
"Terima kasih sudah menghadirkan kedua orangtuaku disini," kata Gloria setelah mereka duduk didalam satu meja.
"Semua untukmu, Honey." Owen mengambil tangan Gloria, kemudian mengelusnya pelan.
Mereka pun mulai melakukan sesi makan bersama, kemudian satu persatu teman dan kerabat naik ke panggung untuk melakukan sesi pembahasan konyol mengenai kedua pengantin, tentunya diselipkan doa di setiap ulasan yang mereka sampaikan.
"Kakakku orang yang tertutup, menyebalkan dan selektif, aku sempat membencinya karena dia sering meninggalkanku terlalu lama sejak aku remaja, dia juga tukang berkelahi, ieuh...."
Semua orang yang hadir disana pun tertawa, sementara Gloria menatap Owen dengan menahan geli.
Oxela melanjutkan kalimatnya. "Tapi, setiap kali dia pulang dengan banyaknya luka, aku jadi semakin sedih. Aku sadar, aku sangat mencintainya ...."
Kini semua orang berseru senang.
"I love you too, Sist ...." jawab Owen sembari melemparkan ciuman jarak jauh untuk adik perempuannya itu.
".... untuk itu, dihari ini aku mendoakan semoga pernikahan kakakku dan Gloria selalu diberkati. Aku turut bahagia untuknya karena aku tidak menyangka akhirnya dia menikah juga," kikik Oxela di akhir kalimat.
Setelah Oxela, orang kedua yang naik panggung adalah Hans, sama seperti Oxela, dia mulai menyampaikan ulasannya menggunakan standing microphone.
"Disini aku tidak mau terlalu banyak membahas tentang adikku. Semua orang tahu jika adikku adalah wanita yang sangat manis dan penurut. Owen sangat beruntung mendapatkannya, ku harap Owen tidak akan menyia-nyiakannya ...."
Owen mengibaskan tangan dari tempatnya seolah menjawab 'tidak akan' pada Hans yang berdiri didepan sana. Gloria lagi-lagi hanya bisa terbahak pada sesi seperti ini.
".... jujur saja, aku baru mengenal Owen. Meski sebelumnya Gloria sering bercerita tentangnya. Entahlah, tapi ku rasa dia orang yang tepat menggantikanku untuk menjaga Gloria. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia... God bless," tandas Hans dan langsung turun dari panggung saat itu juga.
Kemudian, beberapa orang lainnya ikut melakukan hal serupa, mulai dari Jared, Celine, kedua orangtua Gloria serta James yang diundang Owen dalam momen sakralnya.
Acara itu pun selesai menjelang sore. Gloria baru menyadari jika dia telah meninggalkan Jeff terlalu lama. Ia mencari-cari puteranya dikamar, namun tidak menemukannya.
"Apa yang kau cari, Baby?" tanya Owen yang memasuki kamar mereka--kini.
"Jeff." kata Gloria sambil mengernyit kebingungan.
"Dia aman bersama Karina."
Karina adalah Baby Sitter yang menjaga Jeff.
"Aku harus menemui Jeff, Owen! Sudah terlalu lama dia ku abaikan," Gloria ngotot.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menelepon Oxela. Biar dia meminta Karina naik kesini membawa Jeff," ucap Owen.
Gloria mengangguk puas. Kemudian berdiri dan menghampiri Owen yang sedang menelepon, ia ingin tahu apa kabar bayinya, mencuri dengar lewat sambungan seluler itu. Namun, Owen justru membawanya ke dalam dekapan.
"Oh, baiklah, jika sudah selesai bawa Jeff naik ...." Owen memutus panggilan teleponnya.
"Bagaimana? Mereka akan kesini, kan?"
"Of course, tapi Jeff sedang mandi sore, Karina akan membawa Jeff naik setelah siap dengan hal itu."
Gloria menghela nafas lesu, ia sangat merindukan puteranya sekarang.
"Bagaimana kalau kita juga mandi?" tanya Owen sambil mengerling nakal.
Gloria tsersenyum malu-malu. "Baiklah, tapi hanya mandi ya, karena aku takut ketika Karina membawa Jeff naik, tapi kita belum selesai."
"Paling Karina membawanya turun lagi dan menjaganya kembali."
