Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Puteraku


__ADS_3

Owen mengelus pipi bayinya yang gembul. Senyum cerah tercetak diwajahnya. Ia tidak menyangka akan bertemu bayi yang amat mirip dengan dirinya dan bayi itu memanglah puteranya, darah dagingnya!


Bibirnya mirip Gloria, namun mata dan hidungnya persis seperti milik Owen.


"Lihat, sepertinya dia nyaman dalam gendonganku," ucap Owen sembari melirik Gloria sekilas yang kini? nampak salah tingkah.


Owen menimang-nimang pelan tubuh sang bayi, membuat bayi itu memejamkan mata kembali.


"Dia tertidur lagi... kau pasti lelah, tidurlah, biar aku yang menjaganya."


Gloria menggeleng tanda menolak saran dari Owen.


"Tak apa, biar aku yang menjaganya kali ini. Besok pagi kita bicara lagi, termasuk tentang siapa pria tadi."


Gloria mencebik, kemudian keluar dari kamar sambil membawa handuk dan baju ganti.


Seperginya Gloria, Owen menatap puteranya dengan lekat. Bayi itu tertidur pulas. Meski Owen belum puas karena belum bisa bercengkrama dengan sang anak, tapi akhirnya ia meletakkan puteranya ke atas tempat tidur dengan perlahan dan hati-hati.


Jangan tanyakan tentang perasaannya saat ini, jika ada kata yang lebih besar dari kata 'bahagia', maka sekarang ia sedang merasakan itu. Euforia bertemu cinta dan puteranya, membuatnya semringah luar biasa.


Owen mengambil tempat disisi bayinya, menyandarkan tubuh dikepala ran jang sambil menunggu Gloria kembali.


Tak lama, Gloria masuk ke dalam kamar, dengan penampilan yang nampak sudah bersiap untuk tidur. Sebenarnya Gloria hanya mengenakan piyama biasa yang justru tidak terbuka sama sekali, tapi membuat Owen langsung berpikiran liar saat melihatnya, apalagi aroma sabun Gloria yang tidak berubah sejak dulu, membuat kerinduannya semakin memuncak.


"Kembalilah ke tempatmu menginap! Ini sudah larut, aku ingin segera tidur," kata Gloria pelan.


"Aku akan tetap disini."


Gloria berdecak lidah. "Aku ingin tidur, aku lelah."


"Sudah ku katakan tadi, kau tidurlah... aku tidak akan mengganggumu."


"Dengan kau berada disini itu sangat menggangguku!"


"Benarkah? Bukannya kau sangat suka tidur dalam pelukanku?" Owen mengerling nakal.


Gloria memutar bola mata jengah, kemudian mengambil posisi berbaring tanpa mempedulikan Owen.


Kini, mereka berada dalam satu ran jang, namun dibatasi oleh seorang bayi ditengah-tengah posisi keduanya.


"Disini panas, kau tidak akan bisa tidur!" ucap Gloria dari balik selimut yang sudah menutupi seluruh tubuhnya sampai ujung kepala.


"Aku tidak peduli."


"Sudahlah, yang penting jangan berisik!" gerutu Gloria, membuat Owen mengulumm senyum karena akhirnya wanita itu menyerah dan pasrah pada keputusannya.


______


Owen terbangun di pagi buta, ia merasa kegerahan dalam kamar sempit yang kini ia tempati.

__ADS_1


Bagaimana bisa Gloria dan puteranya tidur dan tinggal ditempat seperti ini? Ia akan segera membawa mereka kembali ke Apartmen atau jika perlu, langsung tinggal di Mansionnya-- yang hanya dijaga pelayan, karena sekarang Oxela tinggal di Mansion milik Jade.


Owen menatap ke kiri, dimana ada Gloria dan puteranya yang masih tertidur pulas. Bedanya, kini posisi puteranya tengah menyu su pada sang ibu tanpa dilepaskan.


Mungkin Gloria terlalu lelah dan tidak menyadari jika sekarang ada Owen yang tengah berada dikamar yang sama dengannya. Sehingga, tanpa canggung Gloria menyu sui didepannya.


Baguslah, ia pun tidak suka Gloria menutup-nutupi apa yang ingin ia lihat.


Tanpa sadar Owen menarik sudut bibir menjadi seringaian kecil.


"Jangan biarkan aku kehilangan semua ini, Tuhan. Mereka adalah kebahagiaanku."


Tanpa sadar, Owen merapalkan doa dalam hati-- yang sebenarnya jarang ia lakukan.


