Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Memulihkan keadaan


__ADS_3

"Kau darimana, Owen?" Gloria menatap Owen yang baru saja memasuki kamar rawatnya.


"Ehm, tadi aku menerima telepon dari klienku," kata Owen berkilah. Ia tak mau membebani pikiran Gloria mengenai kemunculan Sean.


Gloria tersenyum kecil dan mengulurkan kedua tangannya kearah sang suami. "Kemarilah," katanya lembut.


Owen menyambut tangan Gloria dan mengecupnya berulang. "Cepatlah sehat, bukankah kita akan pergi berbulan madu?" ucapnya tersenyum.


"Hmm, aku akan segera pulih... aku merindukan Jeff."


"Ya, besok kita akan pulang ke Mansion."


"Besok? Kenapa tidak hari ini, saja? Aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing saja."


"James mengatakan kau harus beristirahat sejenak. Kau mau menurut, kan?"


Gloria mengangguk menyetujui.


Tak berapa lama, seorang perawat memasuki ruangan itu.


"Maaf Tuan, ini adalah barang-barang Nyonya yang tadi tertinggal di ruang tindakan saat baru tiba di Rumah Sakit."


"Ya, letakkan saja disana...." kata Owen cuek, namun matanya memicing mendapati sebuah jas yang juga diletakkan oleh perawat itu.


"Tunggu dulu," kata Owen beringsut dari sisi Gloria, dia menghampiri tempat dimana perawat itu meletakkan barang-barang milik Gloria, seperti tas dan sepatunya. Namun, Owen menemukan kejanggalan, sehingga dia mencegah kepergian perawat yang hampir meninggalkan ruangan. "Sepertinya jas ini milik orang lain, kau salah membawanya ke ruangan ini, suster," lanjutnya.


Perawat itu menggeleng, yang ia tahu jas itulah yang dikenakan Gloria saat tiba di Rumah Sakit. Sementara Owen, dia tak menyadari jika tadinya Gloria memang menggunakan jas itu sebab ia terlalu fokus dengan keadaan Gloria dan ingin segera membawa Gloria ke Rumah Sakit, dia tak memperhatikan apa yang Gloria kenakan sanking kalutnya.


"Tidak, Tuan. Itu adalah jas yang dikenakan istri anda saat tiba di sini," jawabnya.


Owen pun memikirkan tentang jawaban sang perawat, mencoba mengingat saat ia membawa Gloria.


"Owen, aku ingat jika aku memang menggunakannya," selah Gloria menimpali pembicaraan Owen dan sang perawat.


Owen beralih menatap istrinya, ia mengibaskan tangan pada perawat itu sebagai isyarat menyuruhnya pergi.


Seperginya sang perawat, Owen duduk dibibir ranjang dan menatap lurus pada sang istri.


"Jas ini milik siapa? Kenapa kau bisa mengenakannya?" tanya Owen pelan.


"Ehm itu.... itu.... tadi aku dipinjamkan oleh pria yang terjebak bersamaku didalam lift."


"Sean?" tebak Owen.

__ADS_1


"Y-yah, apa kau mengenalnya? Kenapa kau tahu namanya? Maafkan aku, Owen.... kau jangan berpikiran apapun, aku bukan pergi bersamanya, kami baru bertemu di lift itu untuk pertama kalinya," kata Gloria mencoba menjelaskan.


Owen tersenyum tipis. "Aku tahu, lalu apa kalian saling berkenalan, begitu?"


"Hmmm, untuk mengalihkan ketakutanku didalam ruangan sempit."


"Apa yang dikatakan Sean benar mengenai kau yang kehabisan nafas?"


Gloria mengangguk pelan. Owen menghela nafas dalam, ia jadi memikirkan perkataan Sean yang telah mengatakan soal merasai bibir istrinya. Sekarang ia bisa menarik sebuah kesimpulan tentang hal ini bahwa Sean memang berkata jujur, ia memang marah dan kesal tapi dibalik itu ia tahu arti dari tindakan Sean adalah untuk menyelamatkan Gloria.


"Gloria, dengarkan aku.... jangan membuatku khawatir lagi, jika nanti aku memberimu bodyguard, menurutlah...." kata Owen lembut namun penuh penekanan.


Gloria tak menjawab, ia seperti menekuk wajah sebab perkataan Owen. Ia tak menyukai hidup dalam pengawasan, tapi melihat pada siapa suaminya, serta insiden yang telah menimpanya, mau tak mau mulai sekarang ia harus belajar memahami kekhawatiran sang suami dan menerima semua yang telah diatur pria itu.


