Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Jared-Lily /13


__ADS_3

Hari pernikahan itu tiba. Jared dan Lily baru saja selesai mengucap janji pernikahan mereka. Kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri baik secara agama dan Negara.


Senyum keduanya terkembang, terutama Lily yang tak menyangka jika akhirnya dia bisa menikah dalam waktu dekat dengan seseorang yang dikaguminya sejak lama, Jared Wilson. Meski jauh didalam lubuk hati Lily masih mempertanyakan alasan yang tepat kenapa Jared memilihnya menjadi istri, tapi kenyataannya sekarang ia benar-benar telah menikah dengan pria itu.


Semoga semua ucapan Rose yang mengatakan jika Jared ingin membalas sakit hati pada kakaknya melalui Lily bukanlah sebuah kenyataan.


Setelah dinyatakan sah sebagai suami istri, Jared membuka tudung berbahan tile yang menutupi wajah cantik istrinya.


"Lily, kau sangat cantik...." puji Jared terus terang. Jared merasa terpesona pada pandangan pertama ketika melihat pengantinnya. Seolah baru kali ini ia menyadari kecantikan yang dimiliki Lily. Dihari ini, aura yang dimiliki Lily seolah terpancar seutuhnya dibarengi dengan wajah gadis itu yang tampak amat bahagia.


Lily tersenyum malu, wajahnya memerah, bahkan rona itu menjalari sampai ke daun telinganya.


"Jangan puji aku," bisik Lily pelan.


"Why?"


"Aku nyaris pingsan." Lily terkikik kecil.


"Aku akan menangkapmu jika kau pingsan." Jared ikut tertawa.


Dengan gerak pelan, Jared meraih pinggang ramping Lily dan membawanya mendekat. Satu tangannya yang lain menangkup pipi Lily sembari mengelusnya perlahan.


Lily terasa gemetar, lambat laun wajah Jared makin mendekat serta memangkas jarak diantara keduanya. Ia memejam barang sejenak, kali ini ia benar-benar akan pingsan sepertinya. Atau mungkin ia justru melambung ke awang-awang? Entahlah.


Pesona Jared masih terpatri dibenak Lily. Ia masih mengingat saat pertama kemarin Jared membawanya mengarungi nikmat sebuah ciuman pertama. Sekarang mereka akan melakukannya lagi. Tapi berkat ciuman kemarin, setidaknya ini bukanlah yang pertama kali bagi Lily meski ia tetap merasa canggung setengah mati.


Cup


Sebuah kecupan singkat yang melambungkan nyawa Lily. Hanya sebentar saja tapi membuat rasa aneh dalam dirinya muncul seketika.

__ADS_1


Untuk Jared, ia sengaja hanya mengecup singkat karena ia tak mau momen ciumannya bersama Lily ditonton oleh banyak orang seperti saat ini.


Dilain sisi, Rose mematut senyum masam. Ia tak menyangka adiknya tak menggubris semua peringatan yang ia berikan. Bagaimanapun, ia takut Lily dijadikan alat balas dendam dan dimanfaatkan Jared sebagai tempat pelampiasan sakit hati atas kesalahan Rose dimasa lalu terhadap pria yang kini berstatus suami adiknya itu.


"Lily, ibu bahagia akhirnya masih sempat melihatmu menikah. Kau sangat cantik, Nak." Dientin memeluk Lily yang memancarkan wajah bahagia.


Tak lama, Dientin beralih pada Jared.


"Terima kasih kau sudah menepati janjimu, Jared. Semoga kau benar-benar bisa menjaga putriku." Dientin menatap Jared dengan penuh harap dan mata yang berkaca-kaca.


"Pasti, bibi ....." jawab Jared tenang sambil merangkul pinggang Lily disisinya.


******


"Aku masih tidak mengerti kenapa kau akhirnya mau menikahi aku dan bisa-bisanya aku menerima pernikahan ini," lirih Lily di pinggiran tempat tidur kamar pengantin mereka.


"Kau menyesal?" tanya Jared dengan suara pelan.


"Kau tidur?" tanya Jared yang melihat Lily sudah berbaring menyamping membelakangi posisinya.


Tidak mendapat sahutan dari Lily, Jared tahu jika sekarang gadis yang berstatus istrinya itu pasti sudah terlelap.


Jared menghela nafas panjang. Ia menyusul Lily ke atas ranjang dan berbaring tepat disisi sang istri. Jared memandangi wajah Lily yang tampak tertidur nyenyak dengan nafas teratur, satu tangannya terulur menyentuh puncak kepala Lily.