Belum puas Owen mengagumi pemandangan yang memanjakan didepan mata, tiba-tiba tampak Gloria menggeliat pelan.


Secara refleks, Owen langsung memejamkan mata kembali. Berpura-pura masih tertidur, sebab ia tak mau Gloria memergokinya tengah memandangi wanita itu yang tengah meny u sui puteranya.


"Jeff... Mommy mencintai Jeff lebih dari apapun. Jangan pernah tinggalkan Mommy, ya. Kalau ada orang yang ingin memisahkan kita, Mommy akan melawannya sekuat tenaga, meski harus mengorbankan nyawa Mommy sekalipun!" ucap Gloria pelan membuat Owen jadi berpikir keras.


Siapa yang dimaksud Gloria ingin memisahkannya dengan putera mereka?


Owen masih berpura-pura tidur saat Gloria bangkit dari posisinya.


Meski Owen belum membuka matanya, namun ia dapat merasakan jika Gloria kini tengah berada dekat dengan dirinya.


Owen membuka matanya dan ternyata Gloria juga tengah menatapnya. Tatapan mereka terkunci satu sama lain dalam beberapa detik, seolah saling menyelam ke dalam mata masing-masing.


Gloria lebih dulu tersadar, memutus kontak mata diantara mereka, lantas ingin segera beranjak meninggalkan Owen, namun dengan sigap Owen menangkap lengan wanita itu.


"Apa kita sudah bisa bicara sekarang?" tanya Owen pelan.


Gloria terdiam, Owen segera menariknya agar terduduk di bibir ranj ang.


"Katakan apa yang ingin kau bicarakan!" ucap Gloria.


"Tapi jawab aku dengan jujur, oke?"


"Hmm..."


"Hans? Siapa dia?" tanya Owen.


"Dia kakakku!" jawab Gloria dengan intonasi malas.


"Sejak kapan kakakmu disini? Dan kenapa dia kesini?"


"Dia disini baru dua bulan ini... karena membantuku mengurus perceraian serta persalinanku waktu itu. Sebentar lagi Hans juga akan pulang, karena dia tidak punya izin tinggal yang lama disini. Aku sengaja menghubunginya karena aku tak punya siapapun disini."


"Kau punya aku! Kenapa tidak menghubungiku?" serobot Owen.

__ADS_1


Gloria menggeleng. "Aku tidak bisa mengandalkan mu."


"Kenapa?" lirih Owen.


"Kau akan mengambil Jeff dariku, kan?"


"Kata siapa? Mana mungkin aku memisahkan anak dari ibunya!" jawab Owen cepat.


Gloria menatap Owen dengan mata berkaca-kaca.


"Kau akan meninggalkan aku, lalu mengambil Jeff..."


"Gloria... jelas-jelas kau yang telah meninggalkan aku!"


Gloria terdiam. Kemudian berujar kembali. "Aku telah mengecewakanmu. Dulu aku memilih Richard, kau pasti dendam padaku!"


"No... aku sudah tahu jika Richard yang memaksamu melakukan itu!"


"Tapi... tapi..." ucapan Gloria terjeda, tampak ragu melanjutkan.


"Tapi, kenapa?"


"Apa kau masih mencintaiku?"


Owen menangkup wajah Gloria. "Jika tidak, aku tidak akan repot mencari dan mengejarmu sampai kesini."


"Bukankah kau melakukan ini untuk mengambil Jeff dariku?"


"No! No! Sudah ku katakan aku tidak akan memisahkan kalian..."


Gloria menarik nafas dalam. Lagi, Owen tak tahu apa yang ada dipikiran wanita itu.


"Listen to me, aku... masih mencintamu, sampai saat ini."


"Aku sudah menghianatimu, Owen."


"Dalam hal apa? Karena kau kembali pada Richard waktu itu?"


Gloria mengangguk. "Aku sudah hancur, aku tidak layak untukmu. Kau masih bisa mendapatkan wanita lain yang lebih pantas."


Owen tertawa sumbang. "Jadi, ini sebabnya kau meninggalkanku? Karena merasa dirimu sudah hancur, karena merasa dirimu tidak layak, begitu?"


Gloria menunduk, tak menyahuti ucapan Owen. Namun Owen tahu diamnya Gloria mengartikan arti yang sebenarnya.


"Jangan-jangan, karena kau juga mengira aku akan mengambil dan memisahkanmu dari Jeff, makanya kau memilih pergi dariku?"


Gloria mengangguk pelan. Rasanya Owen kehabisan kata-kata melihat wanita ini.


*******

__ADS_1


__ADS_2