_____


Semalaman menginap di Rumah Sakit, akhirnya Gloria bisa kembali ke Mansion hari ini. Dia sangat merindukan Jeff, karena Owen melarang keras puteranya untuk dibawa datang ke area Rumah Sakit. Hanya Jared yang beberapa kali sibuk menjadi kurir untuk mengantarkan Asi yang sudah di pompa Gloria agar bisa diberikan pada puteranya.


"Jeff, Mommy sangat merindukanmu...." Gloria langsung memeluk tubuh mungil Jeff yang tadinya berada dalam gendongan Karina.


"Biar Jeff dijaga Karina, kau harus istirahat, sayang."


Gloria mengangguk, untungnya bayi laki-lakinya itu tidak rewel dan mengerti dengan keadaan. Setelah memeluk dan mencium gemas puteranya, Gloria dituntun Owen untuk ke kamar mereka.


Owen membantu Gloria berbaring, dia sangat sabar dan telaten menjaga istrinya itu, membuat Gloria mengulumm senyuman.


"Aku masih heran, kenapa bisa kau memilihku menjadi istrimu."


"Apa kau menyesal menjadi istriku?" Owen berkata sembari merapikan anak-anak rambut Gloria yang terdapat di pelipis wanita itu.


"Tentu saja tidak, justru aku sangat beruntung...."


"Justru akulah pria yang paling beruntung, Sayang... karena akhirnya aku mendapatkanmu."


Gloria terkikik mendengar gombalan maut dari suaminya itu.


"Sayang, apa kondisimu benar-benar sudah pulih?" tanya Owen serius, tampak alisnya yang terangkat sebelah menunjukkan bahwa ia sedang menunggu jawaban pasti dari bibir Gloria.


"Ya, aku sudah baik-baik saja."


"Bisakah kita.... ehm, ber- cinta?"


Gloria terkekeh.

__ADS_1


"Kenapa tertawa? Aku sangat merindukanmu, Honey...." lirih Owen penuh pengharapan.


Gloria tetap tak menjawab, namun ia membelai wajah Owen dengan ujung jarinya, Owen memejamkan mata, merasakan desiran halus dalam darahnya ketika Gloria menyentuhnya sedemikian rupa.


"Tunggulah sampai aku memulihkan keadaanku...." kata Gloria akhirnya, bersamaan dengan itu Owen pun membuka matanya dan menatap dalam pada sang istri.


"Berapa hari?"


"Sampai saat kita benar-benar pergi bulan madu."


"Oh come on, Honey.... itu terlalu lama," kata Owen berlagak merajuk.


"Tidak, hanya 4 hari lagi," kilah Gloria.


"4 hari itu lama! Haruskah aku menunggu?"


"Ya, itupun jika kau mau menungguku."


"Jika aku tidak mau?"


"Mungkin aku akan berakhir di Rumah Sakit lagi karena ketidaksabaranmu." Gloria mengelus rahang Owen yang terasa kasar.


"Ah, jangan menyentuhku jika begitu," Owen menepis pelan tangan Gloria ya g berada disisi wajahnya.


Gloria menatap pria itu keheranan. "Kenapa?"


"Kau jangan memancingku sebelum aku boleh menyentuhmu," kata Owen lesu.


"Aku tidak memancingmu!"


"Kau tidak menyadarinya, Baby... setiap sentuhan yang kau berikan padaku jelas adalah pancingan bahkan godaan terbesar untukku."


Gloria terkikik, ia tahu Owen tak akan memaksanya. Ia tahu jelas jika suaminya tidak mau ada pemaksaan kehendak apalagi jika keadaan Gloria belum sepenuhnya pulih seperti saat ini.


"Aku akan menunggumu. Tapi, berjanjilah satu hal...." kata Owen yang sedikit menjaga jarak dari Gloria, meski sebenarnya iapun sangat enggan melakukan itu.


"Janji apa?" tanya Gloria.


"Berjanjilah kau yang akan lebih aktif saat kita berbulan madu nanti," kekehnya.


Gloria memutar bola matanya, "Kau tidak mau melayaniku, begitu?"


Owen terbahak. "Aku akan melayanimu, Nyonya... tapi setelah kau yang lebih dulu melayaniku dengan aktif."

__ADS_1


*****


Next ketemu di bulan madu mereka berdua yaaaaa🧡🧡🧡🧡🧡


__ADS_2