Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Membatalkan


__ADS_3

Owen sadar, ia harus menyelesaikan masalahnya lebih dulu bersama Celine, barulah ia bisa mencari Gloria lagi, lalu menanyakan tentang semua yang telah terjadi. Terutama tentang malam itu.


Kenapa Gloria pergi dan tidak membangunkannya? Seharusnya Gloria menceritakan semua masalahnya kepada Owen, lalu meminta bantuan darinya, bukan pergi lagi dari hidupnya! Tak tahukah Gloria jika ia sangat tersiksa setelah mereka benar-benar berpisah?


Owen mengira jika setelah Gloria melepaskannya, maka wanita itu akan bahagia dengan keputusannya sendiri. Ia pun mencoba berusaha untuk mengikhlaskan karena ia menghargai keputusan Gloria, meski itu sangat sulit untuk ia lewati.


Belum lagi mengenai anak, harusnya Gloria mengatakan bahwa sedang mengandung anak mereka. Bukankah ia berhak tahu keadaan anak itu? Memberinya kehidupan yang layak?


Terkadang Owen tak habis pikir dengan segala pikiran wanita yang rumit. Seharusnya semua masalah bisa dilalui dengan mudah hanya dengan saling bercerita dan mendengarkan.


"Owen...."


Panggilan Celine menyadarkan Owen dari lamunannya, ia berbalik menatap Celine yang tersenyum semringah kearahnya.


"Ada apa kau ingin menemuiku?" tanya Celine mendekat dan berdiri disebelah Owen.


Untunglah cuaca malam ini cukup cerah serta lambaian angin sepoi-sepoi diatas Rooftop Apartemen sangat sejuk menerpa kulit Owen. Jika saja tidak, mungkin ia tidak bisa mengendalikan emosinya saat melihat Celine yang berada disisinya seperti tak pernah melakukan kesalahan apapun.


Owen menarik nafas singkat. "Aku ingin membahas mengenai pernikahan kita."


"Oh syukurlah, akhirnya kau mau membahasnya juga..." kata Celine dengan perasaan lega sebab beberapa hari ini Owen tampak tak bisa diganggu sejak bertemu Richard waktu itu.


Owen tersenyum tipis, ia mau membahas ini tentu karena semua kedok Celine sudah ia ketahui, jika saja ia telat mengetahui semuanya pasti ia akan menyesal seumur hidup. Belum lagi mengenai darah dagingnya yang entah berada dimana saat ini. Semua tidak luput dari pikirannya.


"Celine... aku ingin menanyakan padamu tentang kita," mulai Owen mengatur kata-kata yang pas.


"Ya, ada apa dengan kita?"


"Menurutmu, kenapa aku mengajakmu menikah?"


"Mana aku tahu, pasti kau yang lebih tahu alasannya." Celine membuang pandangan ke arah lain, tak berani beradu mata dengan netra biru keabu-abuan milik Owen.


"Baiklah, jika kau tidak bisa menjawab. Aku ganti pertanyaannya."


Perasaan Celine mendadak tak enak dengan intonasi suara Owen kali ini, ditambah lagi pertanyaan Owen yang lain daripada biasanya. Biasanya, meski terkesan dingin, Owen akan membahas keseharian diantara mereka saat bertemu. Ataupun, menanyakan tentang apa kesulitannya saat menangani pekerjaan di perusahaan milik Owen karena setahun ini ia memang bekerja disana sebagai cars pendekatan diri.


"Apa kau pikir, dengan aku memintamu untuk menikah itu karena aku mencintaimu?" tanya Owen lagi.


Celine terdiam meski dia tahu jawaban untuk menjawab pertanyaan Owen.


"Celine, aku tidak pernah mengatakan soal perasaanku padamu. Karena aku memang sulit mengartikan rasa," jelas Owen jujur-- sebab ketika bersama Gloria dulu pun, dia sulit mengakui perasaannya.


"...aku tidak mencintaimu!" tegas Owen. "Apa kau tetap mau melanjutkan pernikahan ini?" tanya Owen.


Celine terperangah atas pertanyaan yang Owen ajukan. Ia tidak mengira jika Owen akan menanyakan hal semacam ini.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Owen? Tentu aku masih ingin melanjutkan pernikahan kita!" jawab Celine dengan intonasi naik.


"Meskipun aku tidak memiliki rasa padamu?" tanya Owen lagi.


"Ya!" jawab Celine ngotot. "Kau dan aku akan tetap menikah apapun yang terjadi."


Owen terkekeh mendengar penuturan Celine kali ini, ia menjadi sadar betapa egoisnya wanita ini. Tentu saja, hingga Celine pun sanggup mengabaikan malu dengan mengakui tentang kejadian malam itu sebagai kesalahan Owen terhadapnya.


