
Author POV
Kedatangan Owen yang tiba-tiba di pagi menjelang siang itu membuat Lauren terkejut, ia lari terbirit-birit menuju kamar utama Mansion yakni kamar yang Richard tempati.
Ia mengetuk atau lebih tepatnya menggedor pintu kamar sang majikan.
Richard yang ingin menggoda Gloria terpaksa bangkit dari posisinya dan keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang menggedor pintu kamarnya.
"Ada apa, Lauren?" tanyanya.
Tanpa sepengetahuan Richard, Gloria berjalan dengan mengendap-endap untuk mencari tahu hal apa yang sedang terjadi. Dia menguping disebalik pintu.
Sementara dilain sisi, Owen mendapati Mansion dalam keadaan senyap, ia tidak tahu bahwa Lauren yang sudah melihat kedatangannya sudah melaporkan hal itu pada Richard.
____
"Ada apa, Lauren?" tanya Richard sembari melihat wajah pasi milik Lauren.
"Sepertinya, pria itu datang lagi, Tuan!" seru Lauren dengan suara bergetar ketakutan sebab ia sempat melihat Owen datang dengan raut kemarahan yang menjadi-jadi.
Tidak perlu menanyakan siapa pria yang dimaksud oleh Lauren sebab Richard sudah dapat menebaknya.
Pria itu berpikir sejenak kemudian turun untuk menemui Owen.
"Mau apa kau kemari, Tuan Zwart?" sarkas Richard begitu tak bisa mengelak lagi.
__ADS_1
"Dimana Gloria?"
"Ada, di kamar kami." Richard menjawab dengan santai, seolah dia tidak melakukan kesalahan apapun.
"Aku ingin bicara padanya!"
"Boleh saja, tapi mengenai apa?"
"Haruskah ku katakan padamu lebih dulu mengenai hal yang ingin ku bicarakan dengan kekasihku?" tanya Owen dengan seringaian tipis.
"Mungkin Gloria kekasihmu, tapi disini akulah suaminya," jawab Richard nampak pongah dan jumawa.
Mendengar itu Owen hanya tersenyum miring dengan pikirannya sendiri.
"Jangan buat keributan di rumahku atau aku tidak segan-segan untuk melaporkanmu ke polisi!"
"Pergilah, aku tidak mau berurusan lagi denganmu! Hubungan bisnis kita juga diputus. Soal keuntungan yang ku dapatkan dari proyek real estate tempo hari akan aku pulangkan sepenuhnya ke pihakmu."
Owen terkekeh nyaring. "Baiklah, tapi setidaknya biarkan aku bertemu dengan Gloria, ada yang ingin ku bicarakan padanya!"
"Aku tidak semurah hati itu, Tuan!" jawab Richard. "Tapi jika kau ingin menanyakan tentang apakah aku dan Gloria kembali bersama maka jawabannya adalah iya."
Owen menggeram marah, tangannya mengepal kuat, dalam hatinya tidak mempercayai hal ini. Pasti Gloria terpaksa berada di Mansion ini. Dan semua yang terjadi adalah ulah Richard, termasuk pembelian tiket ke Indonesia.
"Kalau semua itu memang benar, maka aku akan menanyakannya langsung pada Gloria mengenai apa keputusannya! Dia harus memilih antara aku atau kembali kepadamu!" putus Owen menahan rasa getir.
__ADS_1
___
Gloria memberanikan diri untuk menekan handle pintu, berharap Richard lupa menguncinya, ia ingin tahu apa yang terjadi di luar sana, sayangnya ia dikunci dari luar seperti yang sudah - sudah.
"Sial," desisnya. Gloria semakin bingung, harusnya keadaan ini bisa dia manfaatkan untuk melarikan diri, tapi ternyata tidak bisa.
Bersamaan dengan itu, rupanya pintu kamar dibuka dari luar. Itu adalah Richard yang menatapnya dengan senyuman.
"Kekasihmu datang, Sayang!" Richard berucap santai bahkan tampak riang.
"Ma-maksudmu?" tanya Gloria terkejut. Yang dimaksud Richard sebagai kekasihnya apakah Owen?
"Owen, dia datang kesini untuk menjemputmu. Aku mengizinkanmu bertemu dengannya."
"Benarkah?" Gloria menatap Richard dengan tatapan berkaca-kaca dan penuh harapan. Akhirnya Richard memberinya akses untuk bertemu dengan Owen.
Richard mengangguk sebagai tanggapan untuk pertanyaan Gloria.
"Tapi... kau harus ingat pada kondisimu! Jangan sesekali melupakan hal itu. Seperti yang pernah ku katakan, Owen tidak mungkin mau menerimamu lagi, jika dia tahu apa yang telah terjadi diantara kita."
Ucapan Richard membuat senyum penuh harap dibibir Gloria perlahan menghilang. Satu fakta yang diketahui Owen tentangnya dan Richard pasti akan membuat pria itu mundur dan kecewa.
"Bagaimana? Kau mau menemuinya? Silahkan..." ucap Richard seraya memberi Gloria ruang untuk berjalan.
Gloria terdiam, pikirannya terasa bercabang. Antara ingin kembali pada Owen, namun tidak sanggup jika nanti Owen meninggalkannya sebab kondisinya yang telah dihancurkan oleh Richard.
__ADS_1
"Kau tahu, aku berani bertaruh... dia tidak akan mau padamu karena kau sudah menjadi bekasku," ucap Richard ditengah-tengah kegamangan hati Gloria.
______