"Tapi, aku benar-benar ingin cepat bertemu dengan Jeff," rengek Gloria.
"Sayang, aku juga ingin cepat-cepat ...."
"Apa?" serobot Gloria. "Ini masih sore, Owen. Lagi pula suasana Mansion juga masih ramai."
Gloria mencebik. "Dasar perhitungan!" ucapnya sembari berjalan ke arah kamar mandi.
Owen tergelak dan membuntuti langkah wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. Dia bukan perhitungan, justru Gloria sendiri yang menyatakan ingin mencicil hutangnya dengan cara semacam ini. Bukan Owen namanya jika menolak, tentu hal ini yang dia harapkan.
"Honey, bisakah kau membantuku ini," Owen menunjuk sabuk di pinggangnya, sayangnya Gloria mengartikan yang lain. Memang kalimatnya tadi terdengar cukup ambigu.
"Owen, nanti malam saja, ya...." jawab Gloria membuat Owen terkekeh. "Kalau sekarang ini saatnya kita untuk mandi saja, aku sangat lelah..." sambungnya bernegosiasi.
Owen mengangguk. "Mandilah lebih dulu, aku akan mandi setelah mu,"
Gloria bersorak senang, bahkan ia mengangkat kedua tangannya ke atas lalu melompat kegirangan.
"Haissss...." Owen geleng-geleng kepala melihat tingkah akward istrinya, namun ia hanya mengulumm senyuman bahagia.
______
__ADS_1
Saat Owen masih mandi, Karina menghampiri kamar pengantin mereka dan membawa Jeff ikut serta.
"Jeff, Mommy merindukan Jeff," ucap Gloria. Dia mengambil Jeff dari gendongan Karina.
"Apa Jeff nakal?"
"Tidak, puteramu sangat pengertian, Nyonya," jawab Karina tersenyum.
"Ah, baiklah .... aku ingin menyu sui nya sekarang."
"Silahkan, Nyonya. Permisi," ujar Karina seraya keluar dan menutup pintu kamar.
Tak berapa lama, Owen keluar dari kamar mandi. Gloria terpikat pada pesona pria yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya itu. Ia masih tidak habis pikir, kenapa pria ini bisa kesasar dalam hidupnya. Bukankah Owen bisa memilih wanita lain yang jauh daripada dia, yang lebih cantik, seorang gadis, mungkin.
Atau, Owen juga bisa memacari supermodel s ek si, artis, pengusaha wanita yang sederajat dengannya?
Bagaimana bisa Owen terpaut pada dirinya, lalu memilihnya dan menikahinya?
Semuanya terasa seperti mimpi. Rasanya baru saja ia melahirkan duplikasi pria itu, ternyata sekarang .... yang asli sudah berada didepan mata.
"Kenapa?" tanya Owen pura-pura bodoh. Ia membuka handuknya dengan sengaja, lalu mengeringkan tubuh didepan Gloria. Gloria membuang wajah seketika, bisa-bisanya Owen berlaku seperti itu saat ini.
"Tak apa," sanggah Gloria pelan. Ia kembali mengamati wajah Jeff yang tampak menguap panjang.
"Apa Jeff tidur?"
"Be-belum," Gloria gugup karena kini Owen mendudukkan diri dipinggiran tempat tidur sambil menatapnya lekat.
"Pakailah bajumu, beranjak dari sana karena aku akan memberi Jeff Asi diatas tempat tidur."
Owen tergelak. "Baiklah, aku selalu diusir bahkan setelah aku menikahimu."
"Bukan begitu, Jeff tidak mendapat asupan ASI sejak tadi...." kata Gloria.
"Aku juga belum mendapat asupan sejak lama," gumam Owen pelan membuat Gloria membulatkan mata.
"Kau akan mendapatkannya sebentar lagi, bersabarlah...." kata Gloria yang mulai membaringkan tubuh.
Mendengar itu, Owen bersorak senang didalam hati. Sebelum benar-benwr meninggalkan area kamar untuk menuju walk in closet, ia kembali menghampiri Gloria.
__ADS_1
"Jeff, jangan lupa sisakan untuk Daddy.... jangan dihabiskan semua, okey!" Owen seolah berkata pada Jeff, namun ia justru berbisik pada Gloria, membuat wanita itu menahan tawanya.
*******