
Keesokan harinya, Owen sudah menerima info dari Jared mengenai hubungan yang terjalin antara Paman Markus dengan Richard--mantan suami Gloria.
Richard adalah anak dari Roman. Roman adalah tangan kanan Paman Markus. Itu sebabnya Richard bisa berada dikediaman Pamannya kemarin sore.
"Apa Richard tahu jika Paman Markus adalah pamanku?" tanya Owen pada Jared.
"Entahlah, Tuan.... saya tidak bisa mengetahui tentang hal itu."
Owen menghela nafas panjang. Dua kemungkinan yang terlintas dikepalanya. Pertama adalah Richard yang masih memiliki dendam terhadapnya dan Gloria, sehingga Richard ingin memanfaatkan keadaan yang sudah kacau. Kedua, pria itu tidak mengetahui sama sekali apa yang sebenarnya terjadi bahkan tak tahu menahu mengenai hubungan Owen dengan Paman Markus, kedatangannya ke kediaman sang Paman hanyalah murni untuk menemui ayahnya atau ada hal lain yang menyangkut pekerjaan sang ayah.
"Lebih baik kita menyusun strategi untuk mendapatkan Jeff kembali," saran Jared dan Owen hanya bisa mengetuk-ngetukkan jari diatas meja sembari berpikir.
"Kenapa Tuan tidak mengambil alih semuanya kembali. Saya pikir itu akan lebih mudah, Tuan Markus pasti dengan senang hati mengembalikannha sebab beliau akan segera pensiun..."
"Itu terdengar mudah, tapi aku tidak mau masuk dalam kehidupan itu lagi," kata Owen pelan.
".... Gloria tidak akan setuju. Dan kelak, mau tak mau aku juga jadi harus memaksa Jeff untuk meneruskan tahta itu," lanjut Owen dengan gelengan kepala samar.
"Jika begitu, Tuan Markus tidak akan tinggal diam. Dia pasti bersikukuh dengan pemikirannya dan kita akan kewalahan menghadapi kekuasaannya sekarang ini. Mungkin dulu tuan Markus bukan siapa-siapa, tapi sekarang dia adalah salah satu mafia berpengaruh."
__ADS_1
Owen memijat pelipisnya dengan perasaan bimbang. Haruskah ia mengambil alih semuanya? Menyerahkan diri pada Paman Markus? Lalu terjerat belenggu hitam itu lagi. Belum lagi ia mendapatkan jawaban mengenai hal itu, mendadak ia mengingat tentang pembicaraannya dengan Paman Markus tempo hari.
Saat itu, ia sempat menyarankan pada Paman Markus untuk menyerahkan tahta itu pada orang kepercayaan sang Paman. Jika ternyata Paman Markus berubah pikiran lalu mengikuti sarannya, maka dapat dipastikan tahta itu jatuh ke tangan Roman--Ayah Richard, karena dia adalah orang kepercayaan sang Paman.
"Kau tahu Jared, kemarin aku sempat menyarankan Pamanku untuk memberikan kekuasaannya pada orang kepercayaannya. Jika dia meyerahkan itu pada Roman, lalu Roman menghibahkan pada Richard, maka entah jadi apa aku jika ternyata Richard benar-benar masih menyimpan dendam padaku."
Jared terbelalak, ia langsung memahami ucapan yang Owen utarakan. Ia sendiri tidak pernah berpikir sejauh itu. Bagaimana jika kekuasaan yang harusnya dimiliki Owen justru berpindah tangan pada musuhnya sendiri.
"Lalu, apa keputusan Anda, Tuan?" tanya Jared dengan nada putus asa. Ia tak bisa memaksa Owen untuk mengambil alih segalanya sebab sang atasan menolak hal itu. Tapi, ia juga tak mungkin bisa melihat kekalahan Owen dari Richard. Apalagi jika kekuasaan itu dimiliki oleh Richard nantinya.
"Haruskah aku meminta pendapat istriku?" tanya Owen yang mulai bimbang.
Owen menarik nafas dalam. Ia bangkit dari kursinya kemudian berjalan meninggalkan ruang kerjanya. Ia tidak mau salah mengambil keputusan lagi, ia ingin terbuka pada Gloria, barangkali istrinya dapat memberi saran yang terbaik.
_____
"Bagaimana menurutmu?"
Gloria bergeming. Ia menjadi bimbang, sama dengan suaminya. Ia tak mau Owen masuk ke dunia mafia lalu membentuk clan Zwart lagi. Ia tidak mau suaminya terlibat hal kotor, tapi ia juga memikirkan nasib Jeff yang saat ini berada ditangan Paman Markus.
__ADS_1
"Itu artinya, mau tidak mau suatu saat Jeff juga akan tetap mewarisi hal ini?"
"Hmmm...."
"Berarti itu sama saja!" kata Gloria terisak.
"Tapi permasalahannya sekarang adalah Richard. Aku tidak tahu apa keputusan Paman Markus akan berubah atau tidak, bisa saja dia berubah pikiran, lalu menghibahkan kekuasaannya pada Richard, anak dari Roman."
"Biar saja! Jika memang begitu, Kau dan Jeff tidak akan mewarisi dunia mafia lagi," isak Gloria.
Owen mengangguki ucapan Gloria yang terdengar enteng.
"Tapi, jika Richard sudah memiliki kekuasaan itu. Berarti kedudukan akan terbalik, sayang. Dia bisa menghancurkan kita nantinya, kita tidak pernah tahu apakah dia masih memiliki dendam atau tidak terhadap kita,"
".... kalau Richard tidak memiliki kekuasan, dalam kata lain aku yang mengambil alih kembali semua yang memang menjadi milikku, Richard tidak akan berani mengusik kita."
Gloria menghela nafas pendek-pendek, sesekali menyusut airmatanya.
"Baiklah, terserah kau saja! Yang aku inginkan sekarang adalah puteraku harus kembali ke sisiku. Secepatnya!"
__ADS_1
******