"Aku memilihmu, sudah memilihmu, aku akan menjaga hubungan suci kita, karena aku tidak pernah bermain-main atas semua yang sudah menjadi pilihanku," lirih Jared seolah tengah mengucap sumpah diatas kepala Lily.


Jared tahu malam ini tidak akan ada malam per tama diantara mereka, lambat laun ia pun mulai terlena dalam tidur, saat itu juga Lily membuka matanya karena sebenarnya ia hanya berpura-pura tidur.


"Aku juga sudah menerimamu, ku harap kau bisa menepati janjimu. Sesungguhnya aku benar-benar seperti bermimpi bisa menikah denganmu." Lily hanya berujar dalam hati, tidak bisa mengutarakan rasa, namun mendengar ungkapan Jared tadi, ia semakin yakin jika Jared benar-benar telah jatuh pada sebuah keputusan yaitu memilih dirinya dan dapat dipastikan jika Jared serius dalam pernikahan mereka.

__ADS_1


******


"Rose!" Jared terkejut saat keluar dari kamar hotelnya dan mendapati Rose disana yang berdiri layaknya paparazi ingin mengetahui seluk-beluk hubungan antara Jared dan Lily.


"Kenapa?" tanya Rose dengan nada cuek.


"Untuk apa kau disini?" Jared masih heran melihat Rose berada dihotel tempatnya dan Lily menginap setelah acara pernikahan kemarin. Jared tak mungkin membawa Lily ke Paviliun rumah Owen yang selama ini ia tinggali. Ia sudah membeli rumah masa depannya, hanya saja ia akan mengajak Lily kesana nanti, jadi setalah pemberkatan kemarin ia lebih memilih untuk menginap di sebuah hotel bersama sang istri.


"Aku hanya ingin memastikan tidak ada kekerasan yang kau lakukan terhadap adikku!" tukas Rose to the point.


"Apa kau begitu penasaran dengan kami? Kau ingin memastikan tidak ada kekerasan atau kau ingin tahu bagaimana malam pan as kami berdua?" sarkas Jared menohok Rose.


Rose membuang pandangan, tidak berani menatap hujaman tajam dari sorot mata Jared yang menatapnya.


"Jangan usik kehidupanku, Rose! Aku sudah menikah dengan Lily!" tandas Jared memperingati dengan kalimat tajamnya yang semakin menembus jantung Rose.


"Hah? Aku mengusik kehidupanmu? Yang benar saja! Aku cuma ingin melihat adikku!"


"Lily sudah menjadi istriku, jangan memantaunya! Kau pasti juga tahu bahwa aku tidak pernah melakukan kekerasan fisik pada pasanganku!"


"Baiklah," kata Rose mengalah. Sebenarnya Rose menahan rasa sakit dihatinya. Walau ia dan Jared sudah lama berpisah dan ia juga sempat menikah dengan lelaki lain tapi pernikahan Lily dengan mantan kekasihnya cukup membuatnya merasa tidak percaya. Terlebih, Jared adalah pria yang dicintainya dulu. Jared juga sangat menarik perhatiannya, bahkan sejak dulu---hingga kini, tentunya. Seandainya dulu Jared juga memiliki tingkat kemapanan seperti saat ini, mungkin dulu Rose tak akan berpaling dan meninggalkannya.


Tapi pada kenyataannya, sesuatu yang sudah bukan menjadi milik sendiri memang terkadang terlihat lebih menarik serta berharga setelah kita tinggalkan.


Jared berjalan ke arah berlawanan dengan Rose, Lily masih didalam kamar mereka dan sedang mandi, itulah sebabnya ia memilih keluar kamar sebab tak mau lepas kendali. Bagaimanapun, ia ingin menyentuh Lily lebih jauh setelah ia memiliki sedikit rasa cinta untuk gadis itu, bukan hanya menyentuh karena na f su saja.


Jared sangat menghargai Lily yang sudah berstatus istrinya.


Sementara itu, Rose menatap punggung Jared yang perlahan semakin berjalan menjauh dari posisinya.

__ADS_1


"Kau bahkan bukan hanya memberi tembok pembatas yang tinggi diantara kita sekarang. Kau juga terang-terangan memperingatiku untuk tidak menyentuh tembok itu bahkan untuk menatapnya sedikitpun," gumam Rose lirih. Sejak ia tahu Jared kembali kehidupannya lagi dan mendengar kabar tentang ingin menikahi Lily, sejak itu pula hati Rose merasa berkecamuk. Namun, semuanya telah terjadi, tapi entah kenapa Rose merasa yakin jika Jared tidak mencintai Lily dan hanya memanfaatkan keadaan untuk membalas perbuatannya dimasa lalu.


******


__ADS_2