Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Kultivasi Hitam


__ADS_3

Lan Hua terus berkeliling menghirup udara segar yang berada di Hutan Surgawi. Rasa harum dan sejuk di Hutan Surgawi tidak ada duanya. Bahkan tubuhnya terasa segar setelah menghirup udara Hutan Surgawi. Sementara Red dan Dragon masih setia di dalam ruang dimensi Lan Hua. Karena sudah merasa cukup, Lan Hua berhenti di salah satu pohon, ia merebahkan tubuhnya di salah satu dahan itu, sedangkan kedua tangannya menjadi bantalan kepalanya itu. Lambat laun, rasa ngantuk itu menguasai matanya.


Duaaaar ...


"Eeee monyet gosong, gosong .." Ujar Lan Hua langsung duduk. "Sialan ! siapa yang mengganggu mimpi indah ku." Teriak Lan Hua yang kesalnya setengah mati.


"Tuan sepertinya ada pertarungan." Ucap Red.


Lan Hua menaikkan salah satu alisnya. "Aku tidak tertarik dengan urusan orang, biarkan saja mereka menyelesaikan urusan mereka. Lebih baik aku tidur lagi." Ujar Lan Hua kembali merebahkan tubuhnya.


Red dan Dragon saling menatap, kedua hewan legenda itu keluar dari ruang dimensi Lan Hua dalam bentuk ukuran kecil. "Cobalah lihat tuan, tuan akan tertarik. Aku merasakan Kultivasi Hitam." Lan Hua membuka matanya, kemudian melirik ke arah Red.


"Kultivasi Hitam, tidak buruk." Ujar Lan Hua seraya berdiri dengan berdecak pinggang. Lan Hua memutar kepalanya ke kanan ke kiri hingga lehernya berbunyi.


"Dan kalian jangan panggil aku tuan dan tuan. Aku seperti orang yang sudah tua saja." Kesal Lan Hua.


"Maaf Meimei jangan marah. Aku sudah terbiasa." Ucap Red.


"Meimei dia itu memang Phoenix bodoh, menyusahkan saja !" Ucap Dragon. Sebuah nama yang Lan Hua berikan pada sang Naga.


"Diam !! Kenapa kalian tidak bisa akur? aku bosan mendengarkan perdebatan kalian." Bentak Lan Hua.


Lan Hua meninggalkan kedua hewan legenda itu yang saling menatap tajam, ia terus menyusuri hutan menggunakan Qingqongnya. Lan Hua melihat ke atas, pusaran angin hitam seperti angin ****** beliung membuat rambutnya terombang ambing. Lan Hua duduk berjongkok dengan salah satu kakinya.


Dari kejauhan ia melihat tiga puluh orang pembunuh dari Klan Iblis memakai hanfu serba hitam serta penutup kepala melawan 3 orang yang menyerang membabi buta.

__ADS_1


Lan Hua tersenyum sinis, sepertinya tiga orang itu tak akan mampu melawan satu orang berhanfu hitam. Di lihat tingkat Kultivasinya pun sangat jauh.


"Pangeran berhati hatilah mereka semua memiliki Kultivasi tingkat tinggi." Ucap Kaisar Zhang searay melihat sekelilingnya.


"Mereka semua bukan hanya memiliki Kultivasi tingkat tinggi tapi lebih anehnya lagi kenapa tubuh mereka tidak mempan terhadap luka. Bahkan luka yang kita berikan dengan mudahnya sembuh." Ucap Pangeran Hongli dengan keheranan. Ia khawatir, tidak akan mampu menghabisinya.


"Tetap waspada dan kita harus cari tau titik kelemahannya." Ucap Kaisar Zhang. Sebenarnya ia juga merasa khawatir terhadap keselamatan Pangeran Hongli dan Jenderalnya itu. Ia berharap akan ada pertolongan sebelum mereka terluka parah.


Mereka pun kembali beradu pedang, karena sudah kuwalahan Kaisar Zhang terkena tebasan di lengan kanannya.


"Sial !." ucap Kaisar Zhang yang mulai merasa pusing.


Pangeran Hongli yang melihat Kaisar Zhang ambruk dengan cepat menghampirinya dan mendekapnya. "Gege bertahanlah." Ucap Pangeran Hongli masih menepis pedang mereka.


Jenderal Phan menatap semua pengawal yang telah tewas terkapar di atas tanah akibat serangan pembunuh dari Klan Iblis.


"Kalian tidak akan bisa keluar, kalian sudah kamu kepung." Ucap Ketua pembunuh.


"Apa mau, hah? siapa yang menyuruh kalian?" teriak Pangeran Hongli dengan mengeraskan rahangnya.


Semua berhanfu hitam itu tertawa. "Tentu kami menginginkan nyawa Kaisar Zhang." Ujar Ketua pembunuh.


"Apa kalian masih ingat Klan iblis?"


"Jadi kalian berasal dari Klan Iblis, kalian menginginkan nyawa ku. Aku akan membiarkan kalian membunuh ku. Asalkan kalian melepaskan mereka." Timpal Kaisar Zhang dengan berbicara terbata-bata. Biarlah dirinya yang berkorban, ia tidak akan sanggup melihat adik kesayangannya tak bernyawa. Kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Kultivasi Hitam.

__ADS_1


"Tidak, Yang Mulia hidup mati hamba untuk Yang Mulia, hamba sudah mengabdikan hidup hamba untuk Kekaisaran Zhang." Timpal Jendral Phan. Ia berdiri, menatap tajam ke arah orang yang berhanfu hitam.


"Gege jangan bicara omong kosong. Kita akan keluar bersama sama. Jika mati, maka kita akan mati bersama sama." Sanggah Pangeran Hongli dengan mengeluarkan air matanya.


"Tidak Pangeran, kau harus hidup. Istana membutuhkan mu." Ucap Kaisar Zhang di suara seraknya.


"Jenderal Phan bawalah Pangeran Hongli." Perintahnya.


"Tidak Gege kita akan melawannya bersama sama." Kekeh Pangeran Hongli dengan sorot mata tajam mengarah pada Ketua Klan Iblis.


"Kalian semua bebas mereka menginginkan ku." Ucap Kaisar Zhang yang sudah menyerah.


Sementara Lan Hua yang hanya menonton dengan santainya memakan buah-buahan yang ia dapat dari ruang dimensinya.


"Meimei apa kau tak ingin membantu mereka?" tanya Dragon.


"Kita liat saja dulu." Ucap Lan Hua sambil menguyah buahnya.


"Apa !" Kedua hewan itu membulatkan matanya. "Meimei mereka bertiga sudah kalah telak." Ucap Red dengan nada kaget.


Lan Hua hanya diam mendengarkan mereka berdua, terlihat senyum sinisnya melihat awan hitam di langit.


Ketua Klan Iblis yang sudah tidak sabar membunuh mereka. Hingga ia menggunakan mantra Kultivasi Hitam mengacungkan pedangnya ke atas langit. Terbentuklah pusaran angin dan awan hitam serta petir yang membelah langit.


MATILAH KALIAN !!!

__ADS_1


__ADS_2