuai tingkatan kekuatan tubuh mereka.


Chen__93


Changyin__90


Changyu__90


Mingyu__82..


Ke empat Saudara tersenyum puas mengenai kekuatan Kultivasi mereka.

__ADS_1


"Terimakasih Permaisuri Lan Hua." ucap mereka serempak.


"Baguus Gege, tapi kalian tidak perlu seformal itu padaku, aku puas dengan Kultivasi kalian. Sekarang aku akan membawa kalian pulang ke istana ikut bersama ku. Aku sudah lama meninggalkan Jiejie ku disana, tapi aku keluar sebentar, kalian istirahat lah dulu." Ucap Lan Hua tersenyum meninggalkan mereka..


Setelah Lan Hua keluar dari Hutan Surgawi. Ia menuju ke arah Gua. Tak lupa ia memakai cadar dan mengubah warna bola matanya.


Saat mendekati Gua, Lan Hua melihat mereka bertiga sedang berlatih pedang.


dengan usilnya Lan Hua mengambil Ranting melemparkan kepada mereka, dengan sigap mereka menghindar.


"Waw kewaspadaan yang hebat." Ucap Lan Hua dari atas pohon dan turun ke bawah.


Lan Hua memberikan Bunga Aster putih melemparkan ke arah Kaisar Zhang.


"Pergilah kalian sudah lama tinggal disini, kalian juga tidak perlu tau dari mana aku mendapatkannya, aku sudah mengerti kalian menunggu ku, untuk mencari Bunga Aster putih." Ucap Lan Hua datar.


Mereka bertiga kaget akan ucapan Lan Hua


Darimana Nona ini tau batin mereka...


"Nona terimakasih telah menolong kami,, bahkan membantu kami mencari Bunga Aster putih." Ucap Kaisar Zhang dengan hormat.


"Nona saya minta maaf atas kelakuan saya yang tidak berbicara sopan pada Nona." Ucap Jenderal Phan.


Lan Hua tidak menanggapinya hanya menatapnya datar.


"Nona kami tadi memanggang ikan. Jika tidak keberatan. Nona bisa ikut makan bersama kami." ucap Kaisar Zhang yang dibalas anggukan oleh Lan Hua.


Mereka makan bersama hanya keheningan yang ada hingga Pangeran Hongli memecahkan keheningan mereka...


"Nona bolehkah aku tau nama mu dan dari mana asal mu?" tanya Pangeran Hongli.


"Meili, kalian bisa memanggil ku dengan nama itu, tentang asal ku kalian tidak perlu tau." Ucap Lan Hua yang selesai makan dan beranjak pergi.


"Ooo iya terimakasih atas jamuannya." Ucap Lan Hua meleset pergi menggunakan jurus Qingqongnya.


Mereka pun di buat tercengang akan kecepatan Qingqong darj Lan Hua yang sudah menghilang dari arah pandangan mereka dalam sekejap.

__ADS_1


Meili nama yang indah aku berharap kita akan bertemu kembali batin Kaisar Zhang dan Pangeran Hongli..


Merekapun juga akan bergegas pergi meninggalkan Gua karna sudah mendapatkan Bunga Aster Putih...


__ADS_2