"Aku rasa tidak perlu membahas hal ini, Owen," tambah Celine.


"Baiklah, jadi kau tetap bersikeras dengan pernikahan ini? Kenapa?"


"Karena aku mencintaimu, Owen!" lirih Celine. "Dan juga, karena kau adalah laki-laki yang telah meninggalkan trauma untukku karena kejadian malam itu. Ku rasa, hanya kau yang mampu mengobati traumaku dengan menikahiku. Keputusanmu untuk menikahiku sudah sangat benar!" pungkasnya.


"Kau yakin aku telah membuatmu trauma?"


"Apa kau mau mengelak? Bukankah kau mengingat kesalahanmu juga pada malam itu?"


"Ya, aku akui aku mengingatnya meski aku dalam pengaruh minuman, tapi yang ku ingat saat itu adalah aku melakukannya dengan wanita lain, bukan dirimu!" jawab Owen terus terang.


Celine terdiam dengan wajah pias.


"Sekarang, aku tanya padamu... apa kau juga mengingat malam itu? Seharusnya kau ingat karena pada saat itu kau tidak mabuk seperti aku!" lanjut Owen.


"Aku ingin mendengar kau menceritakan detail kejadian malam itu!" tuntut Owen.


"Apa?" Seketika Celine mantap Owen dengan tatapan tak percaya. Mana ia tahu apa yang terjadi malam itu! Sial.


"Ceritakan padaku, apa yang terjadi pada malam itu agar aku tahu letak kesalahanku dimana hingga membuatmu trauma."


"A-aku tidak bisa..." jawab Celine gugup.


"Why?"


"Y-ya karena trauma itulah aku tidak bisa menjelaskannya. Aku takut jika mengingatnya kembali," sanggah Celine cepat.


Owen menipiskan bibir sembari menganggukkan kepalanya.


"Jadi, kau tidak tahu, ya?"


"Bukan tidak tahu, tepatnya aku ingin melupakannya..."


Owen tersenyum miring. "Baiklah, apa kau mau aku yang menceritakan kejadian malam itu?"


"Tidak!"

__ADS_1


"Kenapa? Kau akan mengatakan jika ceritaku juga akan membuatmu trauma?" sarkas Owen.


"Aku---aku hanya tidak sanggup mengingatnya."


"Tidak sanggup atau memang tidak tahu sama sekali?"


"Maksudmu? Owen, pembicaraan kita semakin kemana-mana dan tidak jelas!" omel Celine.


Owen malah menanggapinya dengan tertawa santai. Ia senang melihat raut wajah Celine yang ketar-ketir bercampur pias seperti saat ini.


"Kau tidak menanyakan kenapa aku kembali membahas tentang malam itu?"


"Ke-kenapa?" tanya Celine ragu.


"Karena aku sudah tahu semua tipu muslihatmu!"


Celine mengepalkan tangan, kesal, marah bercampur menjadi satu.


"Owen...." lirihnya memanggil pria itu lagi. Namun Owen hanya menanggapi Celine dengan senyuman kecil.


"Maafkan aku...."


"Jadi, kau sudah terima jika pernikahan ini batal?"


Celine menggeleng cepat. "Kita tetap menikah, kan?" tanyanya sembari menahan lengan Owen.


Owen tergelak. Pertanyaan macam apa itu?


"Done, semuanya selesai."


"O--owen...."


"Ku beri kau beberapa faktor penyebab gagalnya pernikahan ini, agar kau berpikir Celine. Pertama karena sikap egoismu, kedua karena kau menipuku dan ketiga karena aku tidak mencintaimu!"


Owen merasa, Celine benar-benar memanfaatkan keadaan yang sudah terjadi. Andainya Celine berkata jujur waktu itu, pasti Owen akan langsung mencari Gloria. Tapi, Owen juga tak bisa menyalahkan Celine sepenuhnya, sebab ia sadar bahwa karena dirinya memberi celah untuk Celine masuk dalam kehidupannya.


"Tidak bisakah kau berpikir ulang?" tanya Celine. "Pikirkanlah aku yang sudah menemanimu cukup lama selama ini," mohonnya.


Owen menggeleng. "Ada faktor keempat yang juga membuatku membatalkan pernikahan ini..." ucapnya menjeda kalimat.


Celine menatapnya lekat, seolah ingin tahu apa lagi penyebab Owen membatalkan pernikahan mereka selain kebohongan yang diperbuat Celine.


"... karena aku, sudah menjadi ayah!"


*****

__ADS_1


__ADS_2