Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Memancing amarah


__ADS_3

Pintu kedatangan Bandara terasa cukup padat saat Owen berserta keluarga tiba di Negaranya.


"Sayang, pulanglah lebih dulu.... aku dan Jared harus ke kantor ada sedikit pekerjaan yang harus ku selesaikan."


Gloria mengadah pada suaminya. "Tapi kita baru saja tiba, Sayang!" protesnya.


"Huum, mengertilah, pekerjaanku sudah ku tinggalkan cukup lama." Owen mengelus pipi Gloria sekilas.


"Baiklah," ujar Gloria akhirnya.


Owen dan Jared pun berlalu setelah memastikan Gloria memasuki mobil yang akan mengantarkannya pulang ke Mansion.


"Kita kesana!" ucap Owen pada Jared.


Sebenarnya, Owen membohongi Gloria mengenai kepergiannya kali ini. Ia tidak akan ke kantor seperti ucapannya, melainkan pergi mengunjungi kediaman Paman Markus.


Beberapa hari lalu, Owen menerima kabar mengenai perseteruan Paman Markus dan Sean yang menyangkut pautkan Owen, sehingga mau tak mau Owen harus mengurusi masalah ini.


_____


Gloria tiba dikediamannya, kepulangannya disambut oleh Oxela, Jade dan Celine yang entah kenapa juga ada disana. Sesuai janji Owen waktu itu, Celine memang dipindahtugaskan ke kantor cabang lain tidak satu gedung dengan kantor yang Owen kelola. Namun, itu seperti boomerang sendiri untuk Gloria, karena ternyata wanita ini semakin sering mengunjungi Mansion keluarga mereka. Entah dengan alasan apalagi ia akan mengatakan kunjungannya kali ini.


"Kau disini juga, Celine?" tanya Gloria dengan niat menyindir.

__ADS_1


"Iya, ku pikir aku harus menyambut kepulangan sepasang pengantin baru," kata Celine ramah. Entah kenapa sekarang Gloria tak menyukai nada ramah itu, seolah ada maksud lain dibaliknya. Atau ini hanya perasaannya saja?


"Ah, dimana Owen? Kenapa hanya kalian yang tiba dirumah?"


"Ada pekerjaan." Gloria menjawab cuek, seperti dugaannya tujuan Celine pasti tak jauh-jauh dari ingin melihat suaminya.


"Bukankah seharusnya kalian pulang bersama? Kenapa dia lebih mementingkan pekerjaan? Apa kalian bertengkar?" tanya Celine dengan kilatan senyum yang tampak berbeda.


Gloria menghela nafas sejenak. Ia beralih melihat Karina yang diam disisinya. "Karina, tolong bawa Jeff masuk ke kamar," pintanya.


Baby sitter Jeff itupun mendorong stroller sang bayi. Setelah kepergian mereka, Gloria ikut duduk di sofa ruang tamu, dimana Oxela, Sean dan termasuk Celine memang sejak tadi duduk disana.


"Owen sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaannya sejak kami menikah, jadi tidak ada salahnya dia ke kantor sebentar," kata Gloria tenang.


Gloria tersenyum tipis, sementara Oxela yang mendengarnya justru angkat bicara.


"Apa maksud perkataanmu, Celine? Tentu saja bulan madu mereka sangat berkesan, aku bahkan melihat foto-fotonya karena kemarin aku meminta Gloria mengirimkan beberapa kepadaku!" ucap Oxela seakan tak terima dengan pernyataan Celine.


"Oh begitu...." Celine mengendikkan bahu cuek.


"Bulan madu kami sangat romantis, aku tidak menyangka Owen memilih tempat yang sangat menakjubkan." Gloria sengaja berkata demikian demi melihat reaksi Celine selanjutnya.


"Oh, ya? Baguslah.... kau akhirnya bisa berbulan madu ke Athena. Padahal itu tempat pilihanku," desisnya membuat mata Gloria membola begitu juga dengan Oxela.

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Gloria terkejut.


"Athena adalah tempat bulan madu yang ku pilihkan untuk kami. Seharusnya jika aku menikah dengan Owen maka Kamilah yang akan kesana, bukan.... kau," kata Celine dengan nada berkelakar, padahal ia sengaja mengatakan itu demi memancing kemarahan Gloria.


"Celine? Kau ini apa-apaan! Kau tidak perlu mengungkit tentang pernikahanmu dengan kakakku yang gagal. Apalagi membicarakannya didepan Gloria!" marah Oxela. Jade sampai menangkap tubuh Oxela yang mendadak berdiri karena emosinya terpancing.


"Xela, aku hanya bercanda.... jangan terlalu serius menanggapinya!" sanggah Celine.


"Istriku benar, Celine. Kau tidak seharusnya berkata begitu walaupun dengan niat bercanda," timpal Jade.


Gloria mengepalkan tangannya, cukup kesal. Entah Celine berniat bercanda atau tidak tapi ucapan wanita itu cukup menyakiti hatinya. Benarkah tempat bulan madunya dengan Owen adalah pilihan Celine?


"Maaf Gloria," kata Celine tampak sungguh-sungguh menyesali ucapannya. "Tapi, aku berkata yang sebenarnya. Athena adalah tempat yang harusnya menjadi tujuan kami," sambungnya lagi tanpa rasa bersalah.


"Celine, lebih baik kau pulang! Aku pikir kau kesini benar-benar berniat mengunjungiku! Ternyata kau hanya memancing emosiku!" kata Oxela marah. Bagaimana bisa Celine meminta maaf pada Gloria tapi pada akhirnya justru tetap mengulangi kalimat yang sama, membuatnya geram dengan wanita itu.


"Pulanglah!" kata Gloria sambil berdiri menopang tubuhnya yang mendadak lemas.


Celine memaksakan senyum, menandakan bahwa ia telah menang dalam situasi ini dan Gloria telah terpancing pada ucapannya. "Aku pulang, semoga kau dan Owen tidak bertengkar ya," bisiknya di telinga Gloria.


Gloria berlalu menuju kamarnya setelah berpamitan singkat pada sepasang suami istri, Jade dan Oxela.


****

__ADS_1


__ADS_2